Minggu, 12 Oktober 2014

REVIEW 4 FILM HOROR TERBARU 2013

 

Lagi2 admin datang dengan review2 film horor terbaru. Kali ini film2 horor yang bakal admin bahas terbilang gress, sebab baru dirilis taon kemaren alias tahun 2013. Gue agak gimana gitu kalo liat film2 lama (buatan 2000 ke bawah) soalnya kualitas gambarnya nggak mumpuni. Lebih enakan liat film2 baru yang lebih �terang� menurut gue. Moga2 aja film2 yang bakal admin bahas ini bisa jadi referensi buat kalian penggemar film horor dan misteri. Kali ini nggak cuman film2 setan2an aja yang mau admin bahas, namun juga horor ala slasher hingga misteri ala detektif. Selaen itu, nggak semuanya Asia, ada juga yang bikinan Amrik. Here we go!

1. Killer Toon

Film pertama yang bakal admin bahas adalah Killer Toon. Pertama kali denger film ini dari saran salah seorang penghuni line Mengaku Backpacker (udah add line gue belom?). Katanya sih film Killer Toon ini salah satu film horor Korea terbaik. Ah, sebagus apa sih filmnya? Gue coba buktiin dengan menontonnya secara online dan ternyata nggak mengecewakan!

Masih inget kan ama komik2 internet alias webtoon bikinan kartunis2 Korsel, semisal Bong Cheong Dong Ghost? Nah, film ini mengisahkan tentang seorang pembuat webtoon (jadi Toon yang ada di judul ini artinya komik/kartun, bukan kelinci ya) bernama Kang Ji-Yoon. Dia menjadi incaran dua orang polisi setelah komik2 yang berisi tentang pembunuhan berubah menjadi nyata, sama persis dengan komik yang ia buat.

     

Keunikan film ini adalah plot twist-nya. Gue suka banget nih ama model2 film beginian yang jalan ceritanya nggak bisa ditebak. Kalo biasanya film Korea ngandalin satu plot twist di bagian endingnya, film ini menggunakan plot twist-nya berkali-kali! Keren! Sayang kalo boleh ngritik, film ini kurang konsisten ama unsur horornya. Separuh pertama film ini sih tegang dan serem banget, kira2 ada 3 adegan yang bikin gue ngeri. Namun begitu separuh kedua cerita ini, film lebih mengisahkan tentang memecahkan misteri kematian2 yang ada di awal film hingga unsur ketegangannya berkurang. Masa hantunya cuman muncul di depan2 aja, terus abis itu di belakang2 malah kelupaan buat ditampilin? Namun justru di paruh kedua film inilah banyak plot twist yang dijamin bikin kita kaget.

Berapa CD berdarah yang bakal gue kasih. Hmmm ... karena kekurangan di atas tadi yang gue ceritain, walaupun ceritanya emang bagus banget, gue nggak bisa kasih nilai maksimal. Penggennya sih kasih nilai 5 CD berdarah, tapi kayaknya 4,5 dulu deh.

030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][4]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][6]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][8]030-men-underwear-2---Copy-2_thumb_t[1]

2. You�re Next

Gue kangen banget liat film slasher. Mungkin karena dari dulu gue terlalu sibuk hunting film2 horor Korea yang sifatnya lebih psikologis kali ya. Namun gara2 pembahasan film2 gore di grup line yang seru, makanya gue jadi kepengen liat adegan bunuh2an yang banyak darahnya hehehe. Browsing2 ternyata banyak yang merekomendasiin film ini. �You�re Next� adalah film slasher Amrik yang dirilis 2013. Yang membuat gue tertarik melihatnya adalah trailernya yang seru dan karena Rotten Tomatoes ngasih nilai yang lumayan bagus buat film ini.

Film ini sih ceritanya tipikal horor slasher gitu ya. Adegan2 gore-nya juga banyak, tapi nggak sesadis Hostel, Saw, dan semacamnya. Kisah ini berawal dengan reuni keluarga yang berakhir tragis. Crispine, seorang dosen mengajak pacarnya Erin untuk bertemu dengan orang tua dan saudara2nya di villa terpencil di tengah hutan milik keluarga mereka. Ketiga saudara Crispine juga datang bersama pasangan mereka masing2 sehingga total anggota keluarga yang datang ada 10. Namun di tengah makan malam, mereka diserang oleh sekelompok pembunuh bertopeng yang mulai menghabisi mereka satu demi satu. Siapakah para pembunuh ini? Apakah mereka hanya menargetkan mereka secara random? Ataukah mereka punya motif khusus untuk mengincar keluarga ini? Jawabannya akan terkuak di plot twist yang nggak terduga di pertengahan akhir film ini.

Gue suka banget ama film ini, karena walaupun ceritanya mirip2 ama horor slasher pada umumnya, tetap aja ada yang bikin film ini beda. Karakternya Erin, tokoh utama cewek di film ini tough banget. Dia bukan tipikal cewek nggak berdaya yang dikejar2 pembunuh terus mau tidak mau harus belajar buat mempertahankan diri. Dari awal film ia emang udah keliatan tangguh banget, bahkan dia sendiri yang membunuh satu-persatu para penyerang yang menghabisi keluarga pacarnya itu. Yang gue suka nih, cara ngebunuhnya sadis banget (lebih sadis ketimbang penjahatnya). Apalagi pas dia balas dendam ke dalang dibalik semua pembunuhan itu, wow ... kreatif banget! Gue nggak mau kasih spoiler di sini, tapi gue kasih clue aja: dia pake blender. Tapi sayang, cara pas dia bunuh tokoh antagonis ceweknya kurang sadis. Come on, masa gitu aja? That b*tch deserves more!

Singkat kata , gue suka banget ama film ini. Ending film ini juga menggabungkan unsur humor dan horor, liat aja deh ... epic banget! Makanya gue berani kasih film ini nilai 4,5 dari total 5 CD berdarah!

030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][36]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][34]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][32]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][30]030-men-underwear-2---Copy-2_thumb_t[1][4]

3. Platinum Data

Kalo tadi bahas film Korea dan Amrik, sekarang kita bahas film Jepang. Yeeeeey ... namun kali bukan horor yang serem lho guys, melainkan lebih ke cerita detektif. Yang pertama kali bikin gue tertarik menonton film ini karena ternyata film ini didasarkan pada novel. Lho emang kenapa? Soalnya kalo ada novel yang diangkat ke layar lebar, berarti novelnya laris. Dan kalo novelnya laris, pasti ceritanya bagus. Buktinya film �The Ring�. Nggak banyak yang tahu pastinya kalo cerita tentang Sadako ternyata diangkat dari novel juga.

Film ini bersettting di near future (2017) dimana teknologi forensik DNA untuk memecahkan kasus pembunuhan sudah sedemikian majunya. Seorang ilmuwan muda bernama Ryuhei Kagura berhasil mengidentifikasi wajah, fisik, hingga kepribadian pelaku pembunuhan hanya dari DNA dalam seutas rambut yang tertinggal di TKP. Namun metode Kagura tersebut mendapat tentangan dari seorang polisi kawakan bernama Reiji Asama karena dianggap ilegal.

Plot film kemudian bergulir ke kasus pembunuhan yang menimpa rekan Kagura, seorang gadis autistik namun jenius (penderita Savant Syndrome, google it please, it�s a cool syndrome) bernama Saki Tateshina. Namun ketika bukti DNA yang tertinggal di TKP tersebut diperiksa, ternyata itu adalah DNA Kagura sendiri sehingga ia terpaksa kucing2an dengan polisi dan harus membuktikan bahwa dirinya tak bersalah dengan menangkap pelaku pembunuhan yang sebenarnya.

Film ini keren, walaupun gue jujur bukan penikmat film action, sehingga adegan kejar2an yang harusnya memacu adrenalin antara Kagura dan para polisi justru bikin gue ngatuk. Plot twist-nya juga lumayan keren. Namun kekurangan film ini adalah kalian perlu at least sedikit pengetahuan tentang DNA dan ilmu genetik untuk bisa benar2 memahami film ini, terutama di bagian dimana si pelaku sesungguhnya menjelaskan motif pembunuhannya. Tapi overall, film ini keren dah kalo ditilik dari sisi misterinya dan merupakan tipikal film cerdas. Gue kasih nilai 4 kolor berdarah.

030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][22]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][24]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][26]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][28]030-men-underwear-2_thumb1_thumb

4. Mother

Film terakhir yang bakal gue bahas adalah salah satu film yang diakui sebagai salah satu film terbaik Korea, bahkan pernah diseleksi untuk menjadi salah satu nominasi film berbahasa asing terbaik di ajang Piala Oscar. Film Mother bisa dibilang memang lepas dari ranah horor dan menggabungkan unsur komedi, drama, serta misteri. Kisahnya cukup sederhana, tentang seorang ibu (uniknya ibu ini nggak dikasih nama di film ini) yang berusaha mati2an membela putra tunggalnya, Do-Joon, yang dituduh membunuh seorang gadis. Iapun menjadi detektif dadakan karena celakanya, si Do-Joon adalah anak dengan mental yang agak terbelakang dan sama sekali tak ingat dengan kejadian di malam gadis itu terbunuh. Ia juga terpaksa meminta bantuan Jin-Tae, berandalan yang menjadi sahabat Do-Joon sekaligus salah satu tersangka yang dicurigai dalam kasus pembunuhan itu.

Film ini benar2 bakalan menghanyutkan perasaan kita. Pertama kita bakalan dibuat tertawa terbahak2 oleh ulah konyol Do-Joon dan Jin-Tae yang selalu saja terlibat masalah. Kemudian kita dibuat terharu sekaligus tegang dengan proses penyelidikan sang ibu. Dan endingnya ... holy shit! Awalnya gue dibuat shock dengan plot twist dimana Do-Joon teringat siapa pelaku pembunuhan tersebut dan pelakunya bener2 bikin gue WTF! Dia pelakunya??? Namun cerita tak berakhir sampai di situ. Kisahnya masih akan bergulir dan membawa kita ke konklusi yang membuat gue bener2 terguncang dan hingga kini gue masih trauma dengan endingnya yang bisa gue bilang mahatragis. Pokoknya feeling gue mixed abis deh liat endingnya. Pokoknya inti dari film ini adalah seorang ibu akan melakukan apapun demi anak yang dicintainya, walaupun dengan cara yang mungkin takkan kalian harapkan.

Daya tarik film ini tentu akting mumpuni dari aktris veteran Korea, Kim Hye Ja yang memerankan sang ibu anonim ini. Another surprise, pemeran Do-Joon ternyata tak lain adalah Won Bin yang pernah populer lewat drama Korea �Endless Love� (gue bener2 harus ngacungin empat jempol buat akting begonya hehehe, so natural, ditambah muka dia yang polos abis).

Selain sisi akting, nilai artistik film ini benar2 dijunjung tinggi. Gue suka adegan di klimaks film ini, dimana hati sang ibu yang galau dan terguncang justru digambarkan dengan panorama alam yang indah lengkap dengan bunga2 berwarna-warni. Dan adegan pas hujan ... really memorable! Tapi adegan favorit gue adalah adegan saat Tae-Jin ngomong sama si ibu dan mengatakan, �Kau tahu ... hal yang paling aneh adalah ...� lalu dia nunjuk ke atas. Sumpah nggak tau, mungkin karena sinematografinya atau apa, gue bener2 merinding gara2 adegan itu dan nggak kepengen denger Tae-Jin ngelanjutin penjelasannya.

Overall, berapa nilai yang gue kasih. Karena gue lagi baik hati, gue kasih 5 CD berdarah deh. Maksimal banget lho itu :D

030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][10]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][12]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][14]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][18]030-men-underwear-2---Copy_thumb_thu[1][20]

Nah, sekian dulu review film2 horornya. Tumben2 khan gue kasih review film Hollywood hehehe. Tapi yang penting, film2 yang gue review selalu gue usahain anti-mainstream alias belum banyak kalian kenal, sehingga bisa jadi referensi. Nggak seru kali kalo gue review �Annabelle� yang semua orang kayaknya udah pernah nonton. Oya, target berikutnya gue kepengen bahas film2 horor dari negara yang lebih eksotis lagi, kayak India mungkin? Ada yang punya saran film Bollywood horor yang bagus?

Sabtu, 11 Oktober 2014

HITCH-HIKE PART 1/4

 

Hitch-hike adalah sebuah cerita yang kuadaptasi dari blog okaruto. Cerita seram ini mengisahkan sang narator yang berpergian dengan sahabatnya menggunakan metode hitch-hike, yakni menumpang pada setiap mobil yang mereka temui. Namun suatu malam, mereka menumpang sebuah mobil yang salah, membuat mereka mengalami berbagai peristiwa menakutkan dan tak bisa dijelaskan dengan akal sehat. Bagian endingnya, seperti biasa, telah aku ubah sehingga agak berbeda dengan yang ada di versi aslinya. Hanya ada 4 part dalam kisah ini. No curse or bad dream in this series what so ever. Selamat menikmati.

Kisah ini terjadi sekitar 7 tahun yang lalu. Aku baru saja diwisuda dan belum memiliki pekerjaan tetap. Kurasa aku tipe orang yang tidak begitu peduli dengan �tekanan� harus bekerja lah, harus menikah lah, jadi aku merasa santai dengan kondisiku saat itu.

�Pekerjaan yang lebih bagus nantinya akan muncul kok.� kataku pada diriku sendiri saat sedang bekerja paruh waktu, pekerjaan yang sudah kujalani sejak aku masih kuliah.

Peristiwa itu terjadi pada musim panas. Aku sedang berbincang dengan sahabatku, Kazuya (bukan nama aslinya) ketika entah mengapa topik �hitch-hiking� mengelilingi Jepang tiba-tiba muncul. Kau tahu, seperti backpacker, hanya kau melakukan perjalanan dengan menumpang mobil orang lain yang kebetulan lewat. Aku yang masih sangat muda saat itu langsung terobsesi dengan ide tersebut.

Sebelum aku melanjutkannya lebih jauh, aku akan memperkenalkan siapa Kazuya. Kami kebetulan kuliah di universitas yang sama dan kami pertama berjumpa pada semester awal kuliah kami. Ia adalah seorang playboy sejati, tipe orang yang suka main-main dan jarang berpikir dengan serius. Walaupun hobinya berganti-ganti pacar, namun tetap saja ia mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Aku adalah salah satu yang paling dekat dengannya. Kepribadiannya yang ekstrovert sungguh kontras dengan kepribadianku yang introvert dan apatis.

Kami akhirnya sepakat melakukan hitch-hiking bersama. Sebenarnya tak ada rencana matang yang kami persiapkan. Kami hanya menumpang dan menumpang tanpa rute yang jelas. Pertama, kami akan terbang menuju Hokkaido dan kemudian kembali ke tempat asal kami di Kyushu dengan hitch-hiking.

�Yeah! Jangan panggil aku Kazuya jika aku tak bisa menggaet perempuan dari tiap kota yang kita lewati!� kata Kazuya seolah-olah hanya dia di dunia ini yang bisa melakukannya. Walaupun, secara menyedihkan, sebenarnya aku mengharapkan hal yang sama.

Kazuya memiliki rambut panjang yang ia ikat ke belakang, membuatnya tampak seperti bartender �bad ass� sejati (dia memang bekerja di sebuah diskotik btw). Dan kebetulan juga aku juga berhasil menggaet beberapa kenalan wanita saat sedang nongkrong bersamanya.

Aku akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaan sampinganku dan Kazuya mengajukan cuti selama beberapa pekan. Kami membeli tiket ke Hokkaido dan mengisi tas backpacker oversized kami dengan barang2 yang kira2 kami butuhkan. Tiga minggu setelah merencanakan perjalanan ini, kami akhirnya terbang ke Hokkaido.

Ketika kami mendarat di Sapporo, kami makan siang dan berjalan-jalan melihat-lihat kota. Aku tak tahu apakah ini karena perjalanan kami, namun aku merasa sangat lelah sore itu. Akhirnya aku kembali ke hotel sementara Kazuya pergi untuk menikmati kehidupan malam di sana.

Kazuya tidak kembali malam itu, namun kami bertemu satu sama lain di lobby hotel paginya. Ketika aku melihatnya, ia membuat isyarat OK dengan jari2nya. Aku menduga ia menghabiskan malam dengan seorang gadis yang ia temui.

Hari itu juga, kami memulai hitch-hiking kami. Ini pertama kalinya kami melakukan hal tersebut dan kami berdua sangat excited.

Kami tidak memiliki rencana yang konkrit seperti �harus tiba di sini pada tanggal segini� atau target lainnya. Satu-satunya aturan yang kami miliki adalah �biarlah mereka membawa kita sejauh yang mereka inginkan�.

Namun ternyata hal itu tidaklah mudah. Kami menunggu selama sejam dan tak ada yang berhenti memberikan kami tumpangan.

Tepat ketika kami hampir menyerah, sebuah mobil menepi. Sudah satu setengah jam sejak kami memulainya. Hmmm .... tidak buruk. Namun mobil yang kami tumpangi tidak berniat untuk keluar kota, jadi mereka hanya membawa kami tidak begitu jauh ke arah selatan. Namun perjalanan tetaplah perjalanan, tak peduli berapapun jaraknya. Kami sudah merasa senang sudah bisa memulainya pada hari pertama.

Setelah mobil pertama yang mengangkut kami, kami memperhatikan bahwa seringkali yang berhenti untuk kami adalah sopir truk yang mengadakan perjalanan jarak jauh. Itu hal yang bagus sebab kami bisa melakukan perjalanan jarak jauh. Dan rupanya semua sopir truk itu, tidak seperti yang diduga banyak orang, adalah orang2 yang sangat baik. Naik truk benar2 adalah cara yang sangat efektif untuk melakukan perjalanan.

Pada hari ketiga, kami sudah mulai terbiasa. Ketika seorang pengedara truk menawarkan tumpangan, kami memberikan mereka sebungkus rokok sebagai ucapan terima kasih. Ketika yang mengangkut kami adalah pengendara mobil, kami memberikan mereka permen atau cokelat yang kami beli dari supermarket terdekat.

Sopir2 truk itu selalu senang ketika kami memberikan mereka rokok setiap kali kami menumpang, Kazuya selalu saja suka mengobrol dan dengan cepat menjadi akrab dengan mereka. Ia-lah yang menjaga atmosfer perjalanan selalu menyenangkan. Apalagi jika yang memberi kami tumpangan adalah wanita, maka Kazuya dengan mudah menjadi dekat dengan mereka.

Pada hari keempat, kami mencapai Honshu. Kami benar2 menikmati perjalanan kami sejauh ini. Kami bisa menikmati makanan2 lokal di tiap tempat yang kami kunjungi dan kami berteman dengan beberapa orang sepanjang perjalanan.

Untuk menghemat uang saku, kami berusaha berhenti di pemandian umum setiap hari dan menghabiskan malam di warnet. Bahkan, beberapa kali para pengendara truk menawarkan kami untuk menginap di rumah mereka. Kami benar-benar merasa bersyukur atas semua yang kami alami.

Namun sekitar dua minggu semenjak kami memulai perjalanan ini, ketika kami berada di pedesaan di dekat pegunungan di wiayah Koushin, keberuntungan kami mulai surut.

Siang itu, kami diturunkan di sebuah toko kelontong kecil di pinggir jalan raya yang sepi. Tak ada rumah sama sekali di sana, hanya bangunan kios itu. Dan lebih buruk lagi, tak ada satupun mobil yang berhenti untuk kami. Kami mulai merasa muak untuk menunggu. Dan karena hari yang sangat panas dan matahari bersinar sangat terik, kami mulai kesal.

�Aku tak percaya kita diturunkan di tempat terpencil seperti ini! Bukankah tadi sopir itu mengatakan dimana ia tinggal? Mungkin kita bisa tidur di tempatnya?� saran Kazuya.

Sopir truk itu memang mengatakan ia tinggal sekitar 10 menit perjalanan dengan mobil dari sini. namun kami sama sekali tak memiliki bayangan dimana itu, sehingga informasi itu tak banyak berguna bagi kami.

Kami memutuskan untuk menunggu mobil dengan bergiliran tiap 30 menit. Salah satu dari kami akan menunggu di dalam toko kelontong untuk mendinginkan diri, sementara yang lain akan berusaha mencari tumpangan di luar. Kemudian tiap 30 menit kami akan berganti giliran.

Ketika aku di dalam, sore mulai menjelang. Aku takut hingga malam tiba, saat toko ini tutup, belum ada mobil atau truk yang berhenti untuk kami.

Pemilik toko itu menyemangati kami, �Jangan khawatir Nak. Jika kalian belum mendapat tumpangan juga hingga malam, aku bisa membawa kalian ke kota.�

Aku merasa lebih tenang ketika mendengar perkataan dari orang baik itu. Memang kebaikan seperti itu yang biasa kami dapatkan di pedesaan seperti ini.

Sejam kemudian, kami belum mendapatkan satupun tumpangan. Kurasa memang tak banyak orang yang lewat daerah sini, pikirku. Aku hendak meminta bantuan sang pemilik toko untuk membawa kami bersamanya ketika sebuah mobil RV* memarkirkan diri di depan toko.

Saat itulah mimpi buruk kami dimulai.

BERSAMBUNG

 

*Mobil RV: Recreational Vehicle (atau dikenal juga dengan istilah karavan) adalah mobil berukuran besar yang bagian dalamnya ditata menyerupai rumah, dilengkapi sofa, tempat tidur, dapur, dan kamar mandi.

Minggu, 05 Oktober 2014

REAL PART 4/4 (FINAL)

 

Episode yang lalu: Tomohiko akhirnya tiba di Nagasaki untuk meminta bantuan Miss Akagi, namun lagi-lagi ia mengalami mental breakdown. Setelah bertemu dengan Miss Akagi, lagi-lagi sang hantu menampakkan wujudnya. Kini Tomohiko mulai mengerti sedikit tentang apa yang terjadi terhadap dirinya.

Aku ingin bangun sepagi mungkin keesokan harinya, namun ketika aku menemukan Miss Akagi pagi itu, beliau sudah menyelesaikan ibadah paginya.

�Selamat pagi, Tomohiko. Basuhlah wajahmu dan sarapanlah. Jika sudah selesai, kita akan pergi bersama-sama ke kuil utama.�

Sebelumnya akan kujelaskan. Agama Buddha memiliki banyak sekte dan Miss Akagi adalah pemimpin salah satunya. Sekte yang beliau pimpin memiliki sejarah panjang, bahkan disebutkan dalam buku teks. Ada banyak orang di penjuru Jepang yang mengikuti sistem kepercayaan yang sama. Walaupun sistem kepercayaan mereka sama, namun karena kondisi geografis, baik bagian timur dan barat Jepang memiliki kuil utamanya sendiri-sendiri. Karena aku berada di Nagasaki, maka kami berkiblat pada kuil yang ada di barat, yang letaknya cukup jauh dengan kuil dimana Miss Akagi tinggal.

Miss Akagi memberikan dua alasan mengapa kami harus pergi ke kuil utama. Pertama karena aku nampaknya memiliki suatu �skill� atau ketrampilan yang rasanya harus diasah. Aku sendiri tak bisa menjelaskannya, namun beliau mengatakan hal itu penting. Alasan lainnya karena kami harus melakukan semacam upacara peringatan bagi arwah yang mengikutiku, agar ia menemukan kedamaian dan jalan menuju ke sisi yang lain. Nenekku adalah yang paling bahagia ketika mendengarnya, namun ayahku tampak tak begitu setuju karena beliau belum begitu mempercayainya.

�Tak apa-apa Yah,� kataku pada beliau, �Aku akan kembali.�

Ketiika kami tiba, seorang pemuda sudah menunggu kami. Ia menyambut Miss Akagi dan kamipun pergi ke sebuah bangunan kecil di samping kuil utama ketika kami kembali disambut oleh lebih banyak orang yang bekerja dan tinggal di dalam kuil tersebut. Bahkan dengan penganut sebanyak itu, Miss Akagi masih tampak rendah hati. Di sana aku menyadari bahwa beliau cukup dikenal luas di Jepang dan akan mengunjungi berbagai kuil sepanjang tahun. Miss Akagi mengatakan bahwa perjalanan-perjalanan itu kadang membuatnya kesepian, namun beliau senang bisa berpergian di usia seperti itu.

Maka di sinilah aku, jauh dari kedua orang tuaku dan terpaksa tinggal di kuil ini sembari menunggu Miss Akagi pulang dari perjalanannya.

Awalnya aku merasa seperti sebuah beban bagi kuil ini karena diperlakukanseperti tamu. Oleh sebab itu aku kemudian membiasakan diri melakukan pekerjaan seperti yang dilakukan orang lain di sini agar tidak merasa canggung. Kupikir Miss Akagi juga berperan dalam meyakinkan semua orang di sini untuk menerima kehadiranku.

Ketika aku berada di sini, aku menyadari betapa beruntungnya aku. Aku berjumpa dengan seorang wanita yang dihantui siluman ular selama 40 tahun, dan bahkan keluarganya sudah porak poranda akibat kutukan iblis itu. Ia tak lagi memiliki kerabat, padahal keluarganya berasal dari garis keturunan samurai yang mashyur. Aku tak tahu jika ada orang-orang yang kondisinya lebih buruk ketimbang aku.

Entah apakah karena kebiasaan yang kulakukan di kuil ini, karena lingkungan dimana aku tinggal, ataukah karena bimbingan Miss Akagi sebelum ia meninggalkanku di sini, namun aku mulai secara perlahan mendapatkan kembali keberanianku. Namun itu tentu tidak berarti aku tak merasa takut ketika tiba-tiba aku merasa roh itu berada dekat denganku. Aku masih merasa takut akan hal itu.

Sebulan setelah aku tiba di kuil itu, Miss Akagi akhirnya kembali.

�Wah, tampaknya ada yang merasa lebih baik hari ini.� beliau tersenyum ketika melihatku dalam keadaan segar.

�Ini semua berkat Anda, Miss Akagi.�

�Dan apakah kau sudah melihatnya semenjak datang ke sini.�

�Tdak!� tentu saja aku tahu siapa yang beliau maksud, �Saya pikir ia sudah menyeberang ke alam lain. Lagipula, ini kuil utama bukan?�

�Bagaimana kau bisa seyakin itu?�

Tiba-tiba aku merasa wajahku berkedut dan Miss Akagi langsung menyampaikan dengan gamblang apa yang beliau maksudkan.

�Maaf, Nak. Aku tak berniat menakutimu, namun kau harus mengerti. Ada banyak orang di sana ang merasakan sakit, ini sudah tugasmu untuk menolong mereka, kau tahu?� aku merasa bahwa roh yang selalu mengikutiku termasuk di antaranya. �Tomohiko, aku ingin kau tinggal di sini sedikit lebih lama lagi. Kau harus belajar terlebih dahulu.�

Aku melakukan apa yang beliau katakan. Aku masih merasa trauma atas pengalaman mengerikan yang aku alami dan kalau boleh jujur, aku menikmati tinggal di sini. Waktu terasa berjalan lebih lamban di sini dan aku merasakan secercah kedamaian.

Aku berakhir tinggal di sana selama 3 bulan. Miss Akagi baru pulang semenjak itu dan aku sebenarnya merasa agak tak nyaman ketika berbicara dengan beliau kali ini, sebab aku mulai merasakan suatu kesedihan. Aku mulai merasa jauh dengan cara hidup dimana aku dibesarkan dan mulai merasa tak nyaman dengan hal tersebut. Ketika Miss Akagi pulang, aku juga sudah bersiap-siap untuk kembali ke rumah keluargaku.

Aku berpakaian dengan baju yang formal dan mengucapkan terima kasih kepada semua yang ada di kuil. Aku berjalan keluar didampingi Miss Akagi dan aku merasa sangat senang akan bertemu kembali dengan keluargaku.

Namun pada suatu titik aku menyadari bahwa Miss Akagi tiba-tiba lenyap. Padahal sebelumnya ia berjalan di sampingku. Aku menoleh dan melihat dia berdiri jauh di belakangku. Berpikir bahwa aku mungkin berjalan terlalu cepat, akupun kembali ke tempat ia berada.

�Tomohiko, apa kau pernah berpikir untuk tinggal di sini saja?� matanya terasa bersinar ketika mengatakannya. Terlihat bahwa ia menyadari betapa besar perubahan yang kualami selama tinggal di sini dan itu membuatku senang. Namun tetap, yang kuinginkan hanyalah kembali pulang.

�Maaf, saya tak bisa hidup seperti orang-orang ini untuk selamanya. Aku pikir apa yang mereka lakukan itu hebat, namun itu bukan untuk saya.� Aku menatap mata beliau, mencoba untuk terlihat meyakinkan dan serius.

�Biarlah aku mengatakannya dengan bahasa lain: kau tak bisa pergi dari sini.�

�Apa?�

�Ia masih bersamamu.� Miss Akagi tampak sedang melihat sesuatu yang tak bisa aku lihat. Aku merasakan wajahku berkedut kembali.

Baru dua bulan kemudian aku bisa meninggalkan kuil itu, berarti dengan total aku sudah menghabiskan waktu hampir setengah tahun di sana.

�Kupikir kini kau akan baik-baik saja, Nak! Namun aku ingin kau kembali ke sini minimal sebulan sekali untuk berjaga-jaga.� Miss Akagi berkata ketika aku meninggalkan kuil. Bahkan beliau sendiri tak bisa mengatakan apakah makhluk itu benar-benar pergi ataukah ia hanya sekedar bersembunyi.

Butuh waktu memang, namun aku akhirnya mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan lamaku. Ibuku-lah yang mengurus apartemenku selama aku pergi dan ada beberapa barang yang dipindahkan ke rumah kami. Beliau mengatakan, ketika beliau mengunjungi kamar apartemenku, seperti ada bau sesuatu yang terbakar dan ada serangga-serangga kecil mengerbungi tengah kamarku, di lantai. Aku tak memiiki keberanian untuk memeriksanya sendiri, namun ibuku mengatakan bahwa memang sebaiknya aku tak melihat serangga-serangga itu.

Satu hal yang paling aku syukuri semenjak keluar dari kuil itu adalah mendapatkan telepon genggamku kembali. Aku sudah tak memegangnya selama setengah tahun dan saat aku memeriksanya, ada ratusan SMS dan email memenuhi inbox-ku, kebanyakan berasal dari Ogawa. Ia menyalahkan dirinya atas segala yang aku alami � dan itu memang salahnya � serta meminta maaf, entah berapa kali. Banyak dari emailnya berisi saran tentang apa yang harus kucoba berikutnya � �Aku dengar kau bisa mencoba ini dan itu� serta �Aku menemukan orang yang mungkin bisa menolongmu.� � dan berbagai nasehat lainnya. Ia tampaknya mencoba membantuku sebisa mungkin. Ketika aku menceritakannya, ibuku bahkan mengaku bahwa ia bahkan datang berkunjung beberapa kali selama aku tak ada.

Dua hari setelah kedatanganku kembali ke rumah orang tuaku, Ogawa meneleponku. Aku tak bisa mendengar apa yang ia katakan karena suara musik yang gaduh di belakangnya. Ia nampaknya tengah berada di sebuah pesta, jadi aku menutupnya. Aku hanya mengiriminya SMS berisi, �Aku akan membunuhmu!�.

Ia membalasnya keesokan harinya mengatakan bahwa ia ingin meminta maaf. Ia berkata ingin datang dan berbicara langsung denganku. Aku setuju dan ia muncul malam itu juga. Ia tampak lelah setelah berkendara jauh dari Tokyo dan ia terlihat merasa sangat bersalah.

Begitu membuka pintu, aku langsung memukulnya dua kalo. Satu untuk membuatnya berhenti meyalahkan dirinya atas apa yang terjadi, dan yang kedua untuk membuatnya tahu kalau mengetahui ia sedang sibuk berpesta ketika aku dalam kesusahan benar-benar membuatku kesal. Ia tampaknya menerima dengan legawa tinjuku itu (lagipula tidak terlali keras kok, walaupun mungkin yang kedua agak terlalu terbawa emosi).

Aku menceritakan kepadanya segala yang terjadi. Kami bersenang-senang malam itu, seperti waktu-waktu dulu.

Ia bercerita balik kepadaku, apa yang terjadi pada Hayashi malam itu. Setelah ia berlari keluar dari rumah orang tuaku malam itu, Ogawa sudah tahu ada sesuatu yang ganjil. �Ia bertingkah sangat aneh.� cerita Ogawa. �Ia hanya diam di dalam mobil, kemudian tiba-tiba tertawa terbahak-bahak tiba-tiba, dan beberapa saat kemudian ia gemetar ketakutan. Ia terus mengatakan hal-hal seperti �Aku berbeda!� atau �Aku takkan melakukannya!� Itu benar-benar membuatku ketakutan.�

Semua ini membuatku teringat dengan kejadian di malam Hayashi berbicara dengan iblis itu. Aku mencoba menghapus gambaran itu dari benakku, namun tak berhasil.

�Maaf sudah menjadi seorang pengecut dengan meninggalkanmu malam itu.�

�Lalu apa yang terjadi dengan Hayashi? Apa benar dia pengusir hantu, aku meragukannya.�

�Yah, mungkin ia mengira kasusmu adalah sebuah hoax dan berpikir bisa memerasmu, namun ...� Ogawa tampak terdiam sebentar.

�Ada apa?�

�Aku mendengar dari temanku, aku tak tahu apa ini benar, namun Hayashi menjadi gila sejak saat itu.�

Aku terdiam. Aku menyadari pentingnya berkunjung ke kuil Miss Akagi sejak saat itu. Tahun pertama aku mengunjungi kuil sebulan sekali, sesuai pesan beliau. Namun tahun berikutnya, aku cukup pergi ke sana tiga bulan sekali. Dan dua tahun setelah terakhir kali aku melihat makhluk itu, Miss Akagi akhirnya memiliki kabar gembira.

�Kupikir kau tak perlu mencemaskan tentang dia lagi, Tomohiko. Namun kau harus tetap mengunjungi kuil ini sesekali dan ingat, jangan melakukan hal yang aneh lagi!�

Apa ini benar-benar telah berakhir?

Aku tak tahu.

Tiga bulan kemudian Miss Akagi meninggal, jadi mungkin aku takkan pernah tahu.

Aku harap aku dapat belajar lebih banyak dari beliau. Namun yang hanya bisa kulakukan sekarang hanyalah berharap dan berdoa.

Dua bulan setelah pemakaman beliau, aku akhirnya mampu merasa hidup normal kembali. Aku tiba di titik dimana aku hampir melupakan kejadian mengerikan yang pernah kualami itu. Aku tak perlu lagi membicarakannya dengan siapapun dan satu-satunya hal yang kuinginkan sekarang adalah hidup seperti biasa lagi.

Suatu hari, aku menemukan sebuah surat di dalam kotak surat, datang dari nenekku. Ketika aku membuka amplopnya, aku terkejut melihat bahwa di dalamnya ternyata ada selembar kertas dan sebuah amplop lain.

Aku membaca surat yang ditulis oleh nenekku.

�Miss Akagi memintaku untuk memberikan surat ini kepadaku. Sudah cukup lama sejak kematian beliau, sehingga aku bisa memenuhi janjiku kepada beliau.�

Aku membuka surat lain itu, yang ditandatangani oleh Miss Akagi.

Ada dua lembar kertas dalam surat itu. Aku kemudian membacanya.

Tomohiko,

Maaf tidak menulis kepadamu sesegera mungkin. Ini Akagi, kau mengenali tulisanku kan? Udah cukup lama semenjak semua kejadian itu, bukan? Apakah kau masih baik-baik saja? Aku harap kau sudah melepaskan ketakutanmu seluruhnya.

Ketika kamu tiba di rumahku, aku merasa takut. Aku tak mampu menangani roh yang kamu bawa bersamamu. Ia terlalu kuat untukku. Namun kau saat itu sangat ketakutan, aku sangat mengingatnya. Karena itulah aku mengatakan pada diriku sendiri untuk memberanikan diriku. Jika aku jujur, saat itu aku tak tahu bisa menolongmu atau tidak. Aku pikir kita saat itu sedang beruntung.

Bagaimana waktumu yang kauhabiskan di kuil? Kuharap kau mampu beristirahat selama di sana. Setiap kali aku kembali untuk mengunjungimu, aku selalu mengatakan kau belum bisa pulang. Apa kau ingat itu? Aku tahu jika kau melakukannya, sesuatu yang buruk akan terjadi kepadaku. Aku tahu pasti sangat membosankan bagi anak muda sepertimu, namun aku tak bisa membiarkanmu pulang jika itu berarti akan membahayakan jiwamu. Aku berdoa untukmu setiap hari, namun ia tak pernah pergi dari sisimu.

Namun aku pikir kau aman sekarang. Aku menduga ia pergi ke suatu tempat yang sangat jauh. Namun Tomohiko, jika sesuatu terjadi padamu, segeralah kembali ke kuil. Di sana kau bisa menjadi lebih kuat. Kau tahu itu. Dan ia takkan mampu menyakitimu di sana.

Aku hanya bisa berpesan kepadamu, jika kamu merasa kehilangan arah, berpalinglah ke arah Tuhan. Ketika yang kau miliki tinggallah rasa sakit, maka serahkanlah dirimu kepada-Nya. Bukannya aku menginginkan hal-hal buruk terjadi padamu, tidak. Namun jika ini semua ternyata belumlah usai, akan ada banyak kesulitan menanti di depanmu.

Kau bertemu banyak orang di kuil, bukan? Makhluk-makhluk yang sangat jahat akan mencoba menyakitimu seperti cara mereka menyakiti orang-orang itu. Mereka takkan pernah melepaskanmu. Mereka merasakan kenikmatan ketika melihat manusia menderita. Walaupun sangat pedih bagiku untuk mengakuinya, namun ada kasus-kasus dimana kami tak berdaya untuk menolong sang korban. Kami ingin menolong mereka, sangat ingin, namun kadangkala semua itu berada di luar batas kemampuan kami.

Aku ingin menolongmu, lebih daripada yang lain, Tomohiko. Aku melakukan semua yang aku bisa, tapi waktuku tak panjang lagi. Aku sudah tak bisa lagi merasakan kehadirannya, namun jangan biarkan itu membuatmu lengah. Ia mungkin sedang menunggu waktu yang tepat, dimana kau rapuh, untuk kembali menyelesaikan apa yang telah ia mulai. Selalu, waspadalah dengan sekitarmu dan jauhi tempat-tempat yang angker, mengerti! Percayalah padaku akan hal ini!

Maafkan aku telah berbohong kepadamu. Aku tahu sangat egois untuk mengatakan semua ini kepadamu setelah aku tiada. Namun selama sisa waktuku, aku akan terus mendoakanmu. Dan jangan pernah kehilangan imanmu pada Tuhan. Jangan pernah!

Tanganku bergetar ketika aku membacanya. Aku mulai merasa mulai dan berkeringat dingin. Jantungku berdetak amat kencang.

Apa yang harus kulakukan?

Kupikir aku sudah bebas, namun menurut surat ini ....

Tiba-tiba aku merasa sedang diawasi. Tapi kemana aku bisa lari? Jikapun aku bersembunyi, bukankah tidak sulit bagi makhluk itu untuk tiba-tiba muncul di hadapanku?

Sekali benih keraguan telah ditabur, maka ia akan bersemi. Tidak ada lagi yang dapat kupercaya. Apakah Miss Akagi disakiti oleh makhluk ini? Apakah ini alasan kenapa ia meninggalkan surat ini, untuk memperingatkanku? Apakah semuanya akan kembali seperti semula? Miss Akagi kukuh berbohong hingga akhir hayatnya. Seberapa burukkah ini sampai dia terus menyimpan kenyataan ini hingga napas terakhirnya?

Aku tahu banyak orang beranggapan bahwa bertemu hantu itu �keren� atau bahkan konyol. Namun, seperti yang kusampaikan di awal kisahku ini, bahwa semuanya tak telihat seperti di film-film. Mengalami kerasukan atau diikuti oleh sesuatu yang bukan berasal dari dunia ini bukanlah sesuatu yang bisa ditertawakan. Ini bukanlah lelucon. Karena itulah kau tak boleh lengah sedikitpun.

Tanganku masih bergetar dan aku tersadar, masih ada satu lembar surat lagi yang belum aku baca.

Masih ada satu rahasia lagi.

Akupun membaca lembar kedua tersebut.

Dan terakhir, ada sesuatu yang ingin kusampaikan kepadaku. Ini berada jauh di luar pemahamanku, namun aku pikir kau harus mengetahuinya.

Aku tak mengerti dengan sisi psikologis seperti aku mendalami sisi spiritual. Namun ada hal yang harus kau tahu tentang dirimu, sebab aku yakin kau sendiri pasti belum pernah menyadarinya.

Orang tuamu mengatakan hal-hal ini kepadaku sebelum kau datang. Mereka sangat khawatir denganmu dan berpikir bahwa mungkin ini alasan kamu mengalami semua ini. Aku ragu akan hal itu, namun mungkin saja itu semua ada kaitannya.

Aku pernah mengatakan bahwa kamu lemah, Tomohiko, dan kamu mungkin tak menyadarinya. Bukan lemah dalam sisi fisik, namun di dalam jiwamu ... ada sesuatu yang kosong dalam dirimu. Entahlah, mungkin engkau kesepian tinggal jauh bersama orang tuamu tanpa ada banyak teman yang bisa kau ajak bicara. Mungkin karena pekerjaanmu, mungkin karena sekolahmu yang berat, atau mungkin karena alasan yang jauh lebih sederhana, karena kau dibesarkan sebagai anak tunggal.

Karena itulah kau mungkin membayangkan hal-hal yang sebenarnya tak ada untuk mengisi kekosongan itu. Bukan makhluk itu yang aku maksudkan. Ia bukan sekedar imajinasimu, aku sendiri bisa melihatnya. Namun mungkin alasan kenapa ia bisa merasukimu, karena sisi lain dirimu ini.

Mungkin harus kuperjelas. Kau mengatakan memiliki sahabat bernama Ogawa. Namun ketika ibumu menelepon kantormu untuk menyampaikan pengunduran dirimu, bosmu dan rekan-rekan sekerjamu mengatakan hal yang tak mereka duga. Kata mereka, engkau sering berbuat aneh di kantormu. Kau sering berbicara sendiri saat makan siang dan menanyakan pria bernama Ogawa, yang mereka sendiri tak kenal.

Kau mengaku bahwa Ogawa yang membawa Hayashi ke rumahmu, namun kenyataannya orang tuamu mengatakan bahwa Hayashi datang sendirian malam itu karena kau sendiri yang memanggilnya. Beberapa hari setelah kau pulang, kau menyambut seseorang di pintu. Seseorang yang orang tuamu tak bisa lihat, namun kau tetap bercakap-cakap dan bercanda dengannya. Orang tuamu hanya mengikuti permainanmu, menganggap bahwa Ogawa itu ada, bahkan mengatakan bahwa ia sesekali mengunjungi rumah. Semua itu hanya agar kau tak kehilangan kewarasanmu.

Namun aku harus jujur kepadamu, sebab mungkin jika kau sadar akan semua ini, maka kau bisa mencoba lebih tegar dalam menghadapi hidupmu.

Tomohiko, kaulah Ogawa.

TAMAT

Kamis, 02 Oktober 2014

Time to say goodbye

Today we travelled back to Germany.

We had a great time with Heidi and her boys in Wales and the USA. Thank you very much!


Rabu, 01 Oktober 2014

NATO March

Today there was a lot of noise.


A spectacular NATo march with lots of airplanes took place in our current hometown.