Sabtu, 07 Februari 2015

Last day in Edmonton

We are on our way home! Myra was worried about how cold we might be on our trip so she made us warm sleeping bags. We will be back in Stendal very soon.

Jumat, 06 Februari 2015

JEFF THE KILLER: VOW OF REVENGE PART 02 � ORIGINAL SERIES

 

images 

�Jadi sejak kapan kau melihatnya?�

Janet kini sedang duduk di ruangan Dr. Gunther. Ia merasa nyaman di sini. Ruangan itu dipenuhi buku2 sehingga lebih mirip sebagai sebuah perpustakaan ketimbang kantor seorang profesor.

�Sejak beberapa hari ini. Apa mungkin ini karena stress akibat belajar?� jawab Janet.

Dr. Gunther tak menjawab, �Dan apa pendapat teman-temanmu mengenai hal ini.�

�Baru Emma yang tahu. Aku tak mau menceritakannya pada yang lainnya. Saya sudah menceritakan pada mereka kan bisa sejahat apa mereka?�

�Ya, saya sudah tahu. Kasus bullying itu.�

�Sejak itu baru saya tahu bisa sejahat apa mereka. Benar-benar gadis yang malang.�

�Kalau begitu mengapa kamu masih berteman dengan mereka, Janet?�

Gadis itu menghela napas, �Walaupun mereka seperti itu, tetap saja mereka adalah sahabat-sahabat saya sejak kecil, Dok. Meninnggalkan mereka seperti membuang sebagian dari diri saya, anda tahu?�

�Ya, saya tahu benar.� ucap Dr. Gunther sambil berpikir. �Kalau begitu saya akan melakukan sebuah terapi untuk membantumu.�

�Terapi? Terapi semacam apa?�

Dr. Gunther tersenyum, �Tenanglah. Kau akan jauh lebih baik berkat terapi ini.�

***

Janet keluar dari gedung dimana kantor Dr. Gunther berada dan merasa seseorang mengikutinya. Ia menoleh, namun tak ada siapapun di sana.

Ia membalikkan badan kembali ke depan dan melihat sesosok pria menghadangnya.

�AAAAAAAA!!!� gadis itu menjerit dan menjatuhkan semua buku yang ia bawa.

�Nona, tenanglah! Saya tidak bermaksud jahat!� Michael berkata.

Janet memandang pemuda itu. Ia menunduk begitu menyadari buku-bukunya berhamburan di tanah dan membungkuk untuk mengambilinya.

Michael membantunya memungutinya, �Buku-buku ini ...�

�Itu buku kuliahku.�

�Oh ya? Kau mengambil jurusan apa?�

�Psikologi.�

Michael tertawa, �Oh ya? Kurasa kita mengambil kelas yang sama. Namaku Michael.�

�A ... aku Janet.� Janet kemudian berdiri dan heran melihat kerumunan orang di pagar. �Ada apa itu?�

�Ehm, aku rasa kau tak ingin melihatnya.� pemuda itu berusaha menghalangi, namun gadis itu berlari ke arah kerumunan itu.

Beberapa polisi sudah memasang tali pengaman kuning di sekitar TKP, namun belum bisa menurunkan mayat Logan yang tertusuk di atas pagar.

Gadis itu menjerit perlahan begitu melihat mayat itu. Tanpa sadar ia memeluk Michael yang ada di sampingnya.

�Si ... siapa dia?�

�Dia ... ehm, tinggal di sini juga. Namanya Logan. Kau tak mengenalnya?�

�Ku ... kurasa dia mengambil jurusan lain.�

�HEI!� terdengar bentakan seorang polisi, �SURUH DIA MENJAUH DARI SITU!!!�

�Ma... maaf!� ujar Michael. Ia lalu menarik gadis itu menjauh.

�Mengapa mereka begitu kasar.�

�Sudahlah, jangan dipikirkan.� Kata Michael sambil mengajak gadis itu berjalan masuk kembali ke gedung.

�A ... apa yang terjadi dengan pemuda itu? Mengerikan sekali.�

�Kurasa ia terjatuh dari lantai dua. Kecelakaan.�

�Janet! Dari mana saja kamu?� seru Anne sambil menghampirinya.

�Maaf, aku baru saja dari kantor Dr. Gunther.�

�Well, well ... � Anne melirik pemuda yang bersamanya sambil tersenyum genit, �Siapa cowok ganteng ini?�

�Ehm, namanya Michael,� jawab Janet.

�Hai, Michael.� Anne mengulurkan tangannya, �Namaku Anne. Kau pasti mahasiswa baru di sini. Aku pasti ingat jika pernah melihat pemuda setampan kau.�

Michael dengan bingung menatap wajah Janet.

�Ehm ... kurasa aku harus pergi sekarang. Kita bertemu nanti di kelas, Janet.� katanya dengan canggung.

�Apa dia pacar barumu?� Anne menggoda Janet begitu pemuda itu pergi.

�Bukan!� jawab Janet. �Aku baru saja berkenalan dengannya.�

�Jikalau dia pacarmu pun,� bisik Anne pelan, �itu bukanlah masalah untukku.�

***

�Terima kasih atas kedatanganmu ke sini. Aku sangat menghargainya.� ucap Dr. Gunther sambil menyalami Michael.

�Sama-sama, dokter.� kata Michael dengan hangat, �Saya hanya merasa ini tanggung jawab saya untuk datang ke sini.�

�Jadi, polisi belum bisa menangkap Jeff The Killer?� kata Dr. Gunther sambil duduk.

�Saya ragu dia masih hidup sejak jatuh dari Devil�s Rock.� jawab Michael sambil duduk di kursi di depan meja Dr. Gunther. �Saya mendengar sebuah teori yang menarik dari seseorang di sini bahwa Jeff The Killer hanyalah sebuah creepypasta. Mungkin saja semua pembunuhan yang dituduhkan kepadanya adalah aksi2 kriminal acak yang dilakukan orang lain.�

�Aku tahu apa yang kau pikirkan. Kau berharap Jeff bukan pelaku pembunuhan-pembunuhan itu. Namun kenyataannya tidak. Dan aku yakin, seseorang yang kau maksud itu kebetulan sekali adalah Logan, pemuda yang baru saja meninggal itu?�

�Ya, malang sekali bukan?�

Michael kembali berpikir. Ia menengok ke samping dan hampir terjatuh dari kursi ketika mellihat sebuah topeng di sana.

Topeng Jeff The Killer.

�Itu ... itu ... dimana anda mendapatkannya?�

�Oh, maaf jika itu membuatmu takut,� kata Dr. Gunther sambil menyembunyikan topeng itu, �Aku mendapatkannya sebagai suvenir dari kota.�

�Mereka menjualnya sebagai suvenir turis? Setelah apa yang ia lakukan pada mereka?�

�Kau harus mengakui, New Davenport terkenal berkat Jeff The Killer. Jadi setelah Jeff The Killer meninggal, kurasa itu sah-sah saja.�

�Meninggal? Mayatnya belum ditemukan. Mengapa mereka bisa setenang itu?�

�Tenanglah, Michael.� kata Dr. Gunther. �Aku tahu apa yang Jeff The Killer lakukan pada keluargamu, tapi ...�

�Buang topeng itu, Dok! Buang! Saya tak ingin melihatnya lagi!�

***

�Apa? Kau akan kencan malam ini?� seru Emma dengan perasaan bercampur aduk, antara senang dan terkejut.

�Ya,� jawab Janet dengan wajah sambil sambil membenamkan kepalanya di atas bantal, �Kami bertabrakan pagi ini dan ternyata dia menyelipkan sebuah surat di antara buku-bukuku. Ia mengajakku bertemu di taman.�

�Taman yang ada air mancur di tengahnya itu?�

�Ya dan dia mengungkap perasaannya kepadaku. Ia bahkan mengajakku keluar nanti malam.�

�Wow, itu cepat sekali. Siapa namanya?�

�Michael. Kurasa ia anak baru.�

�Well, kurasa kau harus agak berhati-hati kepadanya. Baru sehari di sini, ia sudah mengajak seorang gadis berkencan.� Trisha tiba2 muncul, jelas ia menguping pembicaraan mereka berdua tadi. �Jika bukan playboy, mungkin ia seorang stalker dan mengincarmu.�

�Jangan bicara aneh2, Trish.� kata Emma. Namun Janet tak begitu mempedulikan perkataan temannya itu.

***

Michael segera membuka pintu begitu mendengar ada ketukan. �Hai, Jan ...�

Perkataannya terhenti ketika melihat seorang gadis berada di depan pintu. Ia sangat cantik, namun tak berpenampilan seperti Janet.

�Hai Mike.� Sapanya dengan riang, �Ini aku Anne, ingat kan?�

�Anne? Dimana Janet?�

�Ia sedang sakit malam ini. Namun ia memintaku datang menggantikannya. Ayo, kita pergi ...�

***

Janet menangis di atas bantalnya begitu Anne datang, pulang dari kencannya. Emma berusaha menenangkannya.

�Kau jahat! Kenapa kau tega melakukan itu, Anne!�

Anne tertawa, �Siapa yang duluan akan menang, Sayang. Lagipula ia tampak tak keberatan aku menggantikanmu.�

�Anne, kau mencuri kencannya! Tega-teganya kau!� Emma berusaha membela temannya itu.

�Bukankah kita sering melakukan ini saat SMA. Jangan begitu sakit hati. Toh, kalian baru kenal sehari kan?� Anne dengan santai menjatuhkan tasnya ke atas kasur dan masuk ke kamar mandi.

�AAAAAAAA!!!� terdengar jeritan Anne dari dalam kamar mandi. Dengan marah, ia keluar dari kamar mandi dan menunjuk Janet.

�Tega-teganya kau melakukan ini!� jeritnya.

�Apa maksudmu?�

�Ini! Ini pasti perbuatanmu kan?�

Janet mengusap air matanya dan bersama Emma menghampiri kamar mandi.

Janet nyaris menjerit melihat tulisan merah di kaca bertuliskan, �MATILAH!�

Pertama Janet mengira tulisan itu dilukis menggunakan darah namun setelah memeriksanya, itu dari lipstik merah.

�A ... aku tak melakukannya ...�

�Jangan bohong! Kau pasti kesal kan gara2 aku mencuri kencanmu!� Anne tampak sangat marah.

�Ada apa ini? Kenapa kalian ribut2?� Trisha masuk ke kamar dengan kebingungan.

�Ayo, Trish!� Anne segera menggandeng tangan Trisha, �Kita tidur di kamar lain saja. Aku yakin masih ada banyak kamar kosong di asrama ini.�

Emma menatap Janet, �Apa kau yang melakukan ini?�

�Tentu tidak!� bantah Janet. �Kau kan bersamaku seharian.�

�Tapi hanya ada kita berempat di kamar ini, Jan! Tak mungkin ada orang lain yang bisa melakukannya. Aku tahu kau marah, tapi ini sudah bernada ancaman ...�

�Sudah kubilang bukan aku pelakunya!� jerit Janet histeris. Kini bahkan sahabatnya sendiri tidak mempercayainya.

***

Janet berlari di tengah taman. Hari mulai gerimis dan ia sudah telat untuk kuliah. Bahkan sudah tak terlihat satu orangpun mahasiswa berkeliaran di sana. Mungkin semuanya sudah masuk ke kelas.

Pintu gedung sudah terlihat di belakang air mancur yang menghiasi bagian tengah taman. Namun Janet melihat ada yang aneh.

Ada sepatu tergeletak di bawah air mancur. Sebuah sepatu high heels. Dari kejauhan pun, Janet bisa mengenalinya sebagai milik Anne.

�Anne?� panggil Janet, �Kau di sini?�

Janet berjalan pelan sambil menutupi kepalanya dengan buku agar tidak basah. Entah mengapa, ia merasa ada kehadiran orang lain di sini.

�Anne?�

Dan saat mendekati air terjun, ia melihat sesuatu. Seutas kaki mencuat dari balik air terjun. Kaki seorang wanita.

�Astaga! Anne!� ketakutan Janet menjadi nyata. Begitu mendekatinya, ia bisa melihat tubuh seorang gadis terbenam di dalam air terjun. Rambutnya mengambang di atas permukaan air, sementara kepalanya terendam dalam air. Tak lagi bernapas.

�Anne! Tidaaaak!� Janet menjerit dan segera berlari masuk ke dalam gedung, mencari pertolongan.

�Tolong aku! Tolog aku!� suaranya bergema di koridor, namun tak ada seorangpun keluar membantunya.

Tiba-tiba pintu di dekatnya mengayun terbuka dan seorang pria keluar. Janet hampir bertabrakan dengannya.

�Janet! Ada apa? Mengapa kau menjerit-jerit seperti itu?�

Janet mengenali suara Michael.

�Mike, tolong aku! Aku ... aku menemukan mayat Anne ...�

�Anne?�

�Ya, ia sudah tewas. Tubuhnya ada di dalam air mancur. Kau ... kau harus menolongku ...�

Janet segera menarik Michael keluar, ke arah taman. Namun ....

�Tak ada apapun di sana, Janet!�

Janet terpaku. Michael benar, tak ada apapun di dalam air mancur. Bahkan, sepatu yang tadi ia lihat juga sudah lenyap.

�Ta ... tapi aku tadi melihatnya di sana. Mungkin, pembunuhnya sudah menyingkirkannya ...�

�Janet, itu tidak mungkin ....�

�Michael! Kau harus mempercayaiku!� tubuhnya gemetar.

�Janet, kau harus menenangkan dirimu!� Michael menggenggam tangan Janet. Gadis itu menatapnya.

�Maafkan aku pergi dengannya malam itu. Aku tak punya pilihan lain. Sebenarnya aku ingin pergi denganmu malam itu, namun justru Anne yang datang, dan aku tak enak mengusirnya. Tapi percayalah, aku tak merasakan apapun terhadapnya.�

�Tapi ... tapi aku sungguh melihatnya, Mike ...� gadis itu mulai menangis.

�Mari sekarang kita temui Dr. Gunther.�

�TIDAAAK! AKU TIDAK GILA!!!� Janet menjerit dan melarikan diri dari pemuda itu.

�Janet, tunggu!!!�

***

Emma dan Janet terduduk di dalam kamar. Anne tak kembali ke kamar mereka sejak kemarin. Mereka telah memberitahukan perihal menghilangnya Anne kepada Dr. Gunther dan ia berjanji akan menyelidikinya. Namun ia menyatakan mungkin Anne membutuhkan waktu refreshing sehingga ia memutuskan pergi ke kota.

Tapi Janet begitu yakin ia tadi melihat mayat Anne tenggelam di air mancur. Ia sudah menceritakannya pada Emma dan ia bilang ia mempercayainya. Namun Janet tahu dari tatapan matanya, Emma pasti juga mengira ia gila. Seperti Michael.

�Dimana dia?� tiba-tiba Trisha datang sambil menjerit ke arah Janet. �Kau kan yang melakukannya padanya!�

�Apa maksudmu, Trish?� Emma berusaha membela Janet.

�Kau kan yang membunuhnya? Aku tahu perseteruan kalian dan aku juga tahu ancaman yang kamu tulis di kaca toilet!�

�Bukan aku pelakunya ...�

�Trish, keluarlah dari sini! Kami tidak ingin sekamar lagi denganmu!� jerit Emma. Ia tahu Trisha sangat atletis sehingga dengan mudah ia bisa menyakiti mereka berdua.

�Terserahlah! Tapi kau harus bertanggung jawab atas perbuatanmu!� Trisha meninggalkan kamar dengan marah.

�Kenapa kita semua menjadi seperti ini, Emma?� Janet menangis di pelukan temannya, �Apa kau sudah mendengar berita tentang Krystabelle?�

Emma menggeleng, �Tenanglah, Janet. Semua akan baik-baik saja. Aku yang akan mengatasinya.�

***

�Kalian keterlaluan!� Janet turun dari podium dan mengejar gadis bergaun pink itu. Ia menangis histeris, sementara darah babi masih membasahi rambut dan gaunnya.

�Kate, berhenti!� ia berusaha menghentikan gadis itu, �Maafkan kami. Ini ... ini hanya lelucon ...�

�Lelucon?� gadis itu menjerit sambil menoleh ke arahnya. �Kau yang mengundangku ke sini! Aku pikir kau temanku, namun ternyata .... kau sama saja dengan yang lainnya!�

�Aku sama sekali tak tahu mereka merencanakan ini semua. Kumohon, maafkan aku!�

�Kalian semua akan mati! Kau dengar! Kalian semua akan mati!�

Janet terbangun tengah malam. Suara petir yang menggelegar membangunkannya, mengakhiri mimpinya.

Kejadian itu sudah berlalu dua tahun lalu, namun ia masih bisa mengingatnya dengan jelas. Ia menoleh ke arah ranjang Emma. Kilat kembali menyambar di luar, meninggalkan berkas cahaya di kamar mereka. Emma tak ada di kamar. Ranjangnya kini kosong.

�Emma?� panggilnya. Janet menyalakan lampu di samping kamar tidurnya dan menemukan sebuah surat di sampingnya. Karena penasaran, Janet membukanya dan membacanya. Itu tulisan Trisha.

Janet, datanglah ke ruang cuci. Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Datanglah sendirian.

Amplop surat itu dalam keadaan terbuka. Apa Emma membacanya? Janet memutuskan untuk bangun dan mencari Trisha. Apa yang ingin ia sampaikan malam-malam begini? Apa ia tahu apa yang terjadi dengan Anne?

Janet mengenakan sandal dan membuka pintu. Ruang cuci terletak satu lantai dengan kamarnya. Ia mengendap-endap ke sana. Lorong tampak sepi dan sunyi. Sudah terlalu malam bagi seseorang untuk berkeliaran di sini.

Janet membuka pintu menuju ke ruang cuci. Di dalam sangat gelap, namun ia bisa mendengar suara salah satu mesin cuci menyala. Terdengar suara seperti sesuatu berbenturan secara terus menerus.

�Siapa yang mencuci malam-malam seperti ini?� bisiknya dalam hati. Ia memutuskan menyalakan lampu dan berjalan menuju ke arah suara itu. Tak ada seorangpun di sana kecuali dia.

�Trisha? Emma?� panggilnya.

Janet bisa melihat mesin yang menyala itu. Suara itu jelas berasal dari situ.

Tampak sesuatu tengah berputar-putar di dalam mesin cuci itu.

Ia membungkuk untuk melihat lebih jelas.

�AAAAAAAAAAAA!!!!� gadis itu menjerit.

Tubuh itu hampir hancur. Tubuhnya dilumuri darah yang kini berwarna gelap karena ruangan yang remang2. Baik kepala dan tangannya hampir putus. Dan kakinya menekuk ke arah belakang, hampir menempel ke punggungnya. mayat itu terus berputar-putar di dalam mesin cuci. Walaupun dalam kondisi hancur seperti itu, Janet masih bisa mengenalinya.

Itu mayat Trisha.

Tanpa Janet sadari sesosok bayangan hitam berdiri di belakangnya.

Dan membekapnya.

 

TO BE CONTINUED

Kamis, 05 Februari 2015

A walk in Edmonton

Today we visited Churchill Square in downtown Edmonton.
 Yes, it is named after Sir Winston Churchill, the former Prime Minister of the United Kingdom.
 At the north end of the square is Edmonton City Hall with the 200 foot clock tower. We liked the sound of the carillon bells that rang at every hour.
 The water fountain in front of city hall is turned into a skating rink during the winter. It looked like so much fun!
This statue honours the pioneer women of Alberta.
 
 There is a war memorial in front of city hall, so we took a moment to honour those lost at war.
  
Myra says it's more common to see French and English street signs in Eastern Canada, but we found one here too.


We passed by the offices of the Edmonton Sport Museum and Hall of Fame.
 We were impressed by the architecture of the Art Gallery of Alberta.
Then we met this nice gentleman who was on his lunch break.
 The south end of Churchill Square is used for various festivals and fairs. It is usually full of people in the summertime.
 We have had a great time staying in Edmonton! As our time in Canada draws to a close, we wonder where our next adventure will be...

Selasa, 03 Februari 2015

JALAN KAKI KE PULAU MAITEM







Pulau Maitem ini sebenarnya lebih dekat dengan desa Ketapang, Lampung Selatan daripada pulau Pahawang yang sudah terkenal duluan kemana-mana. Akses menuju ke pulau ini bisa ditempuh dengan dua cara yaitu sewa perahu seharga 400rb dan jalan kaki. Haah!!! Serius nih jalan kaki??? Iya saya serius pakai banget pulau ini bisa ditempuh dengan jalan kaki, dengan catatan, laut sedang surut.

Akses

Senin, 02 Februari 2015

A day at West Edmonton Mall

Tonight, we explored West Edmonton Mall, the largest shopping mall in North America and the tenth largest in the world!
There are over 800 stores and services here!  It is incredible to see how differently each area of the mall is decorated.
There is an ice rink right in the middle of the mall!  We enjoyed watching the kids learning how to skate.
Galaxyland is an indoor amusement park with 24 rides.  How strange!  We thought shopping malls were for shopping.
We got hungry while we were at the Mall, but it was so hard to choose from all the restaurants available.
 We found an old-style payphone, so we tried to call home to Germany.  Unfortunately it was 3:00 AM over there!
Finally, dinner!  Some bread to start, and one of Myra's friends had a Heineken beer at our suggestion.
There was an antique scale at the entrance to the restaurant.  It's a good thing it didn't work because we ate way too much for dinner!
We helped Myra get some money from the back machine so we could buy something from her favourite store.
On our way to the store, we saw a really long line up of families.  We wondered what was going on.
They were all lined up for the evening swim at the World Waterpark, the world's second largest indoor waterpark!
Myra's favourite store is a tea store called David's Tea.  They have a wonderful tea called "Oh Canada!" that we may have to buy and bring home with us.  There were also tea greeting cards in both official languages in Canada, English and French.
We missed the show at Sea Lions' Rock, but we saw the spectators having their photos taken with a resident penguin.
There is a replica of the Santa Mar�a, one of the ships sailed by Christopher Columbus, in the mall! It was built in 1986.
We had to go down and take a closer look.
We had fun driving a little remote control boat around for a while.
Then we saw the miniature golf course and had fun there for a bit longer.
Ooof! That was a lot of walking around the mall.  We took a break at this statue of some Alberta oil workers.  Oil and gas is a major industry in this province.

After getting some souvenirs to bring home, we headed back to Myra's place.  You will have to wait until we get home to see what we got!

SKYFALLS: 10 FENOMENA HUJAN PALING ANEH

 

Fish-raining

Saat gue nulis postingan ini, gue bukannya lagi liat film James Bond, tapi sambil menatap hujan di luar jendela gue *sok romantis* Bangsa Barat memiliki peribahasa �It's raining cats and dogs� yang bukan berarti hujan guguk ama kucing beneran, namun hanya menggambarkan hujan yang teramat deras. Namun banyak yang beranggapan, istilah tersebut berasal dari fenomena aneh yang sudah disaksikan manusia sejak ratusan abad, namun masih dikesampingkan secara ilmiah, yakni hujan binatang dan hujan2 aneh lain, seperti hujan daging dan darah. Di Indonesia, mungkin belum pernah terjadi, namun di belahan dunia lain, berbagai hujan misterius telah banyak didokumentasikan. Apakah hujan2 ini memiliki penjelasan ilmiah, ataukah ini sebuah fenomena supernatural? Berikut ini ulasan 10 hujan paling aneh sepanjang sejarah.

1. Hujan Ikan

non-aqueous-rain04

Hujan air udah biasa. Kalo ujan ikan? Wah pasti jadi berkah ya. Hujan ikan merupakan dua jenis hujan binatang yang sering tercatat dalam sejarah, selain hujan katak. Hujan ikan pernah terjadi di Singapura pada Februari 1861 dan Marksville, Lousiana (AS) pada 23 Oktober 1947. Di sebuah kota di gurun pasir Australia bernama Lajamanu, hujan ikan pernah terjadi hingga dua kali, pada 2004 dan 2010. Namun jangan kaget, sebuah kota bernama Yoro di Honduras memiliki hujan ikan yang turun setiap tahun, bahkan dirayakan dalam festival.

Singapourfish

2. Hujan Katak

rainingfrogs

Hujan katak memang pernah tertera jelas di Alkitab sebagai salah satu hukuman bagi Firaun dengan perantaraan Nabi Musa. Namun hujan katak juga sering tercatat dalam sejarah modern. Para tentara yang tengah dalam peperangan di Lalain, Prancis terkejut ketiika hujan yang menimpa mereka pada 1794 ternyata tak hanya membawa air, melainkan juga katak muda yang masih berekor. Katak2 tersebut bahkan sampai terselip ke dalam topi dan kerah seragam mereka gara2 saking banyaknya. Selain itu hujan katak juga pernah terjadi di Kansas City (AS) pada 1873, Naphlion (Yunani) pada Mei 1981, serta 7 September 1953 di Leicester, Massachusets (AS). Peristiwa yang serupa tapi lebih aneh terjadi di Prefektur Ishikawa (Jepang) pada 4 Juni 2009, yakni hujan kecebong.

3. Hujan Ular

  476px-Wea02218_-_Flickr_-_NOAA_Photo_Library

Hujan ini pasti membuat semua orang merinding dan lari ketakutan. Bayangkan, pada 15 Januari 1877, ribuan ular tiba2 turun dari langit di Memphis, Tennessse (AS).

4. Hujan Kadal

Lizards

Lagi2 hewan reptil merayap, puluhan kadal air turun dari langit pada Agustus 1870 di Sacramento (AS). Tak ada tahu darimana mereka berasal atau bagaimana mereka bisa turun dari langit.

5. Hujan Ubur-Ubur

jellyfish

Jika hujan ikan, reptil, dan amifibi terdengar aneh, maka kasus yang ini lebih aneh, yakni hujan ubur2 di kota bernama Bath (Inggris) pada 1894. Pada 12 Maret 1936, sebuah koran lokal juga melaporkan hujan ubur2 di Frankston, dekat Melbourne (Australia).

6. Hujan Cacing

worms

Kasus aneh (dan sangat menjijikkan) terjadi pada 1891 di West Virginia (AS) dimana tanah tiba2 saja ditutupi oleh cacing dalam jumlah besar. Karena tanah saat itu tertutup salju tebal yang sudah mengeras, maka disimpulkan cacing2 tersebut hanya bisa berasal dari satu tempat: dari langit! Hujan cacing tanah juga pernah terjadi pada 2007 di Louisiana (AS).

7. Hujan Laba-Laba

2007-11-09-sl--lluvia-aranias-web

Seorang fotografer menangkap penampakan aneh saat sedang mendaki gunung di Provinsi La Salta, Argentina pada 6 April 2007. Bukan penampakan hantu atau kuntilanak, namun hujan laba2 turun dari langit! Pada Oktober 1881 di Wisconsin (AS) terjadi fenomena yang lebih aneh lagi, yakni hujan sarang laba-laba yang berasal entah dari mana, padahal tak terlihat seekor laba2pun.

8. Hujan Jelly

fallfromthesky4

Hujan ini bukanlah hujan makhluk hidup yang masih hidup, namun hujan jelly. Dikatakan hujan jelly sebab yang turun dari langit merupakan sejenis substansi organik yang tak bisa dijelaskan berasal dari apa, namun hanya berupa jelly yang kenyal. Kasus ini pernah terjadi di New Jersey (AS) pada 1833. Pada 6 September 1950, beberapa polisi di Philadelphia (AS) juga menemukan zat2 ini jatuh dari langit, bahkan beberapa bergerak2 seperti layaknya hidup. Sayang, saat akan diteliti, zat misterius ini telah habis menguap beberapa jam kemudian.

Namun kasus paling menghebohkan terjadi di Skotlandia pada 2009 yang menarik perhatian National Geographic yang bergengsi untuk menyelidikinya. Namun sayangnya dari hasil penelitian para ilmuwan tersebut, tidak ditemukan adanya DNA pada jelly misterius tersebut. Banyak yang menduga bahwa zat tersebut berasal dari alien, mungkin e'eknya ya?

9. Hujan Daging

gajuc

Pernah dong menonton film kartun kocak berjudul �Cloudy With A Chance of Meat� tentang hujan hamburger. Well, kasus yang ini tak kalah aneh dan bahkan terdengar terlalu mengerikan untuk terjadi di kehidupan nyata. Pada 24 Juli 1851 di San Francisco (AS) turun potongan2 daging yang entah berasal darimana. Ukurannya (menurut saksi mata) berkisar dari sebesar telur burung merpati hingga seukuran jeruk. Kasus yang lebih menakutkan terjadi 1 Agustus 1869 di California dimana daging2 ditemukan jatuh dari langit dan berserakan di tanah dengan ukuran 1-6 Inchi, beberapa masih memiliki kulit dengan rambut masih menempel. Namun kasus yang benar2 mengundang perhatian para akademisi adalah hujan daging misterius di Kentucky (cukup ironis) pada 3 Maret 1876, dimana ilmuwan yang meneliti sampel daging itu menebaknya berasal dari paru2 kuda atau bayi (keduanya sulit dibedakan di bawah mikroskop).

10. Hujan Darah

red-rain

Hujan inilah mungkin yang paling menakutkan dan menimbulkan tanda tanya. Hujan darah terkenal sejak zaman Alkitab hingga masa modern, namun belum ada satupun penjelasan ilmiah yang memuaskan tentang bagaimana fenomena misterius ini terjadi. Hujan darah sudah tercatat ribuan tahun lalu. Catatan sejarah pertama berasal dari Homer (penulis �Illiad� yang menceritakan Perang Troya) pada abad ke-8 SM. Sejak zaman dahulu, terutama di Eropa, hujan darah dianggap pertanda yang buruk. Hujan darah pernah terjadi pada 685 M di Inggris dan 582 M di Paris, dimana menuut pengakuan saksi, darah yang turun dari langit membasahi pakaian warga dengan noda merah. Hal itu membuat warga langsung menanggalkan pakaian mereka dengan ngeri. Hujan darah juga pernah terjadi Jerman 1348�1349 dan entah kebetulan atau tidak, mengawali wabah Black Death yang membawa bencana kematian massal ke Benua Eropa. Di Calabria (Italia) tahun 1810 terjadi pula hujan darah yang diduga berasal dari darah burung yang terkoyak di udara.

Hujan darah pada zaman modern pernah terjadi di La Sierra Choco (Kolumbia) 2008 dimana darah menyirami wilayah tersebut selama sejam pada siang bolong. Banyak ilmuwan yang menduga hujan darah itu hanyalah hujan yang berwarna merah karena air hujan mengandung partikel besi yang berasal dari pasir. Namun teori itu ditolak mentah berdasarkan penyelidikan hujan darah di Kerala (India) yang terjadi dua kali pada 2001 dan 2010. Air hujan yang turun saat itu ketika diteliti di bawah mikroskop benar2 mengandung sel darah, walaupun tak pernah diketahui berasal dari spesies apa.

Red_rain_Kerala_optical_microscope

Demikianlah berbagai kasus hujan aneh yang terjadi sepanjang sejarah. Penjelasan ilmiah mengatakan penyebab hujan2 binatang tersebut adalah �watersprout� atau tornado mini yang terjadi di atas perairan yang menyebabkan hewan2 yang tinggal di dalam perairan tersebut terangkat dan kemudian jatuh bersama air yang dibawanya (sehingga menyerupai hujan).

404px-Tornade003

Namun penjelasan tersebut masihlah belum memuaskan dan belum diterima semua pihak. Teori tersebut tak menjelaskan mengapa hujan binatang umumnya sangat selektif dan hanya membawa satu jenis hewan saja (misal hanya membawa katak atau ikan saja). Teori tersebut juga tak bisa menjelaskan mengapa hewan2 yang dibawa tersebut sebagian besar masih dalam keadaan hidup. Mungkin peristiwa2 ini akan menjadi salah satu misteri terbesar umat manusia yang tak bisa dijelaskan.