Tampilkan postingan dengan label bencana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bencana. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2015

EVE OF DESTRUCTION: 10 BENCANA ARSITEKTUR TERBURUK DALAM SEJARAH

 

Dhaka_Savar_Building_Collapse

Gue sengaja menulis cerita ini karena terpana dengan bencana kebakaran yang menimpa bangunan tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Hal ini membuat gue berpikir, ternyata kesombongan manusia harus dibayar dengan mahal ya. Percuma saja membangun menara tertinggi di dunia untuk membuktikan keunggulan arsitektur dan engineering manusia, kalo ujung2nya justru membahayakan jiwa yang berada di dalamnya. Peristiwa ini membuat gue berpikir, ternyata menjadi arsitek adalah tugas yang berat, sebab mereka juga harus menjamin keselamatan orang2 yang menggunakan struktur yang mereka buat. Memang benar kata arsitek terkenal Frank Llyod Wright bahwa �seorang dokter bisa saja menyembunyikan kesalahannya, namun tidak bagi arsitek.... � sebab kesalahannya akan jelas terpampang di depan mata kita. Berikut ini 10 bencana arsitektur di dunia yang tak jarang memakan banyak korban jiwa.

NB: semua struktur dan bangunan di list ini semuanya runtuh karena human error dalam merancang desainnya, bukan karena penyebab eksternal seperti gempa bumi, bom, dan sebagainya. Karena itu gue nggak memasukkan tragedi runtuhnya WTC yang menewaskan hampir 3 ribu jiwa ke dalam list ini.

10. Menara Pisa (Pisa, Italia)

PISA

Kesalahan yang satu ini mungkin menjadi kesalahan terindah yang pernah dibuat manusia. Gue nggak yakin apakah menara ini akan meraih kepopulerannya seperti sekarang apabila tidak miring. Menara yang semula dibangun sebagai menara lonceng Katedral Pisa ini memang miring karena salah letak. Tanah dimana menara ini berdiri terdiri atas tanah liat dan pasir, sebab berada di antara dua aliran sungai, Sungai Arno dan Sungai Serchio. Akibatnya, menara ini langsung mengalami kemiringan begitu dibangun karena tenggelam masuk ke dalam tanah.

9. John Hancock Tower (Boston, Amrik)

18qhm1t6wma7ojpg

Gue nggak pernah suka dengan penampakan gedung pencakar langit kaca yang membosankan. Namun jujur aja, gue suka dengan desain bangunan yang satu ini. Gedung berkaca biru yang diarsiteki I.M. Pei pada 1976 ini walaupun keren, tapi justru mengundang banyak masalah. Dinding2 kacanya dilaporkan seringkali terlepas, mengancam nyawa pedestrian yang berjalan di bawahnya. Kini, sekitar 10.000 panel kacanya telah diganti, tentu saja dengan memakan biaya tak sedikit, 5 juta dolar (sekitar 60 milyar rupiah).

8. Lotus Riverside (Shanghai, Tiongkok)

18qhkzg1dweanjpg

Tragedi runtuhnya apartemen ini benar2 membuat gue dan siapapun yang melihat fotonya saja merinding. Ambruknya bangunan ini jelas2 menunjukkan ketidakseriusan developer dalam membangun pemukiman yang aman bagi warganya. Pada 27 Juni 2009, satu dari 13 menara Lotus Riverside di Shanghai runtuh akibat tanah di sekitarnya longsor. Untungnya kompleks apartemen belum berpenghuni. Bayangkan jika kompleks apartemen ini sudah penuh dan terjadi tragedi naas seperti ini, pasti mengerikan. Untungnya lagi, apartemen Blok 7 yang runtuh ini jatuh ke arah lapangan terbuka, tidak ke arah gedung yang ada di belakangnya. Jika itu terjadi, ke-13 gedung tersebut akan runtuh bak efek domino. Peristiwa naas ini merenggut 1 korban jiwa, yakni salah satu pekerjanya.

18qhky4opbzw8jpg

Selain tragedi ini, tragedi runtuhnya apartemen dalam skala yang lebih mengerikan pernah terjadi di Malaysia. Pada 11 Desember 1993 Apartemen Highland Tower di Selangor runtuh dan menyebabkan kematian 48 penghuninya, dimana 12 di antaranya adalah ekspatriat. Kejadian serupa juga pernah terjadi di kota Foggio, Italia, dimana Viale Giotto, sebuah apartemen setinggi 6 lantai rubuh begitu saja. Dari 71 penghuninya, hanya empat yang berhasil selamat.

7. Silver Brigde (Point Pleasant, Amrik)

silver2

Jembatan Silver Bridge dibangun pada 1928 untuk menghubungkan dua kota dari negara bagian yang berbeda, yakni Point Pleasant (West Virginia) dan Gallipolis (Ohio) menyeberangi Sungai Ohio. Namun pada 15 Desember 1967, jembatan ini rubuh di tengah kemacetan lalu lintas, menewaskan 46 orang. Penyebabnya ternyata hanyalah sebuah retakan mikroskopis sedalam 0,1 inchi yang kemudian menyebabkan seluruh struktur jembatan runtuh begitu saja. Walaupun ada beberapa peristiwa runtuhnya jembatan yang lebih menghebohkan (semisal Tacoma Bridge yang disebabkan resonansi angin), namun peristiwa ini terkenal karena kaitannya dengan urban legend tentang �Mothman�. Mothman dipercaya sebagai makhluk terbang misterius yang kehadirannya diduga meramalkan peristiwa mengerikan tersebut.

6. Hyatt Regency (Kansas City, Amrik)

Hyatt_Regency_collapse_floor_view

Berada di hotel mewah dan berkelas semacam Hyatt juga ternyata bukan jaminan keamanan. Tragedi Hyatt Regency melibatkan jatuhnya jembatan gantung yang berada di lobby hotel, di tengah sebuah pesta yang dihadiri 1.600 orang pada 17 Juli 1981. Kala peristiwa naas itu terjadi, beberapa tamu menyaksikan pesta di bawahnya dari atas jembatan gantung yang menjulang di lantai 2 dan 4. Pada saat itu, jembatan di lantai 2 dipadati 40 orang, sedangkan sekitar 20 orang berada di jembatan lantai 4. Jembatan di lantai 4 terletak menggantung tepat di atas jembatan di lantai 2. Sehingga otomatis, ketika runtuh, jembatan lantai 4 akan langsung menimpa jembatan lantai 2, yang kemudian menimpa lebih banyak orang yang berada di bawahnya. Secara mengejutkan, kejadian beruntun itu menyebabkan jatuhnya korban jiwa hingga 144 orang dan melukai ratusan lainnya. Sebagai gambaran, tiap jembatan terbuat dari beton yang berbobot 29 ton!

Kejadian saat itu digambarkan sangat kacau. Para paramedis yang datang dan melihat korban dengan luka yang terlalu parah, langsung memberikan morfin untuk memperingan penderitaan mereka, tanpa berusaha menyelamatkan mereka. Hal ini disebabkan karena dalam kondisi terdesak tersebut, paramedis harus berkonsentrasi pada mereka yang masih bisa diselamatkan. Tak jarang, petugas penyelamat terpaksa memutilasi mayat yang terjepit dan menghalangi mereka untuk menyelamatkan korban yang masih hidup. Penyelamatan para korban juga terancam dengan bocornya sprinkler pemadam kebakaran yang mengancam menenggelamkan para korban yang terjebak di bawah puing-puing. Hal ini masih diperparah dengan debu dari puing2 yang membatasi penglihatan para tim penyelamat serta dipadamkannya listrik (untuk mencegah kebakaran), sehingga mereka harus bekerja dalam kegelapan.

Penyebab peristiwa naas ini justru ditemukan seorang insinyur yang disewa koran setempat, Kansas City Star untuk menyelidiki insiden ini. Penemuan itu membuahkan sebuah Piala Pulitzer atas jasa pemberitaan mereka. Kecelakaan ini ternyata disebabkan karena keputusan kontraktor mengubah rancangan asli sang arsitek untuk kedua jembatan tersebut. Dalam desain aslinya, tiap jembatan akan menyokong bobot mereka sendiri. Namun sang kontraktor justru menyambungkan kedua jembatan tersebut sehingga jembatan lantai 2 menggantung di jembatan lantai 4. Akibatnya, selain harus menyokong bebannya sendiri, jembatan lantai 4 harus menopang berat jembatan lantai 2 pula. Inilah yang menyebabkan jembatan lantai 4 akhirnya putus dan menyebabkan insiden tersebut.

5. Sampoong Department Store (Seoul, Korea Selatan)

KOREA

Peristiwa runtuhnya pusat perbelanjaan di Seoul ini tentulah cocok diangkat menjadi sinetron, sebab diwarnai oleh berbagai intrik ketamakan bak sebuah drama Korea. Berbagai cela sudah menghantui pembangunan department store ini sejak awal pembangunannya. Bangunan ini dibangun pada 1987 di atas landfill (tempat penimbunan sampah) yang tentu memiliki struktur tanah yang tidak stabil. Awalnya bangunan ini didirikan sebagai sebuah apartemen berlantai empat, namun pemilik Sampoong Group yang tamak, Lee Joon, memutuskan untuk mengubahnya menjadi department store. Salah satu keputusan yang ia ambil adalah memangkas beberapa pilar untuk membuka tempat lapang untuk membangun eskalator. Hal ini ditentang keras oleh pihak kontraktor, yang takut perubahan tersebut akan mempengaruhi kestabilan gedung. Namun Lee menanggapinya dengan memecat dan mengganti kontraktor tersebut.

Pusat perbelanjaan tersebut akhirnya dibuka tahun 1990 dan selama 5 tahun berhasil menarik jumlah pengunjung yang fantastis, yakni 40.000 ribu orang per hari! Lee kemudian berminat untuk mengembangkan usahanya dengan membangun lantai kelima untuk dijadikan foodcourt. Pihak pengembang yang ditunjuk Lee menolak mentah2 rencana tersebut sebab fondasi bangunan itu hanya dirancang untuk menahan berat 4 lantai dan takkan kuat menopang satu lantai tambahan. Namun langkah bijak Lee lagi2 adalah dengan memecat mereka.

Pada April 1995, sekitar 3 bulan sebelum runtuh, para pegawai menemukan retak2 di lantai 5. Namun respon Lee hanyalah memindahkan barang2 dagangannya dari lantai tersebut ke lantai dasar untuk mencegah kerusakan barang2nya sendiri. Pada pagi, 29 Juni 2005, hari dimana kejadian naas itu terjadi, retakan mulai membesar hingga proporsi yang mengkhawatirkan. Namun pihak manajer masih enggan menutup toko sebab tak ingin mengalami kerugian. Pada pukul 5 sore, suara keras mulai terdengar dan bangunan runtuh. Pihak keamanan segera mengevakuasi para pengunjung, namun semua telah terlambat. Akibat kejadian itu, 1.500 orang terjebak dan 500 lebih jiwa melayang. Salah satu peristiwa dramatis yang terekam dalam kejadian naas ini adalah penyelamatan seorang gadis dari puing2 setelah terkubur hidup2 selama 17 hari.

Semula pemerintah Korsel menduga peristiwa menghebohkan ini merupakan ulah terorisme dari rival mereka, Korea Utara. Namun setelah terbukti tragedi ini disebabkan kelalaian para pengelolanya, semua pihak yang bertanggung jawab pun dijatuhi hukuman yang setimpal. Sampoong Group dibubarkan dan Lee dijatuhi hukuman penjara 10 tahun atas tuduhan �manslaughter� dan korupsi, serta seluruh kekayaan keluarganya dilucuti. Namun sebelum menyelesaikan masa tahanannya, Lee keburu meninggal dalam tahanan karena berbagai penyakit komplikasi. Namun tetap saja kematiannya takkan bisa mengganti nyawa 502 orang yang terbunuh secara tragis dalam peristiwa yang disebut2 �tragedi terbesar pada masa damai� semenjak Perang Korea.

4. San Francis Dam (Los Angeles, Amrik)

St_Francis_Dam_crop

Jebolnya Bendungan San Francis jebol pada tahun 1928 benar2 murni disebabkan oleh kesalahan rancangan bendungan yang tak menyesuaikan diri dengan alam di sekitarnya. William Mulholland, arsiteknya, terlalu pede karena bendungan buatannya, Mulholland Dam di Hollywood, Los Angeles, sangat sukses. Maka dia merancang bendungan San Francis ini dengan bentuk dan dimensi yang sama persis dengan bendungan sebelumnya, tanpa memperhatikan kondisi alam dimana bendungan baru ini berdiri.

Pagi pada hari yang sama sebelum kejadian, sang penjaga bendungan, Tony Harnischfeger sempat melaporkan ada kebocoran, namun tak ditanggapi serius oleh Mulholland. Secara tragis, sang penjaga bendungan bersama keluarganya yang tak berdosa menjadi korban pertama runtuhnya bendungan, diikuti 600 penduduk kota Santa Paula yang berada di dekatnya. Saking kuatnya arus, mayat korban bahkan hingga terbawa sampai perbatasan Mexico dan Samudra Pasifik. Peristiwa ini langsung menghancurkan karir sang arsitek. Saking menyesal dan sakit hatinya akibat kejadian ini, Mulholland yang diadili akibat tragedi ini sampai mengatakan �Saya iri terhadap mereka yang mati.�.

3. Rana Plaza (Dhaka, Bangladesh)

453E563E-7894-405B-95BA-859AEC15F3EC_mw1024_s_n

Peristiwa rubuhnya bangunan Rana Plaza (disebut juga sebagai Tragedi Savar karena ini terjadi di Distrik Savar) ini memang luar biasa tragis. Walaupun disebut sebagai Rana Plaza, namun gedung yang dimaksud sebenarnya adalah pabrik tekstil. Sang arsiteknya, Masood Reza, merancangnya sebagai pusat pertokoan (plaza),  bukan sebuah pabrik yang dipenuhi ribuan pekerja dan ratusan ton alat berat. Untuk memperparah keadaan, sang pemilik bangunan, pengusaha bernama Sohel Rana menggunakan kekuasaannya sebagai anggota partai politik yang berkuasa saat itu untuk menambahkan 4 lantai lagi secara ilegal tanpa sepengetahuan sang arsitek!

Pada 23 April 2013, sehari sebelum peristiwa tragis itu terjadi, retak2 ditemukan pada bangunan tersebut sehingga memicu evakuasi besar2an. Namun Sohel Rana kemudian memaksa para buruh kembali bekerja dengan mengancam tak menggaji mereka apabila mereka menolak bekerja kembali.

Dengan terpaksa, sekitar 3 ribuan pekerja tersebut kembali bekerja keesokan harinya. Namun pada pukul 8.57 pagi, empat lantai teratas bangunan tersebut serta merta runtuh, menewaskan 1.129 orang. Tragisnya, sebagian besar korban merupakan para wanita dan juga anak2 mereka yang dititipkan di gedung sama sembari mereka bekerja. Seperti penderitaan para korban belumlah cukup, pemerintah Bangladesh kala itu secara resmi menolak bantuan dari PBB dan dunia internasional demi menjaga �harga diri� bangsa mereka.

Demo besar2an terjadi di seluruh negeri setelah salah satu tragedi arsitektur terbesar sepanjang sejarah itu terjadi, sebagian besar berasal dari para buruh yang menuntut perlindungan akan keselamatan mereka saat bekerja. Dari 29 brand internasional yang menggunakan jasa para buruh Rana Plaza untuk memproduksi produk2 berkualitas mereka, hanya 7 yang bersedia bertanggung jawab dan mengumpulkan dana kompensasi demi memperingan penderitaan para korban dan keluarga mereka. Sementara sebagian besar brand2 besar lainnya seperti Carrefour dan group raksasa asal Amerika, Walmart menolak untuk bersimpati sedikit saja kepada para korban. Padahal upah buruh yang rendah di negara berkembang di Bangladesh tentu saja telah memberikan keuntungan yang luar biasa besar bagi perusahaan mereka.

Bagaimana dengan nasib Sohel Rana sendiri? Ia ditangkap polisi setelah sempat buron, namun kemudian pengadilan meluluskan permintaan pembebasan bersyaratnya. Hingga kini, total uang kompensasi bagi para keluarga 1.000-an korban jiwa ini hanya sekitar 30 juta dollar (yang bahkan belum dibayarkan sepenuhnya). Bandingkan dengan kompensasi yang didapat 100-an korban jiwa tragedi Hyatt Regency yang mencapai 140 juta dollar. Pemerintah Bangladesh sendiri sama sekali tak membangun monumen apapun untuk mengenang para korban meninggal, sehingga para keluarga korban berinisiatif membangun monumen mereka sendiri untuk memperingati penderitaan para buruh di negeri itu: sebuah patung yang menghunus palu dan sabit di tangannya. Mengkhawatirkan.

2. South Fork Dam (Pensylvania, Amrik)

18qhsppdanmz2jpg

Bencana serupa yang hampir sama dengan jebolnya Bendungan San Francis, namun dalam skala yang lebih jauh lebih besar, pernah terjadi di Pensylvania. Robohnya bendungan South Fork merupakan bencana arsitektur dengan korban jiwa terbesar di dunia dalam sepanjang sejarah modern. Bendungan ini aslinya dibangun pada 1838-1853 untuk membendung Danau Conemaugh demi kepentingan irigasi kota di dekatnya, yakni Johnstown. Beberapa kali bendungan ini mengalami kebocoran, namun hanya ditangani dengan seadanya. Kondisi bendungan yang sudah lapuk diperparah dengan keputusan menaikkan tinggi air dalam bendungan agar tempat tersebut dapat dijadikan tempat pemancingan. Segera, cottage dan clubhouse menjamur di sekitar bendungan itu untuk menarik wisatawan2 kaya.

18qhslpc395vwjpg

Pada 31 Mei 1889, bendungan ini akhirnya jebol setelah hujan berkepanjangan dan menumpahkan 20 juta ton liter air, menewaskan 2.209 penduduk yang tinggal di sekitarnya. Penyebab bencana tragis ini ternyata sangatlah miris. Seseorang ternyata melepas dan menjual 3 pipa besi yang digunakan untuk mengatur pengeluaran air dari bendungan tersebut sebagai besi kiloan. Akibat perbuatan sepele tak bertanggung jawab itu, ribuan orang tak berdosa kehilangan nyawa mereka.

1. Fidenae Amphiteathre (Fidenae, Italia)

Fidenae-Ten-Devastating-Unnatural-Disasters_thumb

Peristiwa runtuhnya stadion ini sejauh ini merupakan tragedi arsitektur terburuk sepanjang sejarah umat manusia. Dan mengejutkannya, tragedi ini terjadi pada masa kekaisaran Romawi Kuno pada tahun 27 M. Seperti tragedi2 lainnya, bencana ini disebabkan oleh ulah seorang enterpreneur tamak yang membangun amphiteathre murahan dari kayu untuk menampung 50 ribu penonton yang memadatinya demi menyaksikan pertandingan gladiator. Namun stadion itu rubuh dan menewaskan sebanyak 20 ribu orang, suatu angka yang mencengangkan dan sukar dipercaya, bahkan di zaman modern seperti ini.

Nah, itulah 10 bencana arsitektur terbesar dalam sejarah manusia. Ternyata menjadi arsitek nggak semudah yang kita duga ya? Walaupun sudah merancang sebaik mungkin, belum tentu rancangannya akan dilaksanakan sebaik mungkin oleh para developer maupun kontaktor. Dan yang pengen gue soroti juga, ilmu teknik dari para insinyur yang mewujudkan rancangan impian para arsitek ini ternyata lebih penting dan patut kita hargai.

DON�T PANIC: 10 TRAGEDI KEPANIKAN MASSAL TERPARAH DALAM SEJARAH

 

  haji

*apa yang akan kalian lakukan jika terjebak dalam kerumunan seperti ini?*

Gue nggak tahu terjemahan yang tepat dari �human stampede�, jadi di sini gue akan menggunakan istilah �kepanikan massal�. �Human stampede� adalah kondisi dimana karena dipicu suatu hal, kerumunan massa yang berjumlah besar menjadi panik sehingga saling mendorong, tak jarang menimbulkan korban tewas akibat terhimpit atau terinjak-injak. Tragedi kepanikan massal bisa terjadi dimana saja, seperti di stasiun kereta, konser, pesta tahun baru, stadion olahraga, bahkan saat upacara keagamaan, asal terdapat banyak orang. Banyaknya korban tewas dalam kepanikan massal ini akan membuat kita sadar bahwa sebisa mungkin kita harus menjaga pikiran kita jernih dan menghindari rasa panik berlebihan saat kita merasa terancam bahaya. Sebab kadangkala dampak kepanikan akan lebih buruk ketimbang situasi yang menyebabkan kepanikan tersebut.

1. Brooklyn Bridge Stampede

Kapan dan Dimana: 30 Mei 1884 di New York, Amerika Serikat

Korban jiwa: 15 orang

brooklyn bridge

Ketika pertama dibuka, Jembatan Brooklyn yang menghubungkan Manhattan dengan Brooklyn, menjulang bak monumen raksasa yang membanggakan bangsa Amerika. Dibutuhkan waktu 14 tahun untuk menyelesaikan jembatan ini sehingga pesta pembukaannya-pun dibuat luar biasa meriah, dihadiri ratusan ribu warga. Sekitar 150.000 pedestrian memadati jembatan ketika tiba-tiba seseorang berteriak �Jembatan runtuh!!!�. Hal ini memicu kepanikan massal yang menyebabkan 15 orang terinjak-injak hingga tewas. Tragisnya, rumor itu sama sekali tidak terbukti benar. Untuk membuktikan keamanan jembatan ini bagi warga New York, pengusaha sirkus bernama PT Barnum mengadakan parade gajah melintasi jembatan ini. Namun tetap ini membuktikan bahwa dalam situasi seperti itu, kita sebaiknya jangan mempercayai isu yang belum jelas kebenaran dan asal-usulnya.

2. Heysel Stadium Disaster

Kapan dan Dimana: 29 Mei 1985 di Brussel, Belgia

Korban jiwa: 39 orang

  heysel

Ini adalah salah satu tragedi terburuk dalam sejarah persepakbolaan di Eropa, dimana kerusuhan di dalam stadion Heysel mengakibatkan kematian 39 orang dan 600 lainnya mengalami luka2. Kerusuhan tersebut terjadi sebelum pertandingan final Piala Eropa antara tim Juventus dari Italia melawan Liverpool dari Inggris. Tragedi ini bermula ketika fans Inggris yang beringas (dikenal dengan sebutan �Hooligan�) berusaha merangsek masuk ke area dimana fans Juventus berada. Fans Juventus yang ketakutan berbondong-bondong kabur ke arah berlawanan sehingga mendesak para fans yang terlebih dulu duduk dekat dinding beton (yang kemudian hancur karena tekanan ribuan orang tersebut).

Peristiwa ini menyebabkan puluhan fans Juventus tewas dan tim Liverpool dilarang untuk bertanding di kejuaraan Eropa manapun selama 5 tahun. Ini bukan satu-satunya kerusuhan yang disebabkan oleh fans Liverpool. Pada 15 April 1989, kepanikan massal kembali melanda di Stadium Hillsborough, Inggris saat pertandingan Liverpool melawan Nottingham Forest, menyebabkan 96 korban tewas. Namun tragedi kerusuhan sepak bola terbesar dalam sejarah adalah tragedi pada babak kualifikasi Olimpiade tahun 1964 di Lima, Peru yang menyebabkan 318 orang tewas terinjak-injak dalam kepanikan massal yang tragis.

3. Shiloh Baptist Church Disaster

Kapan dan Dimana: 19 September 1902 di Birmingham, negara bagian Alabama, Amerika Serikat

Korban jiwa: 115 orang

  Shiloh Baptist Church 1902

Jemaat gereja kulit hitam yang kala itu sedang mendengarkan kotbah pendeta seketika jatuh ke dalam kepanikan karena mengira gereja dilanda kebakaran. Pada malam kejadian, dua orang jemaat berselisih karena memperebutkan tempat duduk. Salah satu orang berteriak �Fight!� (pertengkaran), namun kebanyakan jemaat justru mengira mereka mendengar kata �Fire!� (kebakaran), menyulut kepanikan massal. Desain gereja memperparah kejadian ini. Untuk menuju ke pintu keluar, mereka harus menuruni sebuah tangga. Dorongan dari orang2 yang panik di belakangnya menyebabkan mereka yang berada di depan terjatuh dan bertumpukan di depan pintu, memblokir satu-satunya jalan keluar. Saat kejadian, tumpukan tubuh manusia sudah mencapai 3 meter. Tambahkan dorongan dari sekitar 1.500 orang yang panik di belakangnya, tak heran jumlah korban jiwa sangat banyak. Namun musibah di gereja ini bukan satu2nya kepanikan massal yang ironisnya terjadi saat perayaan keagamaan yang seharusnya berlangsung damai, seperti yang akan terlihat di list ini.

4. Kiss Nightclub Fire

Kapan dan Dimana: 27 Januari 2013 di Santa Maria, Brazil

Korban jiwa: 242 orang

stampede brazil

Kepanikan massal bisa terjadi dimana saja, namun dampaknya akan lebih mematikan apabila terjadi di ruang tertutup, apalagi bila diperparah dengan kebakaran. Akibat satu langkah sepele, yakni menyalakan kembang api di dalam diskotik, kebakaran kecil segera merembet dan menyulut kepanikan massal. Banyaknya korban jiwa disebabkan hanya ada satu pintu keluar (yang juga sekaligus pintu masuk). Hal ini diperparah dengan jumlah orang di dalam diskotik yang melebihi kapasitas maksimal (sekitar hampir 1.000 orang). Banyak korban tewas terjebak di dalam kamar mandi setelah mengira bahwa pintu kamar mandi adalah pintu keluar darurat. Sekitar 180 korban ditemukan bertumpuk di dalam kamar mandi sempit itu, semuanya tewas. Bisa dibayangkan kepanikan yang terjadi apabila kalian terjebak di dalam gedung dengan keamanan tak memadai seperti denah ini.

220px-Kissnightclub.svg

Tragedi lain yang melibatkan kebakaran, namun dalam skala lebih besar adalah tragedi di Iroquois Theatre di Chicago, Amerika Serikat pada 30 Desember 1903 ketika 2.000 orang terjebak di dalam gedung teater yang terbakar. Minimnya pintu keluar menyebabkan pintu terhalang tumpukan tubuh dan menyebabkan kematian sia-sia dari sekitar 600 orang.

  theatre

5. Phnom Penh Stampede � 456

Kapan dan Dimana: 22 November 2010 di Phnom Penh, Kamboja

Korban jiwa: 456 orang

  cambodia stampede aftermath

Peristiwa kepanikan massal ini terjadi baru-baru saja di tahun 2010 dan disebut-sebut sebagai tragedi terbesar di Kamboja sejak genosida pada masa Khmer Merah. Di tengah perayaan �Khmer Water Festival�, ribuan orang berdesak-desakan di tengah jembatan sungai Tonle Sap, dimana arus manusia masuk dan mendorong dari dua arah. Kepanikan segera melanda ketika polisi menyemprotkan air ke arah kerumunan untuk membubarkan mereka. Secara mengejutkan, sekitar 456 orang meninggal akibat terhimpit ataupun jatuh ke sungai dan tenggelam. Beberapa tewas karena tersetrum akibat menyentuh kabel listrik yang menjalar di atas jembatan. Dan yang menyedihkan, hampir seluruhnya adalah muda-mudi. Pemandangan aftermath yang �eerie� menampakkan ribuan sepatu dan benda-benda lain milik para korban berceceran di TKP jembatan tersebut.

6. Kumbha Mela Stampede

Kapan dan dimana: 3 Februari 1954 di Allahabad, India

Korban jiwa: 500-800 korban

  kumbh mela 2010

India merupakan salah satu tempat dimana sering terjadi peristiwa kepanikan massal yang memakan banyak korban jiwa. Tragisnya, kepanikan massal ini justru seringkali terjadi di tengah ritus massal agama Hindu yang diikuti oleh ribuan orang. Namun tragedi terbesar dalam sejarah India adalah tragedi dalam perayaan Kumbha Mela (upacara mandi bersama) di kota Allahabad, negara bagian Uttar Pradesh. Perayaan ini spesial bagi bangsa India sebab inilah perayaan religius pertama sejak India mendapatkan kemerdekaan mereka dari Inggris. Tak heran, sekitar 4-5 juta peziarah berpartisipasi. Ketiadaan kontrol massa menyebabkan kekacauan yang berakibat ratusan korban jiwa terinjak-injak dan tenggelam. Jumlah korban jiwa dalam peristiwa ini masih simpang siur. Media dalam negeri India menyebutkan sekitar 500 orang tewas, namun media luar negeri seperti The Guardian melaporkan hingga 800 orang kehilangan nyawanya akibat kejadian ini. Sebagai catatan, perayaan Kumbha Mela merupakan perayaan agama terbesar di dunia, dimana pada 2010 memecahkan rekor dengan mengumpulkan 80-100 juta peziarah di Sungai Gangga.

india

Peristiwa naas lainnya terjadi sepanjang sejarah India, seperti di Kuil Vidhan Bhavan, kota Nagpur pada 1994 ketika 113 orang tewas setelah berhimpitan dengan sekitar 40 ribu orang. Tragedi2 lainnya yang tercatat di abad ke-21 adalah di Maharashtra tahun 2005 (265 korban jiwa), di Kuil Naina Devi tahun 2008 (162 korban jiwa), Kuil Chamunda Devi di Jodhpur pada 2008 (224 korban jiwa), Kuil Ram Janki di Kunda pada 2010 (71 korban jiwa), Kuil Sabarimala di Kerala (102 korban jiwa), dan saat festival Navatri tahun 2013 (115 korban jiwa).

7. Baghdad Bridge Stampede

Kapan dan dimana: 31 Agustus 2005 di Baghdad, Irak

Korban jiwa: 953 orang

  baghdad

Salah satu kematian massal terbesar dalam sejarah Irak ini tak terjadi akibat serangan teroris maupun angkatan bersenjata Amerika Serikat, melainkan diakibatkan kepanikan mereka sendiri. Pada 2005, segerombolan besar penganut Muslim Syiah mengikuti sebuah festival kegamaan di jembatan Al Maimmah di Baghdad ketika rumor tentang serangan bom bunuh diri menyeruak. Semua orang panik dan mencoba berlari ke segala arah di tengah kerumunan. Hampir seribu orang meninggal karena sesak napas, terinjak-injak, maupun tenggelam karena terjun dari jembatan.

8. Khodynka Tragedy

Kapan dan Dimana: 30 Mei 1896 di Moskow, Rusia

Korban jiwa: 1.389 orang

  russia-khodynka-tragedy-granger

Tragedi Khodynka merupakan salah satu tragedi �human stampede� terbesar di dunia dimana lebih dari seribu penduduk Moskow tewas setelah berdesak-desakan di Lapangan Khodynka. Tujuan kerumunan massa saat itu hanya demi menerima hadiah berupa sebuah parcel berisi selembar roti, sosis, kue pretzel, kue jahe, dan sebuah cangkir. Hadiah tersebur dibagikan secara massal untuk memperingati kenaikan tahta Kaisar Nicholas II sebagai Raja Rusia. Sejak jam 5 pagi, sudah sekitar setengah juta penduduk memadati lapangan. Sekitar 1.800 personel polisi yang diterjunkan gagal mengkondusifkan situasi sehingga terjadi kepanikan massal yang menewaskan 1.389 orang dan melukai 1.300 lainnya. Yang lebih mengerikan, sang kaisar yang baru naik tahta justru menutup mata atas penderitaan rakyatnya ini, bahkan malah mengadakan perayaan berupa pesta dansa meriah pada malam setelah peristiwa naas itu terjadi.

9. Tragedi Haji

Kapan dan Dimana: 2 Juli 1990 di Mekah, Saudi Arabia

Korban tewas: 1.426 jiwa

  050121_hajj_vlarge_2p.standard

Ibadah haji yang sudah dilaksanakan selama 14 abad pasti membuat kita berpikir bahwa pelaksanaannya pastilah sudah dikelola secara profesional. Namun kenyataannya tidak! Terdapat banyak tragedi kepanikan massal dalam pelaksanaan ibadah haji dimana sudah terhitung ribuan korban jiwa tewas di kota suci Mekah. Bencana terbesar adalah pada tahun 1990, dimana kepanikan massal melanda terowongan pedestrian �Al Maisim� yang mengarah dari Mekah menuju Mina dan menewaskan 1.426 peziarah. Tragedi ini bukan satu-satunya, sebab diikuti dengan tragedi2 lainnya, terutama pada saat ritual jumroh seperti pada tahun 1994 (korban jiwa sebanyak 270 orang), 1998 (118 korban jiwa), 2001 (35 korban jiwa), 2003 (14 korban jiwa), 2004 (251 korban jiwa), dan 2006 (345 korban jiwa).

10. Tragedi Chongqing

Kapan dan Dimana: 5 Juni 1941 di Chongqing, Tiongkok

Korban tewas: 4.000 jiwa

  CHONGQING

Serangan pasukan Jepang ke kota Chongqing di Cina dalam Perang Dunia II secara keseluruhan menewaskan 10 ribu korban sipil tak berdosa. Namun tak semuanya meninggal akibat kekerasan maupun serangan bom. Serangan militer selama 3 jam pada 5 Juni 1941 membuat panik sekitar 4 ribu warga yang bersembunyi di dalam bunker. Mereka sebenarnya aman di dalam sana. Namun mereka telanjur ditenggelamkan kepanikan sehingga akhirnya tewas akibat sesak napas.

BONUS:

Tragedi Carrefour

Kapan dan Dimana: 11 November 2007 di Chongqing, Tiongkok

Korban jiwa: 3 orang

  carrefour

Tragedi ini gue masukkan ke dalam bonus karena menurut gue ini adalah tragedi kepanikan massal paling bodoh dalam sejarah. Sekitar 3 orang tewas akibat berdesak-desakan dengan ribuan orang lainnya di Carrefour hanya untuk mendapatkan promo diskon sebesar 20% untuk minyak goreng.

Setelah mempelajari apa yang bisa diakibatkan oleh kepanikan massal, apa yang harus kita lakukan saat terjebak di tengah2 kepanikan massal? Pertama, jangan remehkan cedera akibat �human stampede�. Dalam kondisi panik, manusia akan memompa hormon aderanalin yang akan memberikan mereka kekuatan lebih. Pada kondisi panik, tekanan yang diberikan dari 6-7 orang yang mendesak ke arah yang sama cukup untuk membengkokkan pagar besi, bahkan meruntuhkan tembok batu bata.

Lakukan tindakan pencegahan, seperti selalu memperhatikan dimana pintu �exit� darurat ke manapun kamu pergi, seperti ke mall, stadion, atau di manapun terdapat banyak orang berkerumun. Jika kamu sudah telanjur terjebak di dalam kerumunan yang panik dan mereka bergerak ke satu arah (biasanya menuju pintu mereka masuk), ikuti saja dan jangan pernah melawan arus. Jangan pernah berdiri bertahan di tempat kalian berada, apalagi membungkuk atau duduk. Bergeraklah bersama dengan kerumunan dengan posisi kedua tangan melindung dada seperti petinju, untuk menghindari sesak napas akibat paru-paru kalian tertekan.

Jika memungkinkan untuk meloloskan diri, bergeraklah secara diagonal, menuju ke tempat yang aman. Dan yang paling penting, jangan pernah bersandar di tembok atau pagar, karena walaupun tampak aman, namun kalian bisa terhimpit oleh tekanan dari dua arah: dinding itu sendiri dan dari kerumunan orang.

Usahakan jangan sampai terjatuh. Jika kalian terjatuh, usahakan untuk segera bangun. Jika tidak bisa, lindungi kepala kalian dengan tangan kalian dan meringkuklah seperti posisi janin, untuk melindungi dada dan perut kalian. Jangan pernah biarkan perut atau punggung kalian terekspos untuk melindungi paru-paru kalian.

Namun lebih baik sedia payung sebelum hujan. Jika kalian berada di kerumunan massa dan merasa bahwa situasi memanas, sebaiknya kalian segera keluar dari kerumunan tersebut (walaupun sedang ada diskon besar atau ada performance dari band favorit kalian), sebab harga yang kalian akan bayar bila2 benar2 terjebak dalam kerusuhan massal takkan setimpal. Dan tentu yang lebih penting dari semua itu: selalu berpikir jernih, apapun kondisi berbahaya yang kalian hadapi. Jangan langsung percaya pada isu yang kalian dengar sehingga larut dalam kepanikan massal.

Minggu, 01 Februari 2015

ANCIENT APOCALYPSE: 10 BENCANA ALAM DALAM SEJARAH KUNO

 

John_Martin_-_Sodom_and_Gomorrah

Gue pernah menulis tentang 10 bencana alam paling dahsyat dalam sejarah yang tragisnya, tiga di antaranya terjadi di Indonesia (letusan Krakatau, Tambora, dan Toba). Kini postingan sejenis bertema bencana kembali gue buat, kali ini membahas bencana2 kuno yang pernah terjadi di dunia. Tak hanya masyarakat modern yang harus menghadapi ancaman bencana alam, masyarakat zaman dahulu juga menghadapi resiko yang sama. Bahkan, kerusakan dan dampak yang ditimbulkan tentu lebih dahsyat mengingat teknologi mereka yang lebih primitif. Berikut ini 10 bencana alam paling mengerikan yang pernah terjadi dalam sejarah dunia kuno.

10. Letusan Gunung Vesuvius

Dimana: Teluk Naples, Italia

Kapan: 24 Agustus 79 M

245344487_607dfa5b16

Kalo Gunung Vesuvius masih asing di telinga kalian, bagaimana dengan kata �Pompeii�? Yap, letusan gunung inilah yang memusnahkan kota legendaris Pompeii pada tahun 79 M. Tak banyak yang tahu bahwa selain meluluhlantakkan Pompeii, gunung berapi ini juga menghancurkan sebuah kota lain bernama Herculaneum, yang bahkan lebih dekat jaraknya dengan gunung Vesuvius ketimbang Pompeii. Namun tragedi di Pompeii tentu lebih melegenda sebab seluruh kota dan para penghuninya terawetkan dengan cara yang menyeramkan.

9. Gempa San Francisco

Dimana: San Francisco, Amerika Serikat

Kapan: 1906

SFEq06_01

Bayangkan kota berarsitektur Eropa yang indah seperti San Francisco, kemudian bayangkan kota tersebut luluh lantak akibat gempa. Gempa ini merupakan gempa paling terkenal sekaligus paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat. Daerah pantai barat Amerika seperti Los Angeles dan San Francisco memang termasuk wilayah Cincin Api (Ring of Fire), sama seperti Indonesia, sehingga rawan bencana. Estimasi mengindikasikan gempa yang menerjang saat itu berkekuatan 8, 3 SR dan menyebabkan korban jiwa sebanyak 3.000 orang. Tak hanya meluluhlantakkan kota dengan goncangannya, gempa juga menyebabkan kebakaran besar yang menghantam selama 3 hari, menambah derita dan kerusakan infrastruktur salah satu kota terindah di Amerika tersebut. Namun sisi positifnya, penelitian besar2an para akedimisi terhadap gempa ini melahirkan seismologi dan sebagian besar ilmu yang kita ketahui mengenai gempa bumi berasal dari penyelidikan ini.

8. Letusan Gunung Pelee

Dimana: Kepulauan Karibia

Kapan: 1902 M

mount-pelee-eruption

Bencana ini mungkin masih kalah jika dibandingkan dengan jumlah korban dari bencana2 alam lain di list ini. Namun jika dihitung presentase korban yang tewas, bencana ini jauhlah lebih dahsyat. Ketika Gunung Pelee meletus pada 1902 di sebuah pulau bernama Martinique, sebuah koloni Prancis di Karibia, hampir seluruh penduduknya yang berjumlah 30.000 tewas. Yang selamat dari bencana mematikan hanyalah 1 orang, yakni seorang tahanan yang kebetulan saat itu dikurung di penjara bawah tanah. Bayangkan, populasi satu pulau lenyap dan hanya menyisakan satu orang selamat!

7. Gempa Siria

Dimana: Mesir dan Siria

Kapan: 20 Mei 1201 M

Margush-2300BC

Gempa ini tercatat sebagai salah satu gempa terbesar dan paling mematikan dalam sejarah. Diduga gempa dahsyat berskala 7,6 SR ini menelan sekitar 1,1 juta korban jiwa. Jumlah ini cukup mencengangkan mengingat populasi penduduk dunia saat itu jauh lebih sedikit ketimbang sekarang. Bila dikalkulasikan dengan jumlah penduduk sekarang, mungkin jumlah korban bisa berjumlah ratusan juta jiwa.

6. Wabah Antonine

Dimana: Kekaisaran Romawi

Kapan: 165-180 M

AntoninePlague

Wabah yang pernah melanda Roma ini dinamai berdasarkan salah satu korbannya, yakni Kaisar Aurelius Antoninus. Yup, bisa dibayangkan bahkan seorang kaisar-pun tak lolos dari wabah maut ini. Penyakit ini diidentifikasi oleh Galen, seorang dokter terkenal Yunani, disebabkan oleh cacar. Penyakit ini diduga disebarkan oleh tentara Romawi yang pulang bertempur dari Asia. Pada puncaknya, seorang ahli sejarah bernama Dio Cassius mencatat sekitar 2.000 orang meninggal per harinya di Roma akibat wabah ini. Diperkirakan 5 juta jiwa tewas akibat wabah ini.

5. Wabah Kelaparan Bengal

Kapan: 1769-1773

Dimana: Bengal, India

BengalFamineNov211943KeystoneHultonGetty

Sekitar 10 juta jiwa meninggal dengan tragis akibat wabah kelaparan di Bengal, wilayah yang kini dikenal dengan nama Bangladesh. Penyebabnya tak lain adalah kesewenang-wenangan penjajah kolonial Inggris. Pemerintahan kolonial dengan kejam menaikkan pajak dari 10% menjadi 50% dan merampas separuh dari hasil panen warga. Ditambah lagi, pemerintah kolonial juga menggusur lahan pertanian dan memaksa petani menanam opium untuk diekspor. Hal ini masih diperparah dengan kekeringan berkepanjangan yang dampaknya pada warga diabaikan begitu saja oleh penjajah Inggris.

Seperti yang kita tahu, sejarah selalu saja berhubungan, walaupun dengan cara yang aneh dan tak terduga. Seperti letusan Tambora di Indonesia yang menyebabkan lahirnya tokoh Frankesntein dan Count Dracula di Eropa, wabah ini secara tak terduga memiliki dampak mahapenting dengan belahan dunia lain, yakni Amerika. Kekeringan di Bengal menyebabkan kerugian besar bagi pemerintah Inggris, menyebabkan mereka mengeluarkan undang2 �Tea Act� untuk memaksa negara koloni mereka, terutama Amerika, membeli teh dari negara mereka. Hal ini menyebabkan protes rakyat Amerika yang kala itu masih dalam jajahan Inggris dan berujung pada Boston Tea Party, yang kemudian memicu Perang Revolusi Kemerdekaan Amerika, dan akhirnya berujung pada kemerdekaan Amerika pada 1776.

Wabah ini mungkin memiliki skala yang amat mengerikan, namun tetap rekor wabah kelaparan terbesar sepanjang sejarah dipegang Cina pada masa pemerintahan Komunis yang menyebabkan hingga 30-40 juta jiwa menjadi korban.

4. Wabah Justinian

Dimana: Kekaisaran Romawi Timur

Kapan: 541 M

Pandemic3

Lagi2 wabah mematikan menyapu populasi kerajaan peletak dasar Eropa ini, kali ini di Kekaisaran Romawi Timur yang sekarang dikenal dengan nama Turki. Wabah ini diduga disebabkan oleh penyakit pes yang dibawa tikus, sama seperti penyebab Black Death pada abad ke-14 yang melenyapkan 1/3 penghuni Eropa kala itu. Walaupun sebagian besar korban berada di Turki, namun wabah ini juga sempat meluas hingga sebatas Afrika Utara, Irlandia, Denmark, hingga Arab. Wabah ini dinamai sesuai nama kaisar yang berkuasa kala itu, Justinian I. Sang kaisar sendiri sempat terkena penyakit tersebut, namun selamat. Ia jauh lebih beruntung ketimbang 40-100 juta penduduknya yang diduga tewas akibat wabah mengerikan ini.

3. Pandemi Flu Spanyol

Dimana: Seluruh Dunia

Kapan: 1918

spanish-flu-1

Wabah flu pada masa kini mungkin tak begitu mengkhawatirkan. Namun dahulu, ketika vaksin belum dikembangkan secara global, flu bukanlah sekedar penyakit ringan, namun penyakit yang sangat mematikan. Ketika wabah Flu Spanyol meledak pada tahun 1918, wabah ini menelan jumlah korban yang sukar dipercaya: sekitar 35-75 juta jiwa di seluruh dunia tewas akibat penyakit ini. Bahkan ada beberapa sumber yang menyatakan jumlah korban bisa mencapai 100 juta jiwa. Penyelidikan terkini menyatakan bahwa virus flu Spanyol ini berkerabat dengan flu babi.

2. Kekeringan Besar

Dimana: Sahara hingga Mesopotamia (kini Timur Tengah)

Kapan: masih diperdebatkan, sekitar 2000 SM

Story

Pernahkah kalian bertanya mengapa kebudayaan2 pertama di dunia muncul di Timur Tengah dan Mesir yang kini bisa dibilang sebagian besar wilayahnya adalah gurun tandus? Jawabannya karena hingga tahun 2000 SM, daerah2 tersebut bukanlah gurun! Secara mengejutkan, wilayah2 tersebut adalah daerah2 yang sangat subur dengan tanaman lebat dan dipenuhi sungai2 yang mengalir deras. Mungkin sulit dibayangkan jika dulu gurun Sahara dulu dipenuhi danau. Bahkan Sphinx dan Piramida dibangun di atas lahan hijau yang cocok untuk memelihara ternak

Namun tiba2 saja, hujan berhenti dan terjadi kekeringan besar yang melanda wilayah tersebut selama berabad-abad, menyisakan gurun dan menyebabkan musnahnya peradaban besar di sana. Peristiwa ini juga dikenal sebagai akhir Masa Perunggu. Bahkan beberapa sejarawan Atheis melihat peristiwa ini sebagai peristiwa yang dilambangkan oleh terusirnya manusia dari Taman eden. Wilayah Mesopotamia dulu adalah Taman Eden yang indah dan subur, hingga akhirnya mengering dan manusia terpaksa terusir dan mencari lahan baru untuk bertahan hidup.

1. Banjir Besar

Dimana: seluruh dunia

Kapan: masih diperdebatkan, kemungkinan 3000 SM

aftericeage2

Para sejarawan menduga peristiwa inilah yang dilukiskan dalam kisah Nabi Nuh dan bahtera raksasanya. Perubahan iklim menyebabkan es kutub meleleh dan meningkatkan permukaan air, merendam sebagian besar permukaan bumi dan menenggelamkan berbagai peradaban. Bayangkan dahulu Kepulauan Inggris dan Belanda terhubung oleh daratan yang kemudian terendam air. Bahkan, Cina dan Jepang serta Thailand dan Jawa dihubungkan daratan yang akhirnya tenggelam. Perubahan iklim global ini juga diduga menyebabkan berkurangnya curah hujan dan kekeringan besar yang melanda Timur Tengah, Sahara, dan India.

BONUS

Kehancuran Sodom dan Gomora

Dimana: Laut Mati, Yordania

Kapan: masih diperdebatkan, kira2 2000 SM

sodom_gomorrah

Sodom dan Gomora merupakan kota legendaris yang diceritakan dalam Alkitab berdiri pada saat Nabi Abraham masih hidup. Para penduduknya merupakan kaum homoseksual (kata �sodomi� berasal dari nama kota Sodom) yang kemudian dihukum oleh Tuhan dengan dihancurkan oleh api dan belerang. Banyak yang menduga bahwa kedua kota ini hancur karena serangan meteor. Namun dugan dari para sejarawan menyeruak bahwa kedua kota itu menghilang dari muka bumi karena ledakan bitumen (aspal) dan sulfur. Aspal merupakan komoditi tambang utama kedua kota ini (dahulu aspal digunakan sebagai campuran mortar, yakni bahan yang digunakan untuk merekatkan batu bata pada bangunan sebelum semen ditemukan) karena diduga deposit besar aspal tertanam di bawah kota. Entah mengapa, kandungan aspal di dalam tanah ini tersulut api. Dan karena aspal merupakan turunan minyak bumi, tanah segera terbakar dan segera menenggelamkan kota terkutuk itu dalam ledakan dan lautan api.