Senin, 02 Juni 2014

URBAN LEGEND #6: BERITA PAGI

 

BERITA PAGI

MORNING NEWS

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Seorang pria baru saja pulang kerja dan menikmati malam dengan menonton acara televisi. Karena mulai merasa mengantuk, iapun mematikan televisinya dan pergi tidur. Keesokan harinya ia terbangun karena tayangan berita pagi. �Hari ini sebuah kereta mengalami kecelakaan mengerikan. Semua penumpangnya dinyatakan tewas.� Melihat berita itu, wajah pria itu langsung pucat dan ia segera melompat dari jendela rumahnya.

URBAN LEGEND #5: PUTRIKU SEDANG BERMAIN DENGAN CERMIN

 

PUTRIKU SEDANG BERMAIN DENGAN CERMIN

MY DAUGHTER WAS PLAYING WITH A MIRROR

(Cerita ini adalah sebuah riddle)

 

Putriku sedang bermain dengan cermin. Ia mengangkat tangan kanannya. Ketika bayangannya di cermin melakukan hal yang sama, aku segera membuang cermin itu. Aku tak pernah lagi membiarkan putriku bermain dengan cermin.

URBAN LEGEND #4: APA YANG JACK DENGAR

 

APA YANG JACK DENGAR

WHAT JACK HEARD

 

Jack, seorang fotografer freelance, tertegun ketika ia mendengar suara-suara di sekitarnya.

Suasananya di kelas itu sangatlah ramai. Suara percakapan tiada henti dari para murid menenggelamkan suara guru yang berusaha menenangkan mereka. Suara pensil yang berjatuhan, tawa para murid, suara bersin yang keras, serta suara kertas yang diremas-remas untuk kemudian dilemparkan ke keranjang sampah, terdengar bercampur aduk menjadi satu.

Jack dengan cepat menjepret beberapa foto ruang kelas dan kemudian pergi. Ia tak ingin menarik perhatian dari para murid dan guru itu. Setelah keluar dari gerbang sekolah, ia mengambil napas panjang untuk menenangkan dirinya.

Bekerja untuk majalah misteri adalah kesalahan terbesarnya, pikir Jack saat ia masuk ke dalam mobil. Secepat mungkin ia segera mengendarai mobilnya meninggalkan sekolah angker yang sudah terbengkalai bertahun-tahun itu.

URBAN LEGEND #3: STOP KONTAK

 

STOP KONTAK

OUTLET

(sebuah J-creepypasta)

  1503950_622811124467662_3566429829827571545_n

Aku pertama menyadarinya saat pacarku datang untuk membantu membersihkan kamar apartemenku yang berantakan. Aku orangnya sangat pemalas sehingga seringkali aku membiarkan kamarku terisi dengan sampah-sampah yang berserakan. Yah, apa boleh buat. Aku adalah lelaki lajang yang tinggal sendirian di kamar apartemen yang sempit.

Karena itu, pacarku kadangkala datang dan membantuku bersih-bersih. Hari itu seperti biasa pacarku mengumpulkan benda-benda yang ia temukan berserakan, entah di atas meja, di lantai, atau bahkan di belakang lemari. Kemudian ia akan menunjukkan padaku dan aku yang akan menentukan apakah barang itu harus dibuang ataukah masih kuperlukan. Kamarku mulai terlihat rapi ketika pacarku memperhatikan sesuatu yang tergeletak di lantai.

�Hei, tunggu sebentar!� ia berjongkok di depan stop kontak dan menunjuk ke seutas rambut hitam panjang yang menjulur keluar dari stop kontak. �Rambut siapa ini?�

Aku menatap rambut itu seperti orang dungu, lalu menatap wajah pacarku. Matanya penuh dengan rasa curiga dan ekspresinya terasa dingin. Ia tahu semua temanku adalah laki-laki dan tak perlu peramal hebat untuk menebak apa yang ada di pikirannya. Rambutku benar-benar pendek dan rambutnya pun tak sepanjang itu. Masalahnya adalah, aku tak pernah mengundang gadis lain masuk ke kamarku, selain kekasihku itu.

Tatapannya mulai membuatku merasa tak nyaman, jadi aku meraih ujung rambut itu dan berusaha menariknya keluar dari soket. Rambut itu terputus. Namun sensasi yang kurasakan saat aku menariknya keluar dari lubang stop kontak itu sama dengan sensasi saat menarik rambut manusia yang sesungguhnya.

Perasaan itu membuatku tidak nyaman. Aku menjatuhkan rambut itu di lantai tanpa berpikir. Rambut itu terjatuh di atas lantai kayu apartemenku dan mulai menari tertiup angin hingga akhirnya terbang keluar melalui jendela. Aku berbaring dengan dadaku menyentuh lantai, mencoba melihat apa yang ada di dalam soket. Namun mataku tak menemui apapun kecuali kegelapan.

Setelah kejadian itu, baik aku maupun pacarku sudah melupakannya. Suatu malam kami pergi ke tempat karaoke hingga larut malam. Karena kelelahan, aku tertidur di atas sofa. Begitu terbangun, aku sadar bahwa aku sudah terlambat kerja. Dengan panik, akupun lekas mandi dan segera meraih ranselku yang tergeletak dekat dinding. Ketika aku mengangkat tas itu, mataku tanpa sengaja melihat ke arah stop kontak itu.

Keluar dari salah satu lubang itu adalah seutas rambut panjang berwarna hitam. Ujungnya tergeletak di atas lantai, sedangkan ujung lainnya masih tertelan lubang stop kontak itu. Seolah-olah rambut itu tumbuh dari dalam lubang yang gelap itu.

Entah mengapa, aku merasa rambut itu adalah rambut yang sama dengan yang ditemukan pacarku kemarin. Bahkan aku merasa rambut itu berasal dari orang yang sama. Rambut itu mulai membuatku takut, sehingga sama seperti yang dulu kulakukan, aku menarik rambut itu dan, �Pluk!� seolah-olah aku mencabut rambut itu dari kepala seseorang.

�Apa-apaan ini? Aku segera membuang rambut itu dan menancapkan steker radio ke dalam stop kontak itu, mencoba menghalanginya. Aku segera mengambil tasku dan berangkat kerja.

Radio yang kutancapkan ke stop kontak itu cukup besar dan lama-kelamaan akupun melupakannya. Apartemenku perlahan-lahan menjadi berantakan lagi. Akupun membereskan buku-buku komik yang berserakan dan menatanya menjadi tumpukan di dekat tempat tidurku. Pada malam itulah aku mengalami kejadian yang sangat menakutkan.

Pada tengah malam, aku terbangun karena suara gemeretak yang aneh. Aku menyalakan lampu dan mencoba mencari asal suara itu. Ternyata suara itu berasal dari radioku, lebih tepatnya dari pemutar kasetnya. Anehnya lagi, sebelumnya radio itu tak terlihat dari ranjangku karena tertutup oleh tumpukan komik yang tadi kutata. Namun kini tumpukan komik itu sudah ambruk di lantai, sehingga aku bisa melihat radio itu dengan jelas dari tempatku berada sekarang.

Ini tak masuk akal. Apa yang tiba-tiba membuat tumpukan komik itu tiba-tiba ambruk? Angin? Mustahil. Apa mungkin tumpukan buku tadi tak seimbang saat aku menatanya?

Pemutar kaset itu kembali mengeluarkan suara gemeretak. Aku kemudian bangun dan berusaha mematikannya. Namun begitu tanganku hampir menyentuh tombol off, aku baru tersadar.

Radio itu dalam keadaan mati.

Akupun berpikir radio itu mungkin rusak. Aku kemudian mengangkat radio dan membaliknya. Saat aku menariknya, aku merasakan sesuatu menariknya kembali.

Aku hampir saja menjatuhkan radio itu saat melihat rambut ... banyak sekali rambut ... meliliti kabel belakang radio itu. Asalnya dari stop kontak itu. Rambut itu sangatlah banyak, hingga seakan-akan aku melihat bagian belakang kepala seseorang keluar dari stop kontak itu.

Aku menarik radio itu lebih keras, namun tolakan yang kurasakan juga semakin kuat. Akupun menaruh kembali radio itu dan mencoba menarik rambut-rambut yang keluar dari lubang stop kontak itu.

Aku menarik sekuat tenaga, tak peduli sekuat apapun ia mencoba melawan. Aku merasa seakan aku mencoba menarik rambut dari kepala seseorang. Dan akhirnya aku menang. Dengan segenap kekuatanku aku berhasil mencabut rambut-rambut itu dari stop kontak ...

Dan darah terciprat dari dalam soket itu.

Aku menjerit sebelum akhirnya aku pingsan karena ketakutan.

Saat aku tebangun paginya, aku tahu apa yang kualami tadi malam bukanlah mimpi.

Cipratan darah tampak di dekat soket itu. Rambut bertebaran dimana-mana. Aku membersihkannya sendirian dan mengepaki semua barang-barangku pagi itu juga. Aku tak bisa lagi tinggal di sini. Kalian tahu mengapa.

Mungkin rasa penasaran yang kuat menarikku untuk melihat sekali lagi ke arah stop kontak itu.

Kali ini tak ada lagi rambut.

Melainkan ...

Sebuah jari keluar dari lubang soket itu, seakan mencari sesuatu.

URBAN LEGEND #2: KLAKSON MOBIL JENAZAH

 

KLAKSON MOBIL JENAZAH

THE HONKING HEARSE

(sebuah J-creepypasta)

  tumblr_n3un0aB19a1rs4kcvo1_500

Seorang gadis bernama Kana tinggal bersama orang tua dan neneknya. Neneknya semula adalah wanita tua yang baik hati. Namun beberapa tahun terakhir, ia hanya menghabiskan sebagian besar waktunya di atas tempat tidur dan menjadi eksentrik. Ia tak hanya menjadi manja dan sering mengeluh pada ibu Kana yang selalu merawatnya, namun juga sering mengatakan hal-hal yang membuat orang lain depresi.

�Kamu hanya menungguku untuk mati!� ia selalu mengulanginya terus-menerus. Mencoba untuk menenangkannya jutsru hanya membuatnya bertambah yakin pada pendapatnya. Akhirnya ibu Kana menjadi muak dan mulai berhenti mengurusnya. Wanita tua itu menjadi kurang mendapat perhatian dan kualitas makanan yang ia dapatkan pun menurun drastis. Kesehatannya pun menurun dan akhirnya ia tak lagi mampu bergerak maupun berbicara. Ia tak pernah lagi bangkit dari tempat tidurnya dan jelas bahwa hidupnya takkan lama lagi.

Kisah ini berawal dari pengalaman aneh yang dialami Kana suatu malam. Suatu malam saat sedang tertidur, ia terbangun karena suara klakson mobil yang menggema di luar rumahnya. Ia mencoba untuk mengabaikannya dan kembali tidur, namun suara klakson itu justru bertambah keras. Kana menjadi kesal dan memutuskan untuk bangun dan menengok keluar jendela.

Kana membeku ketakutan begitu melihat mobil yang terus-menerus membunyikan klaksonnya itu.

Itu adalah sebuah mobil jenazah.

Dan mobil itu berhenti tepat di depan rumahnya.

Kana tak bisa memastikan apakah ada orang di dalam mobil itu, namun tampaknya mesin mobil itu tak menyala. Saat Kana memperhatikan mobil itu, tiba-tiba saja bunyi klakson itu berhenti. Seolah-olah siapapun yang berada di dalam mobil itu tahu Kana tengah memperhatikannya.

Atau mungkin tujuan mobil itu terus menyalakan klakson agar Kana menengok keluar?

Kana menjadi takut dan segera berlari ke atas tempat tidurnya kembali. Ia menutup selimutnya hingga ke atas kepalanya dan menunggu pagi datang. Sepanjang malam itu ia lalui dengan suasana sunyi.

Pagi harinya, Kana bertanya kepada keuda orang tuanya apakah mereka mendengar klakson mobil jenazah di luar rumah mereka tadi malam. Namun mereka berdua ternyata tak mendengar apapun. Tak mungkin mereka tak mendengarnya, pikir Kana. Suara klakson itu keras sekali, cukup untuk membangunkan tetangga-tetangga mereka. Namun orang tua Kana sepertinya tak punya alasan untuk berbohong. Lagipula, tetangga-tetangga mereka juga seharusnya mendengar suara itu juga. Namun tak ada seorangpun yang mengeluh.

Hanya ada satu alasan yang masuk akal. Mobil jenazah itu datang untuk menjemput neneknya. Kana lalu mengintip ke kamar neneknya. Neneknya hanya terbaring saja di tempat tidur seperti biasa.

Mobil jenazah itu kembali malam berikutnya dan malam-malam selanjutnya. Kana mencoba mengabaikannya, namun suara klakson yang terus-menerus terdengar itu membuatnya tak bisa tidur. Anehnya, seperti malam yang lalu, klakson itu hanya berhenti bersuara jika Kana menatapnya dari jendela.

Pada hari ketujuh semenjak kehadiran mobil jenazah itu, orang tua Kana pergi untuk mengunjungi kerabat mereka. Kana ingin ikut dengan mereka, namun seseorang harus tinggal di rumah untuk menjaga neneknya.

Kana takut, tapi ia tak punya pilihan lain. Ia ingin memberitahukan orang tuanya mengapa ia begitu ketakutan, namun ia tahu mereka takkan percaya kepadanya. Rasa takutnya terhadap mobil jenazah itu sudah tak terbendung lagi, dan kini ia sendiri. Malam itu Kana mencoba menghibur dirinya dengan menyalakan televisi. Orang tuanya berjanji akan kembali keesokan harinya. Kana mencoba meyakinkan dirinya bahwa ia hanya harus melewati malam ini saja dan setelah itu semuanya akan baik-baik saja.

Jarum jam menunjukkan jam 9. Tiga jam lagi menuju tengah malam. Waktu kedatangan mobil jenazah itu makin mendekat. Kana menunggu telepon dari orang tuanya. Mereka berjanji akan meneleponnya malam itu untuk mengecek keadaannya, namun telepon itu tak kunjung datang. Akhirnya Kana tertidur.

Ia terbangun ketika mendengar klakson mobil jenazah itu. Kali ini suaranya tepat berasal dari depan rumahnya.

Dengan ketakutan, Kana menengok melalui jendela ruang tamu.

Seusai dugaannya, mobil jenazah itu terparkir di depan rumahnya. Namun kali ini sesuatu yang berbeda yang membuat Kana menggigil ketakutan.

Biasanya mobil itu selalu tampak kosong. Namun kali ini ada beberapa orang berpakaian hiam-hitam keluar dari mobil itu.

Ia menatap dengan ketakutan ketika orang-orang itu mendekati gerbang rumahnya.

Apa mereka hendak masuk ke sini? Kana mulai panik.

Bel pintu rumahnya berdering dengan keras di tengah kesunyian rumah itu. Siapapun yang berada di depan itu menekan bel dengan keras dan tanpa henti, seolah-olah mereka bersikeras ingin masuk.

Deringan bel itu akhirnya berhenti, berganti dengan suara ketukan halus di pintu. Namun suara ketukan yang awalnya pelan itu berubah menjadi sangat keras hingga seolah-olah mereka hendak mendobrak pintu tersebut.

Tubuh Kana terpaku karena rasa takut. Kana mulai berpikir, bagaimana jika pintu depan belum dikunci? Sudahkah ia menguncinya? Kana tak bisa mengingatnya. Mungkin saja belum. Jika itu benar, maka yang perlu mereka lakukan untuk masuk hanyalah memutar pegangan pintu.

Kana berusaha mengalahkan rasa takutnya dan berlari ke arah pintu. Namun sebelum tangannya menyentuh pegangan pintu, telepon di rumahnya berdering.

Apa itu dari ayah dan ibu, pikir Kana, syukurlah.

�Halo! Halo!� ia segera mengangkat teleponnya, berharap orang tuanya bisa segera pulang untuk menolongnya.

�Apa ini kediaman keluarga Murata?� ternyata suara itu adalah suara pria yang tak pernah dikenalnya. Sesuatu mengenai nada suaranya mebuat Kana lebih ketakutan.

�Saya polisi, maaf tapi saya harus memberitahukan berita ini kepada anda. Anda putri keluarga Murata bukan? Orang tua anda terbunuh dalam kecelakaan lalu lintas sore ini. Saya sangat berduka cita ...�

Kana tak mampu mengucapkan sepatah katapun. Anehnya, siapapun yang sejak tadi menggedor-gedor pintu depan akhirnya berhenti. Pikirannya segera memburu. Apakah mobil jenazah itu bukan ingin menjemput neneknya, melainkan orang tuanya?

Namun mengapa mereka ada di sini? Orang tuanya tidak meninggal di sini.

Tiba-tiba Kana merasakan tepukan di pundaknya. Dengan gemetar Kana menoleh dan melihat wajah pucat neneknya, yang seharusnya terbaring lumpuh di atas tempat tidur.

�Ayo,� ia berbisik di telingan Kana, �kau ikut juga ...�

URBAN LEGEND #1: AKUINGINMATI.COM

 
AKUINGINMATI.COM

IWANTTODIE.COM

(sebuah J-creepypasta)


 
Peristiwa ini terjadi setahun yang lalu. Suatu malam, temanku yang bernama Yoshiki baru saja putus karena ceweknya ingin belajar ke luar negeri. Aku ingin menghiburnya, jadi aku mengundangnya dan beberapa teman lain untuk makan-makan di tempatku. Kami berenam akhirnya berkumpul malam itu dan mulai berpesta mulai dari jam 9 malam.

�Hei, ayo nyalakan TV!� kata temanku, Masato saat tengah malam. Aku mengambilkannya remote dan kami berkumpul di depan TV untuk menyaksikan acara tengah malam.


Seperti biasa, acara-acara pada jam itu hanyalah berita, variety show, dan acara-acara membosankan lainnya. Namun suatu kali salah satu channel yang kami tonton tiba-tiba menayangkan suatu tayangan statik (seperti yang biasa kalian lihat di layar saat acara di stasiun TV habis).

�Apa TV kamu rusak? Masa jam segini acaranya sudah habis?�

�Tidak, aku yakin TV-ku dalam keadaan bagus,� jawabku, �Mungkin sinyalnya kurang bagus.�

Namun tiba-tiba sesuatu muncul di layar.

Di antara garis-garis buram hitam putih, muncul kata �AKUINGINMATI.COM�

�Apa itu?� kata itu hanya muncul beberapa detik, namun aku tahu bahwa aku melihatnya. Layar kembali seperti semula.

�Teman-teman, apa itu tadi?� mata Yoshiki terpaku ke layar televisi.

�Itu tadi tulisannya akuinginmati.com kan?� kata Shun, salah satu teman kami.

�Ya, itu tadi bunyinya. Benar-benar membuatku ketakutan tadi.� jawabku. �Aku akan mematikan televisinya saja. Hal tadi benar-benar terlalu aneh buatku.�

�Ya...� teman-temanku yang lain juga setuju.

�Apa kamu keberatan jika aku memakai komputermu untuk mencarinya di internet?� tanya Yoshiki tiba-tiba.
�Mengapa kau mau mencarinya?� tanyaku heran, �Apa kamu tidak ketakutan tadi? Lagipula, apa itu tadi benar-benar nyata? Maksudku, kita mungkin salah lihat ...�

�Tapi kita semua melihatnya kan? Mungkin itu salah satu taktik viral marketing untuk acara TV baru atau apalah. Mungkin seru.� Ia mengabaikan peringatanku dan mulai menggunakan laptopku.

Ia menggunakan berbagai mesin pencari untuk menemukan �akuinginmati.com� namun hasilnya nihil. Kemudian salah satu dari kami menyarankan untuk mengetikkannya langsung di address bar.

Akuinginmati.com

Tiba-tiba muncul layar merah dengan tulisan,

�Apakah kau mau mati bersamaku?�

Tulisan itu membuat bulu kudukku berdiri. Layar kemudian berganti ke wajah seorang wanita yang berlumuran darah.

�Sial, matikan itu! Cepat!�

Yoshiki yang sepertinya juga ketakutan akhirnya mematikan komputer.

�Ada yang tidak beres...aku bisa merasakannya...� bisikku.

�Mungkin hanya viral marketing konyol.� Yoshiki bersikeras.

�Well, kurasa itu cukup keterlaluan!� komentar Masato kesal. Ia sudah bersiap untuk mengatakan sesuatu yang lain ketika tiba-tiba layar televisi menyala dengan sendirinya.

�Apakah kau mau mati bersamaku?� volume suara itu sangat tinggi dan wajah wanita yang sama muncul di layar televisi. Saat dimana mataku bertatapan dengan mata wanita itu, saat itulah aku tiba-tiba kehilangan kesadaran.

Ketika aku bangun, hari sudah hampir fajar dan teman-temanku masih terjaga.

�Tu...tunggu, siapa wanita itu?� tanyaku dengan keringat dingin.

�Hah? Apa maksudmu?�

�Kalian tahu apa yang kubicarakan! Siapa dia?� teman-temanku terlihat kebingungan ketika melihatku mulai panik.

�Apa yang kau bicarakan? Apa kau mengigau?� Masato berusaha menenangkanku, namun aku hanya bertambah bingung.

Sepertinya mereka sama sekali tak mengerti apa yang kubicarakan. Aku menjelaskan semua yang terjadi sebelum aku jatuh pingsan, tentang situs aneh dan wajah wanita itu, namun tak ada yang mempercayai perkataanku.

�Mungkin kau bermimpi. Aku tak ingat hal semacam itu terjadi tadi malam.�

�Mimpi? Itu tidak masuk akal!� aku bersikeras, �Aku pingsan semalaman, bukan tertidur!�

�Ini akibatnya jika kamu makan terlalu banyak.� kata Yoshiki sambil tertawa. Namun aku yakin itu semua bukan mimpi. Aku masih mengingatnya dengan jelas. Untuk membuktikannya, aku mengecek history komputerku, namun tak ada jejak situs akuinginmati.com dimanapun.

Semua ini benar-benar aneh.

Pagi itu semua teman-temanku pulang kembali ke rumah mereka. Ketika aku hendak berangkat kerja siangnya, aku mendapatkan telepon dari Yoshiki.

�Hei, bisakah aku menanyakan sesuatu tentang semalam.� Ia terdengar serius.

�Ehm...tentu...�

�Apakah kau ... ah, sudahlah. Bukan apa-apa kok. Sori sudah mengganggumu.� Ia menutup telepon sebelum aku dapat kesempatan untuk mengatakan sesuatu. Aku mencoba untuk meneleponnya kembali, namun berkali-kali hanya masuk ke voice mail. Ia pasti mematikan teleponnya. Namun mengapa?

Aku tak pernah melihatnya lagi semenjak itu. Tak ada seorangpun di antara teman-temanku yang tahu dimana dia. Ia tiba-tiba saja menghilang.

�Mungkin ia perlu sendirian, kau tahu?� kata mereka ketika aku menanyakan dimana ia berada. �Ia baru saja putus dengan pacarnya. Berilah ia sedikit waktu.�

Namun aku tak mempercayainya.

Setelah Yoshiki menghilang, aku mencari akuinginmati.com berkali-kali. Namun tak peduli berapa kali aku mencarinya, aku tak pernah menemukannya lagi. Aku menyaksikan acara TV tengah malam, namun pesan itu tak pernah muncul kembali. Semua teman-temanku mengatakan bahwa aku berhalusinasi dan memaksaku untuk menghentikan semua paranoiaku.

Setahun berlalu dan suatu hari tanpa sengaja aku bertemu dengan mantan kekasih Yoshiki yang baru saja pulang dari Kanada. Ia mengatakan bahwa beberapa hari setelah mereka putus, ia sempat mendapatkan telepon darinya.

�Ia menelepon ke asramaku. Sebenarnya aku tak ingin menjawabnya, namun kupikir karena ia menelepon dari Jepang, pastilah itu sangat penting.� Ia bercerita, �Namun ia terdengar aneh. Ia bertanya kepadaku, �Apakah kau mau mati bersamaku?��

�Apa?!� aku tak bisa mempercayainya.

�Aku pikir ia sedang mabuk , sehingga aku mengabaikannya. Namun aku ingat malam itu dia membicarakan tentangmu juga.� ia menatapku dengan sedih, �Ia ingin aku mengatakan padamu bahwa ia baik-baik saja dan jangan mengkhawatirkannya.�

Yoshiki hingga kini masih menghilang. Aku tak bisa berhenti berpikir bahwa apa yang mantan Yoshiki katakan bukanlah kebetulan. Aku benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Yoshiki. Namun hingga saat ini jika aku mengungkit kejadian malam itu, semua teman-temanku bersikeras bahwa itu hanyalah mimpi. Bahkan mereka berbuat lebih jauh dengan melarangku untuk membicarakan tentang hal itu lagi. Aku tak tahu kenapa ....

URBAN LEGEND TERBARU BULAN JUNI

 

Setelah bulan kemarin sempat berhibernasi, kali ini admin kembali menghadirkan postingan cerita horor terbaru. Untuk bulan ini lumayan lengkap, sebab ada J-creepypasta buat kalian penggemar cerita yang agak panjang hingga riddle pendek yang pastinya selalu ditunggu-tunggu. Silakan klik tiap judulnya untuk membaca versi lengkapnya.

1. Akuinginmati.com
2. Klakson Mobil Jenazah
3. Stop Kontak
4. Apa Yang Jack Dengar
5. Putriku Sedang Bermain Dengan Cermin
6. Berita Pagi
7. Jembatan Gantung
8. Parfum
9. Bunuh Diri Bersama
10. Jam Pasir
11. Di Toilet Perempuan
12. Uji Nyali II
13. English Test
14. Belajar Di Kamar
15. Petak Umpet
16. Tulang Di Dalam Dinding
17. Telepon
18. Kasir
19. Kecelakaan
20. Garasi

BONUS:
Don't Try This At Home: 4 Permainan Horor Yang Sebaiknya Tak Kamu Lakukan