Senin, 02 Juni 2014

URBAN LEGEND #13: ENGLISH TEST

 

ENGLISH TEST

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Aku menerima tes bahasa Inggris dari dosenku. Namun bunyinya aneh sekali, seperti teka-teki.

1. The third vocal.

2. There is no night in a knight.

3. Me

4. There is no earn in learn.

5. There is no and in a land.

6. There is no �acute respiratory disease� in a yard.

7. There is no pen in open.

8. You

Ah sial! Aku takkan lulus mata kuliah ini, yakin 100%!

URBAN LEGEND #12: UJI NYALI II

 

UJI NYALI II

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Dua orang wanita menguji nyali mereka di rumah sakit yang terbengkalai. Mereka memakai kamera untuk menangkap gambar penampakan.

�Apa kau menangkap sesuatu dengan kameramu?�

�Kurasa tidak.�

�Masa?�

�Coba kulihat. Wah benar, ternyata nggak ada apa-apa.�

�Ayo kita pulang saja. Aku bosan.�

�Oke, ayo.�

URBAN LEGEND #11: DI TOILET PEREMPUAN

 

DI TOILET PEREMPUAN

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Aku hendak masuk ke dalam toilet ketika seorang pria berjas memperingakanku. �Hati-hati jika masuk. Lantainya basah dan kepalamu bisa terbentur ke wastafel di sebelah kananmu.�. Akupun masuk dengan hati-hati dan ia benar, lantainya licin sekali. Untung sekali aku tidak terjatuh. Aku harus berterima kasih pada orang itu jika kami bertemu lagi.

URBAN LEGEND #10: JAM PASIR

 

JAM PASIR

HOURGLASS

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Aku memiliki jam pasir yang sangat indah sebagai hadiah. Pasir-pasirnya sangat halus dan berwarna. Dibutuhkan waktu 5 jam agar semua pasirnya jatuh, namun itu adalah pemandangan yang paling indah yang pernah kulihat. Aku tak bosan-bosannya memandangnya. Sebuah hiburan yang menyenangkan untuk seorang yang hidup sendirian seperti aku. Saat terbaiknya adalah saat aku membaliknya pada pagi sebelum berangkat kerja, dan setelah aku pulang dari kantor, rasa lelahku langsung hilang ketika melihat pasir-pasir itu berjatuhan. Senangnya.

URBAN LEGEND #9: BUNUH DIRI BERSAMA

 

BUNUH DIRI BERSAMA

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Tiga orang sahabat memutuskan untuk bunuh diri bersama sebagai suatu bentuk solidaritas.

�Bagaimana cara kita bunuh diri?� tanya salah satu dari mereka.

�Aku akan memotong tangan kanan.� Kata A.

�Kalau begitu aku tangan kiri.� Kata B.

Namun C merasa ragu sehingga mengatakan, �Aku takkan melakukan apapun.�

Namun pada akhirnya, dua orang selamat dan hanya satu yang meninggal karena pendarahan di tangannya.

URBAN LEGEND #8: PARFUM

 

PARFUM

PERFUME

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Seorang wanita tinggal sendiri di sebuah apartemen. Ia memasang sebuah alat penyemprot parfum dengan sensor gerak di kamar apartemennya. Dengan demikian, apabila ia pulang, bau parfum yang harum akan segera tercium.

Namun suatu malam, ketika ia pulang, kamarnya sudah dalam keadaan acak-acakan. Rupanya seseorang telah membobol kamar apartemennya. Dengan panik, ia segera mengecek barang-barangnya. Rupanya tak satupun barang berharga miliknya yang hilang. Dengan lega ia segera mengunci pintu dan memutuskan untuk tidak menelepon polisi.

Untuk menenangkan diri, iapun duduk dan memutuskan bersantai dengan membaca buku.

�Ah, paling tidak ruangan ini harum.� katanya dalam hati.

URBAN LEGEND #7: JEMBATAN GANTUNG

 

JEMBATAN GANTUNG

THE SUSPENSION BRIGDE

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Aku sedang kamping bersama-sama dengan temanku. Karena merasa bosan, akupun memutuskan berjalan-jalan sendirian sambil menikmat udara pegunungan. Tiba-tiba aku melihat sebuah jembatan gantung yang cukup panjang melintasi sebuah jurang yang dalam. Ada temanku dii seberang jembatan itu, jadi aku memutuskan melewatinya.

Aku menatap ke bawah. Di bawah jembatan ini melintas sebuah sungai. Ketika aku melewatinya, mulai muncul perasaan takut dalam diriku.

Tiba-tIba saja papan kayu yang menjadi landasanku tiba-tiba terjatuh ke sungai. Aku menjerit karena kakiku terperosok, namun untunglah aku sempat berpegangan pada tali pegangan jembatan itu sehingga aku tak ikut jatuh.

Temanku yang berada di seberang itupun segera berusaha menolongku.

�Fiuh, hampir saja. Kupikir tadi aku akan mati.�

�Aa kau baik-baik saja?� tanya temanku itu, �Jembatan ini memang sudah lapuk. Aku akan memperbaiki talinya.�