Minggu, 02 November 2014

RIDDLE #4: MY SLEEP TONIGHT

 

Penulis: H-Funf

Level: easy

 

Aku telah mengenakan piyama merah muda favoritku. Semoga dengan ini aku bisa tidur tenang malam ini. Kemarin aku sempat curiga ada orang orang lain di bawah selimut. Syukurlah hanya prasangkaku saja. Itu cuma guling kau tahu. Aku sampai menertawakan diriku sendiri.

Aku tidak pernah bisa tidur juga kalau tidak dalam keadaan kamar gelap.

Akhirnya aku bisa tertidur malam ini dengan tenang. Keesokan paginya aku dibangunkan dengan alarm digital di mejaku. Gawat sudah jam segini! Aku harus bersiap-siap untuk berangkat kerja! Segera aku bangkit dari ranjangku. Berjalan ke arah pintu dan sekalian mematikan lampu kamarku lalu menuju kamar mandi.

RIDDLE #3: DIARI TERAKHIR

 

Penulis: Onryouyurei

Level: medium

 

2 Januari 2010

"Eh, eh, mau denger cerita serem nggak?"

"Cerita apa?"

"Cerita tentang sebuah diari yang ditemuka pada sebuah rumah."

"Diari biasa kali, apa seremnya?"

"Diari itu penuh darah pada saat ditemukan, beserta dengan rumahnya yang digenangi kolam darah."

"CERITA! CERITA!"

"Kejadiannya dimulai 2 tahun yang lalu..."

---

(20-02) Ayah dan ibu (lagi-lagi) akan pergi ke luar kota, dan aku akan ditinggal SENDIRIAN. Mungkin harus panggil komnas perlindungan anak, cih. Mereka dengan entengnya berkata, "Kami akan kembali pada hari terakhir bulan ini! Bersenang-senang sajalah! Lagipula, ibu dan ayah sudah memastikan bahwa tidak akan ada tamu yang datang, oke?". Huh!

(21-02) Rumah sangat sepi, jadi aku lebih baik menginap saja di rumah temanku, SLEEPOVER PARTY!!!

(23-02) Seru banget kemaren!

(24-02) Rumah kembali sepi, apa aku mengundang teman-temanku saja untuk datang ke rumah?

(25-02) Rumah masih berantakan, sial!

(26-02) OKEH! SIAP UNTUK MENGUNDANG TEMAN BESOK!

(27-02) Walaupun di rumah hanya bertiga, tapi aku yakin banyak hal yang bisa dilakukan esok.

(28-02) Oh tidak, aku lupa hari ini ayah ibuku pulang! Rumahku sangat-sangat berantakan, gawat! Aku mulai mendengar bel dan ketukan di pintu! Apa yang harus aku lakukan bila ayah dan ibu melihat rumahnya seperti habis terkena tornado seperti ini?

---

"Selesai!"

"Tidak ada yang aneh?"

"Hmmm ... kau tidak menyimaknya dengan baik sih."

RIDDLE #1: NYONYA YANG MALANG

 

Penulis : Nofita dan Jaswenny

Level: hard

 

Seorang aparat kepolisian di Australia mewawancarai wanita Indonesia yang melapor ke kepolisian karena suaminya meninggal secara mendadak di dalam mobil, ketika mereka melintasi sebuah terowongan angker di Australia.

�Bagaimana suami anda meninggal, nyonya?� tanya aparat kepolisian tersebut.

�Aku� aku tidak tahu, Pak. Saat itu kami tengah mengalami momen yang amat indah, dan suamiku yang menyetir. Ketika tiba-tiba saja wajahnya mendadak berubah biru dan ia seperti orang yang sesak nafas. Aku panik sekali dan tidak tahu harus berbuat apa. Aku yang duduk di sebelah kirinya merasa takut dan memegang erat tangannya. Mobil itu tak terkendali dan akhirnya menabrak tebing sekeluarnya dari terowongan. Ketika kulihat, suamiku sudah meninggal�

Sang polisi memeriksa mobil tersebut dan menemukan sesosok pria terbujur kaku di dalam mobil. Ia juga memeriksa, di kaca belakang mobil terdapat goresan tajam.

�Ah, nyonya yang malang.� ujarnya sambil berlalu.

RIDDLE #2: GOOD NIGHT

 

Penulis: Marcel NZ

Level: medium

(aku menyebut riddle ini sebagai �super riddle� karena jawabannya lebh dari satu; bahkan ada 4 menurut penulisnya)

 

Pada malam hari seorang pria datang ke sebuah hotel dan ia menyewa penthouse dari kamar itu, Ia naik ke kamar tersebut dan mulai menggunakan kamar mandi. Namun ia merasa ada yang aneh, ia penasaran kepada lukisan yang ada di kamar mandi itu. Itu merupakan lukisan suatu keluarga dengan anaknya.

Iapun mempersiapkan pakaiannya dan meletakkanya di atas kasur sambil menatapi lukisan itu, karena ia adalah seorang seniman. Kemudian ia mandi di shower yang terdapat disana. Saat mandi, cermin pada shower tersebut berembun, tetapi ia merasa ada yang aneh, di dalam sana dingin sekali

Iapun mandi dan mulai menggunakan shampo. Saat itu ia melihat, embun yang menempel di shower itu sangat pekat, ia mendengar suara bantingan pintu yang cukup keras. Ia tidak menghiraukannya dan menyelesaikan mandinya. Ia mengenakan pakainya dan bersiap siap untuk tidur, saat ia memejamkan matanya ia merasakan perasaan dingin yang sama, padahal ia telah mengenakan selimut.

Kali ini ia mendengar suara lift dari luar kamarnya, ia juga mendengar suara ketukan pintu, pria itu mulai ketakutan, ia bersembunyi di bawah selimut, namun secara tiba-tiba listrik padam iapun semakin ketakutan dan memeluk guling yang ada di sebelahnya

Keesokan paginya ia memutuskan untuk turun dan pergi dari hotel itu secepatnya.

IN THE MIDST OF HALLOWEEN: RIDDLE FROM READERS

 
 _4a51cf5a926a6d9231bea66d5a43ee15
Nah para readers, seperti yang sudah admin janjikan, berikut ini adalah kumpulan riddle kiriman pembaca blog Mengaku Backpacker. Silakan jawab di masing2 comment (tapi yang bikin dilarang jawab yaaaa). Kali ini gue berikan level kesulitan tiap riddle: easy, medium, dan hard. Enjoy all the riddles dan makasih sebesar2nya atas kiriman riddle para pembaca semua. Maaf juga buat yang belum dimuat, soalnya cuman ada kuota 20 riddle aja (plus bonus). Nantikan event2 Mengaku Backpacker yang lainnya :D
1. Nyonya yang Malang
2. Good Night
3. Diary Terakhir
4. My Sleep Tonight
5. Lukisan Terakhir
6. Penculikan
7. Drama
8. Pembunuhan Misterius
9. Maling
10. Pulang Kampung
11. Adikku
12. Minimarket
13. Sahabat yang Baik
14. Tersesat
15. Polisi Lalu Lintas
16. Hotel Angker
17. Lukisan Gadis Cantik
18. Recorder
19. Putus
20. Jeritan Boneka
BONUS:
1. Box
2. Hobi Memancing
3. Restoran Ramen


A weekend in Dresden

We visited Dresden.
 Our hotel was nearby the birthplace from the author Erich K�stner.
We "met" Erich K�stner in front of the "Erich K�stner-Museum.  
 Sightseeing in Dresden. We saw the "Frauenkirche",
 
  the "Zwinger",
the "Semperoper",
 "Kunsthofpassage"
and finaly the "Goldenen Reiter" 
it was realy a nice day with our host!

and on this two photos you see our currently host.

HITCH-HIKE PART 4/4

 

Apa yang sedang ia bicarakan? Jelas2 kami menumpang RV itu di luar tokonya. Aku bahkan melihat si ayah membeli perban dan lain-lain di toko ini dan membayarnya kepadanya!

Aku mulai merasa cemas. Aku dan Kazuya kembali bertatapan.

�Permisi,� kata Kazuya, �Saya perlu pergi ke toilet.�

Akupun mengikutinya dan kami segera menutup pintu di belakang kami.

�Aku tak mau berpikir bahwa ia membohongi kita, namun .... apa mungkin ia bekerja sama dengan mereka? Mungkin mereka berada dalam satu kelompok, atau sekte ... dan mereka semua berteman. Aku benar-benar tak mengerti.� Ia terdiam sebentar sebelum melanjutkan, �Well, yang pasti kita tak bisa tinggal di sini. Coba kita tanya sopir truk itu, mungkin ia bisa membawa kita ke suatu tempat.�

Itu sepertinya menjadi satu2nya pilihan yang kami punya. Ketika kami hendak meninggalkan kamar mandi, tiba-tiba kami mendengar sesuatu dari balik salah satu bilik.

Seseorang sedang menyiulkan nada Mickey Mouse�s March.

Mungkin karena hari itu masih siang, atau mungkin karena alasan lain, aku lebih merasa marah ketimbang takut. Kazuya tampaknya juga merasakan hal yang sama.

�Buka pintu sialan ini!� Kazuya menendang pintu itu hingga terbuka.

Di dalamnya, seorang pemuda berseragam sekolah tampak dengan ketakutan menatap kami. �A ... apa yang kalian inginkan?�

�Oh ... oh ... maaf!� Kazuya merasa salah tingkah. Untunglah tak ada siapapun di luar kamar mandi yang mendengar apa yang barusan kami lakukan. Setelah meminta maaf kepada anak itu, kami meninggalkan kamar mandi dan melihat sang pemilik toko sedang bercakap-cakap dengan sopir tersebut.

�Terima kasih atas bantuan anda, pak.� kata Kazuya dengan sopan pada sang pemilik toko. Kemudian ia beralih kepada sang sopir truk, �Hei, apakah kami bisa meminta tumpangan sampai ke kota? Kami berjanji itu akan setimpal dengan waktumu.� Ia lalu membeli sebungkus rokok yang sama seperti yang sopir itu miliki dan membayarnya. Sepertinya Kazuya adalah seorang negosiator yang handal, pikirku.

Tak ada satupun di antara kami yang hendak melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Semuanya terkesan sangat sureal � tak nyata � untuk dipercaya. Dan aku ingin melupakannya sesegera mungkin. Walaupun kuakui aku menyesal kehilangan tasku beserta seluruh bajuku di dalamnya.

Tanpa kami sadari, kami berdua terlelap di dalam truk. Ketika kami bangun, truk sedang berhenti dan sang sopir membelikan kami yakisoba (sejenis mie goreng). Kami menyantapnya di dalam truk.

Ketika truk mulai berjalan, Kazuya kembali tertidur. Aku sudah merasa tak begitu lelah sehingga aku hanya bersantai sambil bersandar di kursi. Aku menatap keluar, mencoba menyaksikan pemandangan sambil merenungkan kembali kejadian mengerikan yang baru saja kami alami. Siapa sebenarnya mereka? Dan tangisan gadis itu ...

�Ah!� tanpa sadar aku berteriak ketika aku menyadarinya.

�Ada apa?� tanya sang sopir truk.

�Kumohon, hentikan truknya!�

�Apa?�

�Maafkan saya, ini hanya akan makan waktu satu menit. Sebentar saja!�

�Kamu ingin turun di sini?� tanyanya sambil memelankan truk dan akhirnya berhenti. �Kota masih jauh, kau tahu?�

Kazuya terbangun ketika aku membuka pintu.

�Hei, apa yang terjadi?�

�Lihat itu!�

Aku menunjuknya, dan Kazuya langsung membisu ketika melihatnya juga.

Mobil RV itu terparkir di pinggir hutan.

Tak ada keraguan sedikitpun, itu mobil yang sama. Warnanya, bentuknya, semua sama. Bahkan ada palang merah yang dicoretkan di pintu RV itu. Namun ada sesuatu yang salah, benar-benar salah ....

RV itu tampak bobrok. Kelihatannya mobil itu teronggok begitu saja di sana selama puluhan tahun. Bodinya tampak peyot dan berlekuk di sana-sini. Warnanya mulai pudar dan tampak berkarat. Semua bannya rata dan jendelanya pun pecah. Bahkan tumbuhan merambat mulai menjalari tubuh mobil itu.

�Maafkan kami, namun bisakah anda menunggu kami selama beberapa menit? Kami harus memeriksanya. Sebentar saja ya?� aku memohon dan akhirnya ia setuju. Kazuya dan aku segera turun dan menghampiri RV itu.

�Apa-apaan ini?� sebelum aku sempat mengatakannya, Kazuya sudah mengucapkannya duluan. Ketika kami semakin dekat dengan mobil itu, semakin kami yakin itu RV yang sama.

Hari masih siang dan ada beberapa mobil yang lalu lalang, dan itu memberikan kami keberanian untuk mendekatinya.

Ini sama sekali mustahil, pikirku. Aku mencoba membuka pintu RV itu dan segera bau busuk menyeruak keluar dari dalamnya.

�Hei! Hei! Lihat ini! Aku benar-benar tak percaya!� seruku ketika melihat sesuatu teronggok di kursi belakang, �Tas kita! Barang2 kita semua ada di sini!�

Namun tas kami dan semua isinya ... sama seperti mobil itu, terlihat seperti sudah berumur puluhan tahun! Pakaian yang kami tinggalkan, seakan semua telah membusuk.

What the hell ...� pekik Kazuya. Kami tak bisa mencari penjelasan logis dari semua ini. Yang kuinginkan hanya segera keluar dari mobil terkutuk ini.

�Ayo cepat pergi dari iini!� serunya. Kurasa ia sama ketakutannya dengan aku saat ini. Saat kami hendak meninggalkan mobil itu, tiba-tiba ... BANG! Terdengar suara dari pintu di belakang. Di toilet RV itu, ada yang memukul bagian dalamnya.

Aku segera menoleh. Pintunya masih tertutup rapat. Aku sama sekali tak memiliki keberanian untuk membukanya.

Kami mulai ketakutan. Apa kami benar-benar mendengarnya? Tak ada satupun di antara kami yang benar-benar yakin. Mungkin memang ada sesuatu di dalam situ, tupai atau hewan liar lain.

Namun yang kudengar berikutnya, aku sangat yakin itu bukanlah tupai.

�MAAAAAAAA!�

Kami segera berlari kembali ke truk secepat mungkin sambil berteriak seperti orang gila. Kami berdua segera masuk dan aku segera menyadari, entah karena alasan apa, sang sopir truk itu juga terlihat gemetar. Tanpa mengatakan sepatah katapun, ia segera menyalakan truk dan meluncur pergi.

�Apa yang terjadi?� aku lebih penasaran dengan ekspresi sang sopir truk yang tiba2 saja tampak ketakutan seperti kami.

�Oh, tidak ada apa2.� Ia meraih rokoknya dan mulai menghisapnya. Ia tampak gugup. �Kupikir aku hanya salah lihat tadi ... Semuanya baik2 saja kok.�

�Kami perlu tahu apa yang anda lihat barusan!� Kazuya memohon, �Ceritakanlah, please!�

�Well, kupikir aku melihat seseorang tadi.� katanya dengan gugup, �Ia berada di balik pepohonan, memperhatikan kalian saat kalian berdua sedang mengecek keadaan mobil itu. Dia hanya ... dia hanya diam berdiri di sana dan menatap kalian, mengawasi kalian. Benar-benar membuatku merinding.�

�Apa dia memakai topi ... semacam topi koboi?�

Sopir itu menoleh kepadaku dengan ketakutan, �Ba ... bagaimana kalian tahu? Apa kalian juga melihatnya?�

Kami bertiga terdiam selama sekitar setengah jam. Ketika kami semakin dekat dengan kota yang kami tuju, rasa penasaranku akhirnya tak terbendung lagi. Masih ada sesuatu lagi yang harus kutanyakan pada sopir ini.

�Ehm ... di dekat tempat dimana anda mengangkut kami tadi, ada pegunungan di dekat sana bukan?�

�Hmmm ... ya benar. Ada apa memangnya?�

�Apa pernah terjadi sesuatu di sana?�

�Hmm ... coba aku ingat2. Oh, pernah ada seorang wanita yang terbunuh di sana. Apakah hal seperti itu yang kau maksudkan? Sebab selain kejadian itu, tak ada peristiwa lain yang mencolok pernah terjadi di sana.�

�Seorang wanita terbunuh? Apa ... apa kejadiannya berlangsung di dalam kamar mandi?�

�Yah, kurasa begitu seingatku.� Sopir itu memandang kami sejenak sebelum akhirnya kembali memperhatikan jalan, �Dari mana kalian tahu?�

Kami tak memiliki penjelasan logis mengenai hal itu, jadi kami memutuskan untuk tidak menjawabnya.

Ketika akhirnya kami tiba di kota, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada sang sopir. Kami menginap malam itu di sebuah hotel dan keesokan harinya, kami langsung pulang menggunakan kereta shinkansen.

Aku mencoba tak memikirkan kembali apa yang terjadi terhadap kami, namun kadang kala aku hanya tak bisa melupakannya. Siapa orang-orang itu? Apa mereka benar-benar ada? Atau mereka hanyalah ilusi semata? Apakah mereka berasal dari dunia ini? Dan suara tangisan yang kami dengar di kamar mandi � suara siapa itu? Dan semua hal mengenai RV yang terbengkalai itu dan tas kami yang menjadi usang seakan sudah berumur puluhan tahun � apa arti semua itu?

Sudah 7 tahun semenjak kejadian itu, namun kurasa siapapun takkan bisa melupakan peristiwa setraumatis itu.

Kazuya berubah semenjak pengalaman kami hitch-hiking. Ia tak lagi menjadi playboy dan mulai serius menata hidupnya.

Sedangkan aku, seringkali aku masih bermimpi buruk tiap malam. Bermimpi tentang keluarga aneh dan RV itu. Bermimpi mendengar suara siulan Mickey Mouse�s March itu.

Dan kadangkala walaupun aku sudah terbangun, aku masih bisa mendengarnya.

 

TAMAT