Minggu, 02 Maret 2014

BONUS VIDEO: THE FULL LENGTH MIRROR

 

THE FULL LENGTH MIRROR

CERMIN SELURUH BADAN

 

Setiap sekolah memiliki urban legend-nya sendiri. Cerita ini berkisah tentang dua alumni SMA yang berkunjung ke sekolah mereka dan mencoba membuktikan urban legend tentang cermin besar yang diletakkan di gudang ruang olahraga. Tentu mereka akan sadar apa yang mereka lakukan adalah kesalahan besar.

Sama seperti video atau webcomic yang kumuat di blog ini, aku harus memberikan peringatan: bagi wanita hamil, penderita penyakit jantung atau masalah kesehatan lainnya dilarang keras melihat video ini!!!

Peringatanku saat melihat video ini: berhati-hatilah dengan sang nenek.

JAPANESE URBAN LEGEND

J-CREEPYPASTA #4: MONKEY DREAM

 

MONKEY DREAM

35322_orig_636_0 

Catatan penerjemah (dikutip langsung dari web Okaruto): Ini adalah J-creepypasta yang populer. Aku tak begitu mempercayainya, namun beberapa orang benar-benar mengalami hal aneh setelah membacanya. Paling tidak itu yang kubaca di beberapa comment.

Aku bermimpi. Sejak kecil, kadangkala aku bisa menyadari bahwa aku sedang bermimpi. Kau tahu, hal itu disebut lucid dream. Mimpi ini adalah salah satu dari mimpi-mimpi itu.

Suatu saat, entah untuk alasan apa, aku berada di sebuah stasiun kereta yang gelap, sendirian.

Ini adalah mimpi yang sangat kelam, kataku pada diri sendiri. Tiba-tiba aku mendengar suara seorang pria dari speaker pengumuman. Entah mengapa, aku merasa suara itu keluar dari orang yang tak lagi bernyawa.

�Kereta akan datang sebentar lagi. Jika anda menaikinya, anda akan mengetahui seperti apa rasa takut yang sesungguhnya.� Mengikuti suara pengumuman itu, sebuah kereta tiba di stasiun tersebut.

Menyebutnya sebuah kereta mungkin terlalu berlebihan. Benda itu lebih mirip sebuah kendaraan karnaval. Kereta ini seperti kereta yang biasa ada di pasar malam dan dihias dengan gambar-gambar monyet [di Indonesia ini mungkin dikenal dengan sebutan kereta kelinci]. Ada beberapa orang yang tampak pucat duduk di dalamnya.

Benar-benar mimpi yang aneh, pikirku. Tapi aku hanya ingin melihat seberapa menakutkan mimpi ini, jadi aku memutuskan naik kereta itu. Jika aku terlalu takut nantinya, aku bisa membangunkan diriku sendiri. Toh ini lucid dream kan, mimpi yang kita sadari? Aku bisa memaksa diriku sendiri untuk bangun dari mimpi ini.

Aku duduk di kursi ketiga dari belakang. Udara yang kurasakan hangat, namun sama sekali tak nyaman. Suasana yang kurasakan sangatlah realistis sehingga aku sempat berpikir, apakah aku benar-benar bermimpi ataukah ini nyata?

�Sekarang kereta akan berangkat.� Terdengar suara pengumuman dan keretapun mulai bergerak. Hatiku berdebar penuh antisipasi dan juga kegelisahan ketika aku membayangkan apa yang mungkin akan terjadi. Segera setelah kereta meninggalkan peron, kami memasuki sebuah terowongan. Cahaya ungu yang menakutkan menerangi terowongan.

Aku pernah melihat terowongan ini sebelumnya! Aku ingat. Ini adalah terowongan dari rumah hantu yang ada di taman bermain yang sering aku kunjungi saat kecil. Aku pasti sedang memimpikan kereta monyet dan rumah hantu yang kerap kukunjungi saat itu. Ah, tak ada yang perlu ditakutkan kalau begitu.

Pengumuman lain terdengar menggema di udara, �Berikutnya adalah ikizukuri! Ikizukuri!�

Ikizukuri? Bukankah itu makanan Jepang dimana ikan diiris dan disajikan mentah hidup-hidup?

Entah darimana, aku mendengar suara jeritan yang memekakkan telinga dari belakangku. Aku menoleh dan melihat empat orang cebol memegangi pria yang duduk di bangku terakhir. Setelah aku mencoba melihat lebih seksama, pria itu sedand dipotong-potong dengan pisau dan disiapkan seperti ikizukuri.

Aroma darah segera mengalir di udara dan pria malang itu terus menjerit kesakitan. Organ-organ dalamnya diburai keluar satu demi satu dan berceceran dimana-mana.

Tepat di belakangku adalah seorang wanita berambut panjang yang terlihat pucat. Dia panik untuk beberapa saat, namun segera wajahnya menjadi tenang, seolah tak terjadi apa-apa.

Aku sangat shock melihat kengerian tak terbayangkan yang terjadi di hadapanku. Aku mulai merasa benar-benar takut dan meragukan apakah ini sesungguhnya benar mimpi. Aku memutuskan untuk menunggu sejenak lagi sebelum aku membangunkan diriku sendiri.

Segera aku menyadari, pria yang duduk di belakangnya sudah tak ada lagi. Namun darah dan potongan-potongan dagingnya masih tersisa. Sementara wanita yang ada di belakangku masih menatap hampa ke arah depanku.

�Berikutnya adalah dicungkil.� Terdengar suara pengumuman, �Dicungkil.�

Kali ini, dua dari orang-orang kerdil itu muncul dengan membawa sendok dengan tepi bergerigi. Mereka mulai mencungkil keluar mata dari wanita yang duduk di belakangku.

Segera wajah tanpa ekspresinya lenyap, digantikan dengan suara tangisan yang hampir merobek gendang telingaku. Bola matanya terlempar begitu saja dan bau darah yang sangta menyengat tercium tak tertahankan.

Aku mulai gemetar ditelan rasa takut. Aku menolehkan pandanganku kembali ke depan dan tahu, inilah saatnya. Aku tak mampu menahannya lebih lama lagi. Ditambah lagi, sesuai dengan urutan tempat duduk, akulah yang akan menjadi korban berikutnya.

Aku hendak membangunkan diriku sendiri, namun rasa penasaran tetap saja berkecamuk. Aku ingin tahu, pengumuman apalagi yang akan diberikan selanjutnya.

�Digiling berikutnya,� pengumuman itu datang, �Digiling.�

Sial! Mudah untuk membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Aku berkonsentrasi sekuat mungkin dan mencoba membangunkan diriku sendiri.

Ini hanya mimpi! Bangunlah! Bangunlah! Aku selalu mengulang-ulang kata-kata itu apabila aku ingin bangun dari mimpiku dan itu selalu berhasil.

Tiba-tiba aku mendengar suara �Whiiiiiirrrrr� yang keras, seperti suara mesin. Kali ini seorang cebol duduk di bawahku sambil memegang sebuah alat penjepit yang sangat aneh. Aku hanya bisa berasumsi bahwa itu adalah sejenis alat pencincang dari besi. Rasa takutku pun makin meningkat.

Ini hanya mimpi! Bangunlah! Bangunlah! Aku menutup mataku dan berdoa dengan segenap hati.

�Whiiiiiiiiiiiirrrrrrrr ...� suara tersebut bertambah keras dan keras. Aku dapat merasakan hembusan angin dari mesin yang berada tepat di wajahku.

Aku yakin aku akan mati.

Kemudian tiba-tiba suasana menjadi sunyi.

Aku lepas dari mimpi buruk itu. Aku terbangun di tempat tidur, bermandikan keringat. Air mataku pun jatuh.

Aku bangun dari kasur dan pergi ke dapur untuk mendapatkan segelas air minum. Aku mencoba menenangkan diriku.

Apa yang aku alami barusan terasa sangat nyata, mengerikan. Namun aku meyakinkan diriku bahwa itu hanya mimpi. Hanya mimpi.

Hari berikutnya, aku menceritakan mimpi tersebut pada teman-temanku di sekolah. Namun mereka semua berpikir itu adalah hal yang lucu.

Sebab bagaimanapun, itu hanya sebuah mimpi.

Empat tahun kemudian, saat aku kuliah, aku benar-benar melupakan mimpi itu.

Hingga satu malam ketika aku tengah bekerja, semua kembali dimulai.

�Berikutnya adalah dicungkil.� Terdengar suara pengumuman, �Dicungkil.�

Mimpi itu sama, semuanya mengalir kembali ke ingatanku.

Kemudian dua orang cebol yang sama mencungkil keluar mata gadis tanpa ekspresi itu.

Sial! Ini hanya mimpi! Bangunlah! Bangunlah!

Namun aku tak mampu bangun.

�Berikutnya adalah digiling. Digiling.�

Tidak, ini terlalu ...

�Whiiiiiiiirrrrrrr...� suara itu makin mendekat.

Ini hanya mimpi! Kumohon bangunlah!

Kemudian sunyi.

Berpikir aku telah lolos, akupun membuka mataku.

�Apa kau akan melarikan diri lagi?� suara pengumuman memanggilku, �Lain kali ketika kami datang kembali mencarimu, itu akan menjadi yang terakhir!�

Aku membuka mataku dan kali ini aku benar-benar terbangun. Suara pengumuman yang kudengar barusan jelas bukan bagian dari mimpi. Aku mendengarnya di sini, di dunia nyata. Aku tahu.

Apa yang telah terjadi?

Aku belum pernah memimpikan mimpi itu sejak saat itu, namun aku percaya ketika hal itu terjadi lagi, aku akan mati akibat serangan jantung.

Well, di alam ini mungkin aku akan mati karena serangan jantung. Namun di alam mimpi, mungkin karena alat pencincang itu.

J-CREEPYPASTA #5: MONKEY DREAM II

 

MONKEY DREAM II

  a61abc81aba408d1079d85539fab413a

Catatan pengarang: Well, komentar dari para pembaca Monkey Dream mulai bermunculan. Komentar-komentar ini mengaku bahwa kesialan akan menghinggapi siapapun yang membaca cerita ini. Aku membacanya cepat-cepat. Mungkin ini hanya kebetulan, namun 4 hari setelah aku membaca cerita ini, aku mengalami mimpi buruk yang dapat kusebut sekuel dari �Monkey Dream�. Ini memang tak bisa dibandingkan dengan cerita pertama, namun aku akan mengisahkannya di sini.

Di mimpi ini, aku sedang berada di taman bermain di Nagoya. Aku sedang naik sebuah roller coaster kecil yang mungkin sudah tidak ada lagi di sana. Itu adalah sebuah wahana untuk anak kecil yang akan mengelilingi taman bermain dengan kecepatan rendag. Aku masih sangat kecil ketika terakhir menaikinya, namun seingatku wahana itu berjalan selama 3-5 menit. Tepat sebelum jalan keluar terdapat sebuah terowongan kecil dimana di ujungnya ayah akan berdiri di sana dan mengambil fotoku. Di sampingnya berdiri ibuku, melambaikan tangannya ke arahku dan tersenyum ketika ia memanggil namaku. Aku sangat bahagia saat itu, jadi saat itu merupakan kenangan paling indah dalam hidupku.

Ini terjadi tepat sebelum ayah mulai melecehkanku.

Kereta ini memiliki dua tempat duduk per baris. Di mimpiku, aku berada di barisan paling depan. Kakak perempuanku, yang masih berupa anak kecil dalam mimpiku, duduk di sebelahku. Ketika kami masih kecil, aku sering mendongak ke atas untuk melihat wajah kakakku dan bercanda dengannya. Namun dalam mimpiku, aku sudah berumur 20-an tahun, sehingga dengan perbedaan umur kami, kami berdua lebih tampak seperti ayah dan anak ketimbang kakak adik. Namun merasakan nostalgia dan ingin menikmati mimpi tersebut.

Kereta itu melintasi rel dengan perlahan dan akhirnya kami tiba di terowongan tersebut.

Ketika terowongan itu berakhir, aku bisa melihat ayahku ketika ia masih baik, pikirku.

Namun saat kereta meninggalkan terowongan, aku tak lagi berada di taman bermain. Roller coaster dimana aku duduk telah berubah menjadi kereta api dan kakakku telah menghilang. Aku berada di sebuah gerbong dimana gerbong di depanku merupakan gerbong untuk penumpang yang ingin merokok. Ketika pintu antargerbong dibuka, asap masuk ke dalam gerbongku.

Aku sudah menggunakan shinkansen beberapa kali, jadi aku berpikir bahwa aku sedang memimpikan kereta tersebut.

Aku melihat keluar jendela dan melihat pemandangan yang familiar. Perbedaan satu-satunya antara kenyataan dan mimpiku adalah gerbong ini sangatlah sunyi. Selain itu, aku melihat hanya ada dua orang duduk di tiap baris, meskipun tiap baris bisa menampung hingga dua hingga tiga orang. Semua oran juga terlihat sangat kacau dan berantakan.

Aneh, pikirku. Aku menarik sebuah MP3 player keluar dari tasku dan mulai mendengarkan lagu yang kusuka.

Tiba-tiba kereta memelankan lajunya.

Aneh, ini masih terlalu cepat untuk sampai ke Kyoto? Kita harusnya berhenti dulu di Gifu-Hashima kan? Aku melepaskan kedua earphone-ku untuk melihat di stasiun mana kami berhenti. Namun sepertinya aku melewatkan pengumuman itu karena terlalu asyik mendengarkan musik. Kami tiba di stasiun yang tak aku kenal dan tiba-tiba suara jeritan menggema di dalam gerbong. Pasti ada sesuatu terjadi di bagian belakang gerbong. Namun walaupun suara jeritan itu terdengar jelas, tak seorangpun nampak bereaksi. Apa yang terjadi? Aku mencoba untuk melihat ke belakangku, namun aku tak bisa melihat jauh ke belakangku karena rabun jauhku.

Tak ada yang turun di stasiun itu dan kereta mulai bergerak dengan perlahan kembali.

Baru lima menit kemudian, kereta mulai melambat kembali. Kali ini aku bisa mendengar nama stasiun kereta ini.

�Digantung.� Suara pengumuman itu berkata dan kereta ini kembali berhenti di stasiun yang tak aku kenal. Kemudian terdengar kembali suara jeritan dari dalam gerbong. Aku menoleh dan melihat seorang wanita tua tergantung di belakang gerbong. Ia mencoba melepaskan diri dan mencakari tali yang melingkari tenggorokannya. Ia menendang-nendangkan kakinya, �BANG! BANG! BANG!� di kuris-kursi dan dinding kereta.

Akupun sadar mimpi apa ini. Monkey dream. Aku tahu aku harus bangun secepat mungkin atau mungkin aku takkan bisa bangun selamanya. Namun aku bukan orang yang mampu membangunkan diriku sendiri dari mimpi.

Jadi, aku melihat dan menunggu.

Aku penasaran berapa orang yang sudah terbunuh dan kapan giliranku akan tiba. Seperempat dari kursi-kursi di gerbong belakang telah kosong. Apakah orang-orang tersebut telah dipotong dan disendok, seperti di Monkey Dream yang sesungguhnya?

Tempat dudukku berada di baris ketujuh. Giliranku semakin dekat. Aku harus bangun, namun aku tak bisa. Penjaja makanan lewat, tersenyum sambil mendorong kereta berisi berbagai macam organ dalam.

�Aku tak mampu lagi berada di sini,� aku menampar diriku sendiri, �Cepat bangun! Bangun!�

Aku kembali menoleh dan melihat beberapa orang telah menghilang.

�Mereka lenyap karena mereka terbangun.� Seorang pria berpakaian jas di belakangku berkata, �Jika kamu tak segera bangun, sebentar lagi akan menjadi giliranmu.�

Delapan baris di belakangku, aku melihat darah mengalir.

Aku baik-baik saja. Masih ada enam baris sebelum tiba giliranku. Aku hanya harus cepat-cepat bangun.

Kami tiba di stasiun berikutnya.

�Ditusuk.�

Dan hal mengerikan pun terjadi. Aku mengira aku berada di baris ketujuh, namun pada stasiun itu, lima orang ditusuk menjadi satu seperti sate. Pria di belakangku otomatis akan menjadi yang berikutnya. Namun ia mulai mengigau, �Aku tak ingin bangun. Masyarakat sudah berubah. Istriku ...�

Dengan gemetaran, aku mendengarkan dia mengeluhkan tentang hidupnya.

Dan kemudian aku terbangun.

Aku basah oleh keringat dingin. Mimpi ini terasa seperti mimpi yang sangat panjang. Namun saat melihat jam, aku mungkin hanya tertidur selama 20 menit.

Cerita �Monkey Dream� mungkin telah meninggalkan kesan mendalam bagiku sehingga aku mengalami mimpi semacam itu. Mungkin cerita itu sendiri merupakan �tiket� untuk masuk ke dalam kereta itu.

Aku berharap aku takkan pernah memimpikannya lagi. Aku takut apa yang akan terjadi jika aku sampai di stasiun berikutnya.

J-CREEPYPASTA #3: MUMMY SHIP

 

MUMMY SHIP

KAPAL HANTU

  fisherman ship

Sebuah kapal hantu ditemukan 31 Oktober 1927, di pesisir Pulau Vancouver, sebelah barat Kanada.

Margaret Dollar, sebuah kapal kargo yang sedang dalam perjalanan pulang ke Teluk Seattle menemukan Ruouei-maru, sebuah kapal nelayan yang telah lama menghilang.

Kapal tersebut dalam keadaan rusak. Di dek ditemukan beberapa mayat yang telah berubah menjadi mumi, tulang-tulang yang berserakan, dan sebuah jenazah tanpa kaki. Aroma kematian begitu terasa ketika tim penyelamat tiba di sana.

Kabin penuh dengan mayat-mayat yang memumi dan tulang belulang dengan tengkorak yang pecah. Bekas darah tampak bercipratan di seluruh bagian kamar tidur.

Bulu-bulu putih, kemungkinan milik seekor burung camar, menutupi lantai dapur. Seutas lengan manusia tergeletak di atas panci.

Tak ada air ataupun makanan di atas kapal. Mesin berada dalam kondisi sepenuhnya rusak.

Namun dalam ruangan kapten, ditemukan sebuah buku catatan. Tiap halamannya berisi catatan mengerikan mengenai apa yang terjadi di atas kapal tersebut. Menurut catatan ini, kapal Ryouei-maru memiliki status sebagai berikut:

Berat: 19 ton

Pemilik: Fujii Saburo dari Prefektur Wakayama, Jepang.

Kapten: Miki Tokizo

Kepala bagian mesin: Hosoi Denjiro

Jumlah staf kapal: 12 orang

Meninggalkan pelabuhan Misaki pada 5 Desember 1926

Para penyelamat menyadari bahwa kapal ini terombang-ambing selama setahun. Namun mereka merasa curiga. Di atas kapal, mereka hanya menemukan 9 jenazah. Padahal seharusnya ada 12 orang di atas kapal. Apa yang terjadi dengan 3 orang sisanya?

Kapa Ryouei-maru berlayar dari pelabuhan Misaki di Prefektur Kanagawa pada 5 Desember 1926 untuk memancing ikan tuna di lepas perairan Choushi di Prefektur Chiba, Jepang.

Kondisi cuaca buruk dan mesin mengeluarkan suara yang mengkhawatirkan. Pada 6 Desember, kapal tersebut berlabuh di pelabuhan Choushi. Namun tak ditemukan masalah pada mesin sehingga mereka segera berlayar lagi dan berhasil menjaring ikan tuna yang banyak di dekat Choushi.

Namun tiba-tiba, kapal mengalami bencana badai. Kapten tak mampu menavigasikan kapal melewati badai.

Pada 15 Desember, setelah kapal tersapu hingga 1.000 mil ke tengah laut, kapten kapal dua melihat kapal nelayan lain di pesisir wilayah Kishuu, dekat Wakayama, dan Prefektur Mie. Sinyal dikirimkan kepada kapal-kapal tersebut, memanggil kapten dan para krunyamencoba meminta bantuan, namun mereka tak memberi jawaban.

Kapten Miki menyatakan pada kru-nya bahwa hanya ada cukup makanan untuk jangka waktu empat bulan.

Sebuah kapal lain, Oriental Steamship melewati mereka pada 16 Desember. Lagi-lagi, meskipun usaha yang dilakukan para kru kapal Ryouei-maru, kapal tersebut sama sekali tak memberikan jawaban.

Catatan kapten kapal mengungkapkan kecemasannya dalam catatannya.

Tak peduli usaha apapun yang kami lakukan, kapal ini tak mau berlayar ke arah barat. Usaha kami kembali ke Jepang sepertinya akan sia-sia.

Yang bisa kamu lakukan hanyalah menunggu kapal lain lewat dan menolong kami. Kami sudah memutuskan untuk mengapungkan kapal kami menuju Amerika. Kami hanya mengandalkan layar untuk membawa kami ke arah timur laut. Namun berlayar ke Amerika dengan sebuah kapal layar sama halnya dengan usaha Colombus menemukan benua Amerika.

Berikut ini catatan kapten selengkapnya dalam catatan yang kami temukan.

27 Desember: menangkap 10 karung tuna.

27 Januari: melihat kapal asing. Tak ada jawaban. Hujan. Menggunakan ember untuk mengumpulkan air hujan. Akan dipakai untuk air minum.

17 Februari: persediaan makanan semakin menurun.

6 Maret: tak menangkap ikan satupun. Tak ada makanan tersisa. Kelaparan dan kematian sangat dekat dengan kami.

7 Maret: Orang pertama yang meninggal. Hosoi Denjiro, sang kepala bagian mesin. �Aku hanya ingin menginjakkan kaki di tanah Jepang lagi...� ia mengerang begitu sesaat sebelum ia meninggal. Kami mengadakan upcara penguburan di laut.

9 Maret: kami menangkap ikan hiu yang besar. Naoe Tsuneji tak mau memakannya dan memilih mati. Kembali kami mengadakan upacara penguburan di laut.

15 Maret: Izawa Sutetsugu, yang selama ini menulis log kapal, meninggal karena penyakit.

Kini Matsumoto Gennosuke yang akan menulis. Kami melakukan upacara penguburan di laut. Kami kini berwajah pucat dan suram. Jenggot kami panjang dan tak terawat. Kami seperti zombie yang berjalan tanpa arah di atas kapal. Benar-benar pemandangan yang menyedihkan.

27 Maret: Terada Hatsuzo dan Yokota Ryounosuke tiba-tiba berbicara non-sense. �Heeeeo, itu Gunung Fuji! Kita tiba di Amerika! Aaah, aku bisa melihat pelangi!� Ucapan-ucapan gila. Mereka bahkan mengunyah kayu-kayu di sisi kapal. Mereka akhirnya meninggal dalam penderitaan. Kami tak mungkin jauh dari lapisan terdalam neraka.

29 Maret. Yoshida Toukichi menangkap ikan tuna yang menyebabkan Mitani Torakichi menjadi gila. Ia mengambil kapak dan mengayunkannya ke kepala Yoshida. Bahkan ketika kami melihat hal semengerikan itu, kami tak punya tenaga untuk menghentikannya. Mitani kemudian bunuh diri.

Kami semua menunjukkan tanda-tanda penyakit scurvy karena kekurangan sayuran. Gusi kami mengeluarkan darah dan kami semua tampak berubah menjadi monster. Tuhan, tolong kami ...

4 April: Kapten Miki berhasil menangkap seekor burung camar di dek dengan tangannya. Kami semua segera menerjang kapten seperti binatang liar, mencabut bulu-bulu burung itu, dan memakannya hidup-hidup selagi dia berusaha untuk kabur. Daging mentah, darah yang menetes...aku tak menyangka rasanya akan selezat ini. Apakah ini tandanya kami bukan manusia lagi?

6 April: Tsuji Yoshiji muntah darah dan meninggal.

14 April: Sawayama Kanjuurou tiba-tiba menjadi kasar dan gila dan mulai memotong mayat teman-teman kami. Apakah ini neraka? Aku harap daging manusia ini bisa menyelamatkan kami ....

19 April: Toyama Kazuo dan Sawayama Kanjuurou berebut daging di dapur. Kami semua telah berubah menjadi iblis. Tapi...tapi...kami masih berharap bisa pulang lagi ke rumah. Malam itu, keduanya meninggal dengan darah melumuri tubuh mereka di lantai.

6 Mei: Kapten Miki tak bisa bergerak lagi. Dari 12 orang yang memulai perjalanan ini, hanya kapten dan aku yang masih tersisa. Kami berdua sangatlah sakit dengan beri-beri dan gemetar tiada henti.

11 Mei: Hari mendung. Angin yang kuat datang dari arah barat laut. Kapal hanya terombang-ambing mengikuti angin. Kami tak melihat daratan. Kami tak melihat siluet kapal. Yang bisa kami lakukan hanya menunggu kematian. Jasad teman-teman kami telah membusuk. Gumpalan daging lepas dari tulang mereka. Bau kematian. Hanya ini yang bisa kamu lakukan. Melihat tulang belulang itu dan menunggu saat-saat terakhir kami ...

Catatan itu berakhir di sini.

Tapi di salah satu kayu kapal, sang kapten menulis sebuah pesan bagi keluarganya sebelum ia meninggal.

Dengarkan apa yang aku katakan! Ketika kamu besar, janganlah menjadi nelayan! Jangan sampai kamu melakukan kesalahan yang sama seperti ayah. Kumohon kepadamu, JANGAN menjadi nelayan! Jadilah yang lain. Maafkan ayah, ayah tak bisa kembali. Maafkan aku ...

Namun kenyataannya jauh lebih aneh daripada fiksi. Ketika menyelidiki catatan kapal tersebut, para penyelidik menemukan berbagai keanehan.

Pertama, kapal itu berpapasan dengan puluhan kapal lain, namun tak ada satupun yang menanggapi sinyal darurat mereka.

Kedua, dalam keseluruhan perjalanan mereka melintasi Samudra Pasifik, kru Ryouei-maru hanya melihat satu burung camar.

Keanehan lain datang dari pengakuan Richard Healy, kapten dari kapal kargo �West Ison� yang mencatat ini.

23 Desember, 1926. Seorang awak kru melihat sebuah kapal kayu terombang-ambing sekitar 1.000 km dari Seattle. Kami mengirimkan sinyal darurat, namun tak ada balasan. Kami memutuskan mendekatinya dan di lambung kapal tertulis nama �Ryouei-maru�. Sekitar 10 orang berdiri di dalam kapal, di belakang jendela kabin, menatap kami. Tak ada yang menyahut terhadap teriakan kami. Mereka hanya menatap kami dengan tatapan kosong lalu berbalik ke dalam.

Di dalam catatan Ryouei-maru sama sekali tak disebutkan hal itu.

Apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?

J-CREEPYPASTA #2: THE ABANDONED HOSPITAL

 

THE ABANDONED HOSPITAL

RUMAH SAKIT YANG TERBENGKALAI

90e17f7ca5015effbbb73dee48c1cd7f-orig

Aku mengambil map berisi catatan pasien ke dalam tanganku untuk melihat apakah ada sebuah telepon yang masuk atau tidak. Begini, aku melakukan hal ini untuk sebuah tantangan.

Ketika aku mulai berpikir sebaiknya aku pulang saja karena tak ada sesuatupun yang terjadi, lampu senterku tiba-tiba mati dan terdengar suara yang keras, �THUD!� dari tengah kegelapan.

Tiba-tiba saja senterku menyala dan salah satu temanku melihat ke arah belakangku dengan wajah ketakutan. Beberapa saat kemudian, kamipun berpencar-pencar seolah-olah ada �sesuatu� yang mengejar kami. Aku tak tahu apakah sesuatu telah terjadi, namun aku terlalu takut untuk menoleh ke belakang dan ikut berlari.

Aku kembali ke tempat dimana kami meninggalkan mobil kami, tapi ...

�Sialan! Orang macam apa yang meninggalkan temannya seperti ini?� mobil itu sudah menghilang bersama teman-temanku yang lain, �Sial! Berarti aku harus berjalan pulang!�

Aku berjalan sambil menyeret kakiku. Mungkin karena aku belum pernah berlari sekencang itu seumur hidupku sehingga tubuhku kelelahan. Namun tubuhku terasa berat, seolah-olah ada yang berpegangan kepadaku.

Apa aku kesurupan? Tunggu, apa yang barusan kukatakan? Jangan berpikir yang aneh-aneh! Aku hanya ingin segera kembali ke rumah dan beristirahat. Aku masih memegang map berisi catatan pasien dari rumah sakit tersebut.

Akhirnya aku tiba di rumah.

Huh? Ponselku tak ada. Apakah aku menjatuhkannya di rumah sakit itu? Serius, ini tidak lucu! Aku merasa terlalu takut untuk kembali ke sana.

Tiba-tiba aku melihat lampu merah berkedip. Seseorang meninggalkan pesan di mesin penjawab telepon.

Buku kudukku mulai berdiri. Urban legend mengatakan jika kamu mengambil sesuatu dari rumah sakit itu, maka kamu akan menerima telepon dari para �penghuni� rumah sakit itu yang akan meminta kembali barang apapun yang kamu ambil.

Apa ini sungguhan?

Dengan gemetar aku menekan tombol �play�.

�Hei, apa kau baik-baik saja? Telepon aku segera jika kamu menerima pesan ini!� ternyata itu dari salah satu temanku.

�Hahahahaha...� aku tertawa. Aku tahu urban legend itu cuma bohongan.

Aku segera mengangkat telepon dan menghubungi temanku itu.

�Hei, apa yang kalian pikirkan? Kalian barusan meninggalkanku sendirian di sana!� seruku marah.

�Ah, kamu baik-baik saja. Aku lega ...� temanku itu kemudian terdengar sedang berseru kepada teman-teman kami yang lain yang juga ikut tantangan itu, �Hei, dia baik-baik saja.�

Aku mulai kesal, �Memangnya apa yang tadi kalian lihat sampai kalian lari ketakutan seperti itu?�

�Hah, kau tidak melihatnya? Serius?�

�Aku lari dari sana begitu melihat kalian juga berlari. Aku terlalu takut untuk melihat ke belakang. Kakiku sampai sekarang sakit gara-gara berlari tadi.�

�Ah, masa kau lupa? Tadi ada sesuatu yang menarikmu, mungkin karena itu kakimu terasa sakit. Tidak ada luka lebam atau apa kan?�

�Apa? Apa maksudmu? Tidak ada yang menarikku, kok!�

Dia kemudian menjelaskan bahwa saat lampu senter kami mati, terdengar suara �Thud!� yang keras dan begitu lampu senter menyala kembali, mereka melihat aku sudah terbaring di lantai dengan puluhan tangan muncul dari lantai, menarik tubuhku erat-erat.�

�Apa?� aku sama sekali tak ingat kalau aku terjatuh tadi. Apa mereka sedang mengerjaiku?�

Setelah menutup telepon, aku terus memikirkan apa yang baru saja terjadi. Namun aku sama sekali tak mengerti.

�Ring ring ring! Ring ring ring!�

Aku segera mengangkat telepon itu, �Hei, apa lagi?�

�Halo, ini dari rumah sakit.�

�Apa? Apa ini semacam lelucon? Ini sama sekali tidak lucu!�

�Ini dari rumah sakit.�

Sial! Apa ini semua serius?

Mataku menatap ke arah map catatan pasien yang kubawa ke rumah bersamaku. Aku mendapatkan perasaan tak enak...perasaan yang sungguh tak enak.

Aku merasa bulu kudukku berdiri dan segera aku merasa dalam kesulitan.

�Ma...maafkan aku...� jawabku ketakutan, �Kumohon maafkan aku....aku akan segera mengembalikan catatan pasien yang aku ambil. Aku sungguh minta maaf.�

�Tidak...kami tidak memerlukan catatan itu Pak.�

�Maafkan aku, aku takkan melakukannya lagi! Kumohon, maafkan aku! Maafkan aku!�

�Tolong datang ke rumah sakit sesegera mungkin Pak.�

�Maafkan aku...maafkan aku...� tanpa sadar aku mulai menangis.

�Pak, anda meninggalkan sesuatu di rumah sakit, jika kami tidak salah. Tolonglah segera datang ke rumah sakit kami. Kami sangat ingin bertemu dengan anda segera.� Telepon itupun ditutup.

Sial, aku tak bisa lari lagi. Aku menyiapkan diriku untuk hal terburuk yang bisa terjadi. Mungkin mereka akan mengatakan bahwa aku lupa untuk menyerahkan hidupku pada mereka atau hal-hal mengerikan semacam itu.

Aku tak bisa kabur. Tak ada siapapun yang bisa menyelamatkanku. Tak ada jalan lain ...

Waktu berjalan dengan sangat cepat dan akupun tiba di rumah sakit malam itu.

Seorang suster berdiri sendirian di tengah sebuah lobi yang luas. Satu-satunya yang kuperhatikan saat itu bahwa ia masih sangat muda dan manis. Yah, bahkan dalam situasi gawat seperti inipun, hanya hal semacam itu yang bisa kupikirkan.

�Saya datang untuk mengambil...apapun yang saya tinggalkan di sini...� ucapku gemetar.

�Barang anda yang hilang ada di sini.� dia mengangkat sebuah telepon genggam dan menunjukkan kepadaku.

�Ah, itu telepon saya! Saya pikir saya menjatuhkannya di sini... Apa maksud anda barang yang tinggalkan adalah...ponsel ini?�

�Ya, Pak.�

Aku menghela napas lega setelah menyadari situasinya tak seburuk yang aku duga.

�Terima kasih! Terima kasih banyak!� aku kemudian menyadari bahwa aku masih memegang map catatan pasien milik mereka, �Oh ya, ini milik anda! Maaf saya tadi mengambilnya.�

�Tapi kami benar-benar tak membutuhkannya Pak.� Saat ia mengatakannya, ia menjatuhkan map tersebut ke lantai dan tiba-tiba sesuatu muncul dari bawahku, menggapai dan menarikku hingga aku terjatuh.

�Apa?�

Begitu aku sadar, aku sedang terbaring di lantai dan puluhan tangan tengah menahanku di situ.

J-CREEPYPASTA #1: RESIDENT OF ROOM 3

 

RESIDENT OF ROOM 3

PENGHUNI KAMAR NOMOR 3

  Scary_Door_Place_by_DancingCookie

Restoran ramen tempatku bekerja berada di tengah bagian kota yang menjadi �red light district� (wilayah lokalisasi untuk prostitusi). Banyak pelanggan kami adalah PSK yang memesan makanan sebelum mereka �bekerja� sore harinya. Ada beberapa tempat kos-kosan yang dihuni para PSK di wilayah tersebut sehingga pelanggan kami cukuplah banyak. Belum lagi jika ditambah pria-pria hidung belang langganan mereka.

Restoran kami cukup populer karena layanan pesan antar yang kami tawarkan. Restoran kami memiliki empat pekerja, seluruhnya adalah pekerja paruh waktu, termasuk aku. Kami akan dibagi menjadi 2 pasang dan secara bergiliran melayani pelanggan di restoran atau mengantar makanan. Aku biasa dipasangkan dengan pemuda bernama Satoshi. Ketika kami berdua ditugaskan mengantar ramen, biasanya aku akan bertugas di wilayah utara dan ia bertanggung jawab di wilayah selatan. Namun Satoshi selalu menceritakan bahwa ia memiliki seorang pelanggan yang aneh.

Pelanggan tersebut selalu memesan makanan yang sama: nasi goreng. Satoshi tak pernah mendengar suaranya ataupun melihat wajahnya. Apartemen dimana ia tinggal juga sangat misterius, sehingga muncul desas-desus kalau mereka yang tinggal di sana terlibat dengan yakuza.

Satoshi mengatakan bahwa setiap hari ia harus mengantarkan nasi goreng tepat jam 6 sore di kamar nomor 3 sebuah apartemen tua tak jauh dari restoran kami. Ia harus meninggalkannya di pintu dan kembali ke toko tanpa pernah melihat apalagi berbicara dengannya.

Dulu, seorang pria berpakaian serba hitam datang dan memesan makanan untuk orang tersebut. Karena kami tahu wilayah tersebut adalah daerah yang berbahaya karena dikuasai yakuza, maka kami tak menanyakan siapa dia sebenarnya.

Ketika Satoshi menceritakan tentang pelanggannya yang aneh tersebut, kami pun mulai menebak-nebak siapa dia sesungguhnya.

�Dia pasti seorang buronan.�

�Atau dia bersembunyi dari seseorang...mungkin saksi pembunuhan?�

Satoshi mungkin tak pernah melihat orang tersebut atapun mendengar suaranya, namun ia tahu persis bahwa orang itu adalah seorang wanita. Karena tiap kali ia mengambil piring nasi goreng tersebut keesokan harinya, selalu nampak noda lipstik di piring tersebut.

Selain Satoshi, tak ada satupun dari kami yang pernah pergi ke apartemen tersebut sehingga kamipun tidak begitu penasaran. Satoshi di lain pihak, sangatlah penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana.

Dia kadangkala bertanya dengan para pelanggan lain mengenai wanita tersebut, namun tak ada satupun yang mau menjawabnya. Bahkan bos kami, pemiliki restoran, mengatakan, �Ada baiknya kamu tidak mengetahuinya. Biarkan saja, kamu mungkin bisa terluka.�

Suatu hari, setelah kami menyelesaikan pekerjaan kami, Satoshi dan aku sedang berjalan pulang ketika ia kembali mengungkit masalah tersebut.

�Uhm....kupikir aku harus mencoba mengetuk pintu pelanggan itu,� ia berpikir dengan cara demikian, wanita misterius tersebut akan membuka pintu dan akhirnya Satoshi dapat melihat siapa dia sebenarnya.

�Itu kedengaran seperti ide yang bagus,� aku menjawab sambil tertawa, karena kupikir ia bercanda, �Lakukan saja!�

Aku mengambil cuti panjang selama 3 hari selepas percakapan itu. Ketika aku kembali bekerja, bosku terlihat cemas.

�Hei, kamu berteman dengan Satoshi kan?�

�Ya. Ada apa memangnya? Apa terjadi sesuatu dengannya?�

Satoshi menghilang. Tiba-tiba saja ia menghilang.

Di hari dimana ia menghilang, ia melakukan pekerjaannya seperti biasa. Ia pergi mengantarkan pesanan wanita tersebut dan kemudian pulang untuk melayani pelanggan di sini. Namun pada suatu saat di sore tersebut, ia tiba-tiba menghilang.

Pegawai yang lain mengira ia mungkin berada di kamar mandi. Namun setelah dicari, ia tak ada d sana. Baju-bajunya masih berada di locker, begitupula tasnya. Ia seakan-akan lenyap begitu saja.

�Apakah Satoshi mengatakan sesuatu padamu? Apakah ia sepertinya memiliki masalah sehingga kabur seperti itu?� bosku bertanya.

Aku menggeleng. Aku berteman baik dengan Satoshi, namun ia nampak baik-baik saja. Tak ada tanda-tanda ia akan kabur seperti itu.

Bosku mengecek keberadaan Satoshi di tempat tinggalnya, namun sepertinya ia juga belum pernah kembali ke sana. Kami menghubungi orang tuanya dan mereka segera mengirimkan laporan orang hilang ke kantor polisi.

Menghilang dari tempat kerja dan meninggalkan semua barang-barangmu ... ini semua jelas sangat aneh!

�Aku menduga ia pasti terlibat dalam sesuatu yang berbahaya.� kata salah seorang teman kerjaku. Akupun mengira demikian.

Namun tentu saja kecurigaanku jatuh pada wanita misterius yang menjadi langganannya itu. Apakah Satoshi benar-benar mengetuk pintunya? Apa yang terjadi setelah itu? Apa ia melihat sesuatu yang harusnya tidak ia lihat?

Setelah Satoshi menghilang, akupun menggantikannya mengantarkan pesanan ke wanita misterius itu. Seperti yang selalu digambarkan Satoshi, pelanggan tersebut selalu memesan nasi goreng. Setiap hari ia selalu memesan makanan yang sama.

Namun kali ini ada satu perbedaan.

Ia memesan tidak hanya satu, melainkan dua.

Pria berpakaian serba hitam datang lagi dan memberi pesanan baru selepas Satoshi menghilang.

�Tambah satu lagi nasi goreng. Pesanan ini harus diantar bersama pesanan biasanya ke kamar nomor 3.�

Aku mengambil piring kotor keesokan harinya di depan kamar nomor 3. Ada dua pasang piring di sana. Salah satu piring kosong dengan noda lipstik, namun satu piring lagi memiliki acar di atasnya. Siapapun yang memakannya, menyisakan acar tersebut.

Akupun mulai gemetar ketakutan sambil menatap pintu yang tertutup di hadapanku.

Satoshi sangat membenci acar.

5 J-CREEPYPASTA PILIHAN DARI OKARUTO TUMBLR

 
okaruto avatar

Untuk readers yang lagi malas mikir, berikut ini admin akan menghadirkan 5 urban legend #non-riddle# berbentuk cerpen (AKA Japanese creepypasta) untuk para pembaca. Semuanya kuperoleh dari website Okaruto, yaitu situs keren dimana admin memperoleh sebagian besar urban legend dan riddle yang kumuat bulan Februari kemarin. Website ini sangat menjanjikan untuk kalian penggemar horor, sebab banyak sekali cerita2 original asal Jepang yang keren. Ditambah lagi, adminnya nggak sepelit Saya Underworld. Sayangnya website ini menggunakan jasa tumblr, yang menurutku fasilitasnya sangat terbatas, sebab tak bisa menampung komentar pembaca. Cerita ini berbeda dengan urban2 legend sebelumnya yang singkat, sebab cerita horor ini lebih panjang dari biasanya. Silakan dinikmati.

1. Resident of Room 3
Pesan moral cerita ini jelas: Curiosity kills a cat.

2. The Abandoned Hospital
Nggak begitu mengerti cerita ini? Cerita ini sangat khas J-horror dengan twist di endingnya yang susah dipahami. Namun cerita ini bukanlah untuk dimengerti, namun untuk dinikmati kengeriannya.

3. Mummy Ship
Log diary sebuah kapal yang ditemukan terombang-ambing dengan semua penumpangnya tewas mengungkapkan cerita yang amat mengerikan dan aneh.

4. Monkey Dream
Cerita terkutuk yang memiliki efek yang sama dengan ceritaku �10 Days Dream�. Read it if you dare!

5. Monkey Dream II
Sekuel dari cerita �Monkey Dream�. Nikmatilah tiket untuk masuk ke mimpi paling menakutkan dalam hidupmu.

Sumber: http://okaruto.tumblr.com/ 

BONUS:
The Full Length Mirror - VIDEO
Beranikah kamu melihat video seram asal Jepang ini?